Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 105


__ADS_3

Keesokan paginya, Kaira masih


terjaga di kafe tersebut kemudian dia pergi dan kali ini dia menuju ke rumah


suster Hana. Sesampainya dirumah suster Hana.


“Hana aku didepan rumahmu.” Kata Kaira menelfon suster Hana.


“Aku sedang di rumah sakit Ra, ada apa? Kenapa tidak bilang kalau ingin ke rumah?” Tanya Hana.


“Oh lagi di rumah sakit ya, yauda


lain kali saja aku mampir ke rumahmu ya. Maaf ya kalau mengganggu.” Kata Kaira


lalu menutup telfon.


“Baiklah sepertinya aku memang harus kembali ke rumah.” Kata Kaira.


Lalu Kaira kembali ke rumah.


“Kau dari mana saja?” Tanya Raffa.


“Bukan urusanmu.” Kata Kaira lalu dia masuk kedalam kamar namun Raffa menahannya.


“Jawab aku kau darimana? Semalam


kau kemana? Apa kau lupa kalau kau sekarang memiliki suami, istri keluar malam


tanpa mengabari suami pula.” Kata Raffa kesal.


“Stop, aku hanya ingin menenangkan diri dan aku tidak ingin diganggu.” Bentak Kaira.


“Lalu kau mau aku melakukan apa


jika aku saja tidak mengetahui apa yang terjadi. Kau kenapa sih tiba-tiba


berubah seperti ini?” Tanya Raffa.


“Tanyakan pada dirimu sendiri mas


dan coba kau ingat kesalahan apa yang kau lakukan?” Kata Kaira lalu menutup pintu

__ADS_1


kamar.


“Hei buka pintunya mari kita


bicara sayang, tolong buka pintunya atau aku akan dobrak.” Teriak Raffa. Namun


Kaira tidak menjawab perkataan Raffa, akhirnya Raffa terpaksa mendobrak pintu


kamar tersebut.


“Kau sudah gila ya? Apa maksudmu sampai mendobrak pintu seperti ini?” Kata Kaira kesal.


“Biarlah, sekarang kita bicara baik-baik apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Raffa.


“Coba kau jujur padaku sejauh apa hubunganmu dengan Angel?” Tanya Kaira.


“Untuk apa bahas masa lalu?


Bukankah kita sudah sepakat memulai semuanya dari awal lagi dan melupakan masa


lalu, lagipula setiap orang pasti memiliki masa lalu. Kau juga jangan hanya


menyalahkan diriku atau memojokkan diriku sayang. Bagaimana denganmu dulu


Rasya dan juga si Arka. Lalu apa bedanya denganku yang juga sering menemui


mantan-mantan pacarku, kau bahkan pernah berdua di hotel dengan Rasya, kalau


saja aku tidak datang waktu itu kau pasti sudah tidur dengannya, intinya kita


itu sama saja memiliki masa lalu yang buruk jadi aku mohon mari lupakan masa


lalu kita masing-masing dan fokus dengan kita berdua.” Jelas Raffa. Kaira


sejenak terdiam dan sadar bahwa dirinya pun pernah bersalah.


“Jadi kau menyalahkanku?” Tanya Kaira.


“Aku tidak menyalahkanmu tapi


sudahlah mari kita lupakan masa lalu kita dahulu dan kita fokus dengan rumah

__ADS_1


tangga kita. Bagaimana kita bisa segera mendapatkan baby kalau baru beberapa


hari menikah kau sudah marah-marah padaku seperti ini.” Kata Raffa.


“Lebih baik lupakan semua


perkataan Rasya, jangan-jangan apa yang dikatakan Rasya tidak benar. Sudah seharusnya


aku mempercayai suamiku.” Kata Kaira dalam hati.


“Kenapa sekarang malah diam? Jawab dong.” Tanya Raffa.


“Aku harus berkata apalagi?” Tanya balik Kaira.


“Lain kali kalau ada masalah kita


bicarakan baik-baik ya jangan tiba-tiba pergi seperti itu.” Kata Raffa.


“Hmmm iya.” Kata Kaira.


“Sayang apa kau sudah selesai datang bulan?” Tanya Raffa sambil senyum-senyum.


“Belum.” Jawab Kaira singkat.


“Kapan selesainya?” Tanya Raffa antusias.


“Sabar makanya, baru juga tiga hari.” Kata Kaira.


“Aku sudah tidak sabar tau.” Goda Raffa.


“Apaan sih, minggir aku lelah


ingin istirahat.” Kata Kaira. Lalu Kaira merebahkan dirinya diatas ranjang dan


Raffa menutupinya dengan selimut.


“Aku buatkan bubur ya, kau pasti


ingin makanan yang lembut dan hangat kan.” Kata Raffa perhatian.


“Iya boleh deh.” Jawab Kaira.

__ADS_1


Kemudian Raffa segera ke dapur membuatkan bubur untuk istrinya.


__ADS_2