Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 167


__ADS_3

“Sayang, kamu masih cemburu ya


sama Angel?” Tanya Raffa.


“Iya mas, aku tidak suka


dengannya meskipun dia sudah berubah tetap saja kalau aku melihatnya aku masih


kesal dan teringat masa lalu.” Kata Kaira.


“Tidak perlu cemburu, aku tidak


ada hubungan apapun dengannya dan aku juga tidak seperti dulu lagi kok. Kamu cemburu


seperti ini pasti karena kau sedang hamil kan.” Kata Raffa.


“Aku tidak tahu mas, mungkin saja


bawaan hamil ya.” Kata Kaira.


“Pokoknya kamu nggak boleh stress


dan berpikir macam-macam ya. Ayo kita tidur.” Kata Raffa sambil mencium kening


istrinya.


Keesokan harinya, Renata dan


Angel sedang makan pagi bersama di sebuah restoran.



“Hei, sudah


sarapan belum? Aku tadi belum sempat sarapan makanya aku sarapan disini. Aku sudah


pesan untuk dua orang sih, tapi aku ragu apakah kamu menyukainya atau tidak.” Kata


Renata.


“Suka kok,


banyak sekali makanannya.” Kata Angel.


“Makan saja,


kalau tidak habis ya tidak perlu dimakan.” Kata Renata.


“Sebenarnya


tadi aku sudah sarapan sandwich tapi karena aku sudah disini jadi aku akan


tetap memakan makanan ini.” Kata angel.


“Harus dong,


karena aku sudah memesankan untukmu. Oh ya ada apa sebenarnya?” Tanya Renata.


“Jadi aku


sudah berhenti dari tempat kerjaku sebelumnya.” Kata Angel.

__ADS_1


“Loh kenapa


kok berhenti? Kau berhenti sendiri atau diberhentikan?” Tanya Renata sambil


menyantap makanannya.


“Aku dituduh


mengambil pelanggan rekanku sendiri lalu mereka juga memfitnahku memakai susuk


lah menuduhku tidak professional dalam bekerja lah dan masih banyak lagi lalu


atasanku lebih percaya dengan mereka karena aku juga masih baru beberapa bulan


disana. Jadi atasanku memberhentikanku.” Kata Angel.


“Waduh ada-ada


saja ya mereka. Lalu sekarang kamu menganggur?” Tanya Renata.


“Iya Ren, kau


bisa tidak membantuku mencarikan pekerjaan untukku? Kalau hanya mas Rasya yang


kerja sepertinya tidak akan cukup.” Kata Angel.


“Aku mengerti


bagaimana kondisimu saat ini. Aku punya bisnis membuka butik khusus baju


import, kalau mau bersedia kau bisa bekerja ditempatku. Saat ini aku juga


lah, soalnya managerku yang sebelumnya dia pindah keluar kota untuk mengikuti


suaminya. Bagaimana apa kau mau kerja ditempatku?” Tanya Renata.


“Mau banget


Ren, terimakasih banyak ya.” Kata Angel.


“Besok coba


kau ketempatku saja, aku besok juga kesana kok.” Kata Renata.


“Ok, besok


pagi aku akan kesana Ren.” Kata Angel dengan senang.


“Setelah ini


kamu mau kemana? Mau langsung pulang atau kemana?” Tanya Renata.


“Iya, setelah


ini aku mau pulang. Kalau kamu?” Tanya Angel.


“Aku mau mampir


ke rumah Kaira, setelah itu aku mau menjemput anakku di sekolahnya.” Kata Renata.


“Ada apa ke

__ADS_1


rumahnya Kaira?” Tanya Angel


“Tidak ada


apa-apa, hanya ingin kesana saja.” Kata Renata.


“Sudah selesai


makan nih, balik yuk.” Kata Angel.


“Ayo, sebentar


aku bayar dulu ya.” Kata Renata.


“Terimakasih


banyak ya sarapannya.” Kata Angel.


“Iya,


sama-sama.” Kata Renata.


**


Renata ke


rumah Kaira.


“Hai kak, aku


bawa makanan nih buat kakak.” Kata Renata.



“Kau dari mana


memangnya? Wah kau membawakanku red velvet cake. Terimakasih banyak ya.” Kata


Kaira.


“Tadi aku


makan bersama Angel, dia meminta bantuanku untuk mencarikan kerja karena dia


diberhentikan kerja oleh atasannya. Jadi aku suruh dia kerja di butik ku saja.”


Kata Renata.


“Oh gitu,


semoga saja dia bisa bekerja dengan baik ya.” Kata Kaira.


“Iya, aku juga


harus memantaunya dengan benar kan. Dimakan dong kue nya, itu kan kue kesukaan


kak Kaira.” Kata Renata.


“Aku makan ya,


dari aromanya saja sudah harum pasti sangat enak rasanya.” Kata Kaira.

__ADS_1


__ADS_2