Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 54


__ADS_3

Kaira pun langsung menuju dapur untuk mengambilkan makanan untuk suaminya.


Ada telfon masuk dari Amelia.


“Hallo, ada apa?” Tanya Raffa.


“Dengan Kak Raffa?”


“Iya, ini dengan siapa? Ini ponsel milik Amelia kan?” Tanya Raffa.


“Ini Aditya, saya adiknya kak Amel. Kak Amel tadi jatuh dari tangga kak,


dan dia tadi kesakitan hebat, lalu dokter mengoperasinya namun kondisi kak Amel


tidak dapat terselamatkan.” Jawab Aditya.


“Apa maksudnya?” Tanya Raffa.


“Kak Amel sudah tiada kak. Apa kak Raffa bisa datang kesini?”


Raffa langsung menutup telfonnya dan dia segera mandi dan segera menuju ke


rumah sakit.


“Lah mas mau kemana? Makan dulu mas mumpung masih anget nih.” Kata Kaira.


“Aku ada urusan mendadak. Jangan tunggu aku.” Kata Raffa dengan kasar.


“Mas mas mas Raffa.” Teriak Kaira, namun Raffa segera pergi. Dalam hati


Kaira, “Ada apa sih kok aneh banget deh,


apalagi tadi dia keliatan lagi sedih gitu. Apa gue ikutin aja ya kayaknya dia


belom jauh deh. Gue minta anter supir aja deh.” Lalu Kaira pergi mengikuti


Raffa dengan diantar oleh supir pribadi Raffa.


“Pak antarkan aku sekarang juga, kita ikuti mobil suami saya. Ayo cepetan


pak.” Kata Kaira.


“Baik bu.” Kata supir.


“Tuan Raffa ke rumah sakit bu, memangnya siapa yang sakit?” Tanya supir.

__ADS_1


“Mana saya tau makanya saya ikuti dia. Tunggu disini ya, saya mau kedalam


dulu.” Kata Kaira.


“Baik bu.” Kata supir.


Kaira mengikuti Raffa secara diam-diam, dia melihat Raffa menangis


tersedu-sedu dan masuk kedalam ruangan Amelia. Dalam hati Kaira, “Lah ini kan tempat si Amelia dirawat, tapi


kenapa Raffa nangis ya? Aku tanya perawatnya aja deh.”


“Maaf mba saya mau nanya, pasien


itu kenapa ya?” Tanya Kaira kepada perawat.


“Oh itu pasien meninggal bu, tadi


pagi dia terjatuh dari tangga dan harus segera di operasi namun tidak dapat


terselamatkan.” Kata Perawat.


Dalam hati Kaira, “Jadi Amelia meninggal, pasti Raffa sedih


banget deh tapi aku sedikit lega karena berkurang satu pelakor dalam rumah


Setelah itu mereka segera menuju ke


pemakaman, namun terlihat Raffa masih menangis didepan kamar inap Amelia dan


tidak terima dengan keadaan itu.


“Kenapa kau tega meninggalkanku? Kenapa


semua wanita yang aku cintai pergi meninggalkanku, aku muak dengan semua ini. Apa


salahku?” Kata Raffa. Dia terus menangis sambil menyalahkan diri dan juga masih


belom bisa menerima keadaan.



Lalu datanglah Kaira dan memeluk Raffa dengan erat.


“Sudahlah mas, sabar mas ini

__ADS_1


semua takdir Tuhan, ikhlaskan kepergian dia. Tenagkan dirimu ya mas.” Kata


Kaira sambil memeluk suaminya.


“Kaira? Kenapa kamu disini?”


Tanya Raffa dengan heran.


“Aku tau semuanya mas tapi aku


percaya kalau kamu tidak akan pernah meninggalkanku atau menghianatiku.” Kata


Kaira.


“Maafkan aku.” Kata Raffa sambil


terus sesenggukan tanpa henti.


“Semua orang punya masa lalu. Sebaiknya


kamu datang ke pemakaman dia mas. Doakan yang terbaik untuknya.” Kata Kaira.


“Iya aku harus datang kesana.” Kata Raffa.


“Aku temani kamu ya, aku tau


pasti kondisi kamu sedang sedih jadi aku temani ya.” Kata Kaira.


“Makasih banyak ya. Aku benar-benar minta maaf ya.” Kata Raffa.


“Iya, sudahlah mas. Ayo kita kesana sekarang. Minta antar supir aja.” Kata Kaira.


Lalu mereka segera pergi menuju ke pemakaman Amelia.


**


Setibanya di pemakaman Amelia,


Raffa menangis diatas pusara Amelia.


“Maafkan aku, aku benar-benar


minta maaf Mel. Semoga kamu tenang disana ya, I love u Mel.” Kata Raffa.


“Kita pulang sekarang ya. Istirahat

__ADS_1


dulu biar kamu bisa tenang dan ikhlas.” Kata Kaira. Raffa terdiam dan segera


pulang kerumah.


__ADS_2