
Kaira pun langsung menuju dapur untuk mengambilkan makanan untuk suaminya.
Ada telfon masuk dari Amelia.
“Hallo, ada apa?” Tanya Raffa.
“Dengan Kak Raffa?”
“Iya, ini dengan siapa? Ini ponsel milik Amelia kan?” Tanya Raffa.
“Ini Aditya, saya adiknya kak Amel. Kak Amel tadi jatuh dari tangga kak,
dan dia tadi kesakitan hebat, lalu dokter mengoperasinya namun kondisi kak Amel
tidak dapat terselamatkan.” Jawab Aditya.
“Apa maksudnya?” Tanya Raffa.
“Kak Amel sudah tiada kak. Apa kak Raffa bisa datang kesini?”
Raffa langsung menutup telfonnya dan dia segera mandi dan segera menuju ke
rumah sakit.
“Lah mas mau kemana? Makan dulu mas mumpung masih anget nih.” Kata Kaira.
“Aku ada urusan mendadak. Jangan tunggu aku.” Kata Raffa dengan kasar.
“Mas mas mas Raffa.” Teriak Kaira, namun Raffa segera pergi. Dalam hati
Kaira, “Ada apa sih kok aneh banget deh,
apalagi tadi dia keliatan lagi sedih gitu. Apa gue ikutin aja ya kayaknya dia
belom jauh deh. Gue minta anter supir aja deh.” Lalu Kaira pergi mengikuti
Raffa dengan diantar oleh supir pribadi Raffa.
“Pak antarkan aku sekarang juga, kita ikuti mobil suami saya. Ayo cepetan
pak.” Kata Kaira.
“Baik bu.” Kata supir.
“Tuan Raffa ke rumah sakit bu, memangnya siapa yang sakit?” Tanya supir.
__ADS_1
“Mana saya tau makanya saya ikuti dia. Tunggu disini ya, saya mau kedalam
dulu.” Kata Kaira.
“Baik bu.” Kata supir.
Kaira mengikuti Raffa secara diam-diam, dia melihat Raffa menangis
tersedu-sedu dan masuk kedalam ruangan Amelia. Dalam hati Kaira, “Lah ini kan tempat si Amelia dirawat, tapi
kenapa Raffa nangis ya? Aku tanya perawatnya aja deh.”
“Maaf mba saya mau nanya, pasien
itu kenapa ya?” Tanya Kaira kepada perawat.
“Oh itu pasien meninggal bu, tadi
pagi dia terjatuh dari tangga dan harus segera di operasi namun tidak dapat
terselamatkan.” Kata Perawat.
Dalam hati Kaira, “Jadi Amelia meninggal, pasti Raffa sedih
banget deh tapi aku sedikit lega karena berkurang satu pelakor dalam rumah
Setelah itu mereka segera menuju ke
pemakaman, namun terlihat Raffa masih menangis didepan kamar inap Amelia dan
tidak terima dengan keadaan itu.
“Kenapa kau tega meninggalkanku? Kenapa
semua wanita yang aku cintai pergi meninggalkanku, aku muak dengan semua ini. Apa
salahku?” Kata Raffa. Dia terus menangis sambil menyalahkan diri dan juga masih
belom bisa menerima keadaan.
Lalu datanglah Kaira dan memeluk Raffa dengan erat.
“Sudahlah mas, sabar mas ini
__ADS_1
semua takdir Tuhan, ikhlaskan kepergian dia. Tenagkan dirimu ya mas.” Kata
Kaira sambil memeluk suaminya.
“Kaira? Kenapa kamu disini?”
Tanya Raffa dengan heran.
“Aku tau semuanya mas tapi aku
percaya kalau kamu tidak akan pernah meninggalkanku atau menghianatiku.” Kata
Kaira.
“Maafkan aku.” Kata Raffa sambil
terus sesenggukan tanpa henti.
“Semua orang punya masa lalu. Sebaiknya
kamu datang ke pemakaman dia mas. Doakan yang terbaik untuknya.” Kata Kaira.
“Iya aku harus datang kesana.” Kata Raffa.
“Aku temani kamu ya, aku tau
pasti kondisi kamu sedang sedih jadi aku temani ya.” Kata Kaira.
“Makasih banyak ya. Aku benar-benar minta maaf ya.” Kata Raffa.
“Iya, sudahlah mas. Ayo kita kesana sekarang. Minta antar supir aja.” Kata Kaira.
Lalu mereka segera pergi menuju ke pemakaman Amelia.
**
Setibanya di pemakaman Amelia,
Raffa menangis diatas pusara Amelia.
“Maafkan aku, aku benar-benar
minta maaf Mel. Semoga kamu tenang disana ya, I love u Mel.” Kata Raffa.
“Kita pulang sekarang ya. Istirahat
__ADS_1
dulu biar kamu bisa tenang dan ikhlas.” Kata Kaira. Raffa terdiam dan segera
pulang kerumah.