
Keesokan paginya.
Kaira sedang menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya.
“Wah bau nya sangat harum sekali ma.” Kata Feya.
“Hehe tentu saja masakan mami sangat enak. Kenapa kok cemberut seperti itu?”
Tanya Kaira.
“Aku hanya sedikit kesal karena kak Arabella kembali lagi.” Kata Feya.
“Tenang saja, dia tidak akan berani macam-macam apalagi bersikap kasar
padamu sayang. Tersenyum dong, anak mami cantik kalau sedang tersenyum.” Kata Kaira.
“Mami bisa saja, aku sudah sangat lapar ma.” Kata Feya.
“Duduklah, mami akan meyiapkan sarapan untukmu. Oh ya panggil papi dan juga
kak Kei ya.” Kata Kaira.
“Baik ma.” Kata Feya.
Raffa, Kaira, Kei dan Feya menikmati sarapan bersama. Tiba-tiba Arabella
datang ke meja makan untuk sarapan dengan tergesa-gesa dan dengan wajah yang
masih acak-acakan.
“Kenapa tidak ada yang membangunkanku dan memanggilku untuk sarapan?” Tanya
Arabella.
“Kamu punya ponsel kan? Kenapa tidak memasang alarm?” Tanya Raffa.
“Hari ini aku ada ujian pa dan aku bangun kesiangan, aku juga harus naik
transportasi umum karena mami tidak memberiku kunci mobil.” Kata Arabella.
“Yauda nanti papi akan mengantarmu ke kampus atau mungkin kamu bisa
berangkat bersama dengan Kei, kalian kan satu kampus.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Tidak pa, aku tidak mau berangkat bersama dengannya.” Kata Kei.
“Yauda nanti papi akan mengantarkanmu ke kampus agar tidak terlambat ujian.
Makanlah sarapanmu.” Kata Raffa.
“Kamu harus berangkat sekarang sayang, nanti terlambat ke kantor loh. Biar Arabella
sarapan di kampusnya saja, salah dia sendiri bangun kesiangan.” Kata Kaira.
“Dasar nenek sihir sialan.” Kata Arabella dalam hati.
“Kamu tidak mandi ya kak?” Tanya Feya sambil tertawa.
“Mana sempat, aku hanya mencuci wajahku saja bahkan tidak sempat sarapan.” Kata
Arabella.
“Makanya pasang alarm dong hahaha, kasian sekali sih.” Kata Feya.
“Aku berangkat dulu ya sayang.” Kata Raffa sambil mencium kening istrinya.
“Hati-hati ya sayang, oh ya nanti aku sama Feya mau ke mall. Feya mau ke
toko buku sedangkan aku mau beli sepatu.” Kata Kaira.
“Iya sayang.” Kata Kaira.
“Ma, Kei nitip tolong belikan pizza ya ma.” Kata Kei.
“Iya sayang nanti mami belikan.” Kata Kaira.
“Mami Kaira dan kedua anaknya benar-benar membuatku kesal.” Kata Arabella
dalam hati.
“Ayo pa kita berangkat sekarang.” Kata Arabella.
**
Didalam mobil.
“Pa, apakah papi juga sangat kesal denganku?” Tanya Arabella.
“Tentu saja, makanya mulai sekarang kamu harus berubah lebih baik lagi dan
__ADS_1
jadilah anak yang penurut.” Kata Raffa.
“Iya, tapi kenapa aku merasa bahwa mami sangatlah membenciku apalagi Kei
dan Feya. Aku seperti anak tiri dirumah itu.” Kata Arabella.
“Jangan berfikir yang negatif, mami sayang kepada semua anak-anaknya.” Kata
Raffa.
“Tidak, tetap saja hanya papi yang selalu menyayangiku dengan tulus.” Kata Arabella
sambil memeluk ayahnya tersebut.
“Memang benar Kaira sangat membencimu sejak kamu pertama kali tinggal
dirumah itu tapi dia terpaksa melakukannya demi papi dan kedua adikmu. Semoga kamu
bisa lebih mengerti anakku.” Kata Raffa dalam hati sambil membelai rambut
anaknya tersebut.
Tidak lama kemudian, mereka sampai di kampus Arabella.
“Pa aku turun dulu ya, papi hati-hati dijalan ya.” Kata Arabella.
“Iya, semoga sukses ujiannya.” Kata Raffa.
“Terima kasih banyak pa.” Kata Arabella.
__ADS_1
Selamat tahun baru 2021.
Semoga ditahun ini kita menjadi orang yang lebih baik lagi dan menghargai sesama. Wish all the best