Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Kaira mulai curiga dengan Raffa dan Angel


__ADS_3

Kaira menanyakan sesuatu kepada suaminya.


“Sayang, kamu sudah tidur?” Tanya Kaira.


“Belum, ada apa?” Tanya Raffa.


“Aku penasaran dengan apa yang sedang di alami oleh Angel, dia bilang itu


hanyalah keponakan tapi seperti anak kandungnya, dia sangat menyayangi


keponakannya itu.” Kata Kaira.


“Sudahlah jangan terlalu ikut campur dengan masalah orang lain.” Kata


Raffa.


“Tidak biasanya Angel seperti itu, tadi dia tiba-tiba menangis saat aku


bertanya tentang keponakannya seakan dia itu ibunya mas. Bahkan anak itu sangat


mirip dengan Angel dan sekilas mirip dengan Feya dan Kei.” Kata Kaira.


“Kamu ini ada-ada saja, sudah tidak perlu membahas Angel.” Kata Raffa.


“Kamu kan dulu pernah menikah dengannya, apakah kamu tidak tau keponakan


kesayangannya Angel?” Tanya Kaira.


“Kamu ini kenapa sih malah membahas masa lalu, bikin pusing saja. Sudahlah


aku akan tidur di kamarku saja.” Kata Raffa, lalu dia pindah ke kamarnya. Kaira


pun menyusulnya.


“Mas mas Raffa jangan marah seperti itu dong, aku kan hanya baik-baik padamu


dan kamu hanya menjawabnya saja. Kamu kenapa sih setiap aku membahas Angel dan


anak itu seperti melarikan diri dan menyembunyikan sesuatu?” Tanya Kaira, namun


Raffa tidak memperdulikan istrinya.


“Aku malas jika kamu bertanya tentang masa lalu, kita sudah sepakat untuk


melupakan masa lalu dan tidak akan pernah membahasnya.” Kata Raffa.


“Pelankan suaramu mas nanti Kei dan Feya bangun.” Kata Kaira.


“Aku tidak akan menjawab pertanyaan tidak masuk akalmu ini, aku ngantuk aku

__ADS_1


mau tidur.” Kata Raffa.


“Maafkan aku mas, aku hanya penasaran saja.” Kata Kaira.


**


Angel pergi ke rumah tante Intan.


“Astaga kamu kehujanan?” Tanya tante Intan.


“Rasya menurunkanku di pinggir jalan.” Kata Angel.


“Lalu kamu kesini tadi naik apa?” Tanya tante Intan sambil menyuruh Angel untuk


masuk kedalam rumah dan menyuruhnya untuk ganti pakaian.


“Aku naik ojek online tante, Kenzo dimana? Apakah dia sudah tidur?” Tanya


Angel.


“Barusan suamimu kesini untuk menjemputnya, tante kira kamu sedang di rumah


atau di rumahnya Kaira. Cepat ganti baju lalu minumlah air hangat ini.” Kata


tante Intan.


“Iya tante, cuma tante yang mengerti aku dan melindungiku.” Kata Angel.


Angel.


“Aku sudah makan tante, suamiku sangat marah padaku karena aku akan


mengungkapkan keberadaan Arabella kepada keluarga besar Raffa termasuk


istrinya.” Kata Angel.


“Jadi kamu masih berusaha untuk melakukannya, biarkan saja. Kasihan


Arabella jika dia tau bahwa ayahnya tidak menghendakinya dan keluarga ayahnya


tidak bisa menerimanya, pasti dia akan semakin bersedih. Lagipula tante sering


mengunjunginya begitu juga denganmu, dia baik-baik saja dan kondisinya sehat


kok. Dia bahkan terlihat hidup bahagia bersama teman-temannya di panti asuhan.”


Kata tante Intan.


“Aku tidak terima tante, bayangkan saja Raffa dan anak-anaknya hidup enak,

__ADS_1


mewah, bahagia bahkan penuh kasih sayang sedangkan Arabella yang juga anak


kandungnya tinggal di panti asuhan, itu tidak adil untuk Arabella tante.” Kata


Angel sambil menangis.


“Sabar sayang, makanya dulu tante sempat tidak setuju ketika kamu dekat


dengannya, inilah akibatnya tapi apa boleh buat semua sudah terjadi. Sekarang


kamu juga sudah hidup berkeluarga dengan orang lain bahkan memiliki Kenzo,


tante tau bagaimana perasaanmu terhadap Arabella tapi jika kamu mengungkapkan


kebenarannya semuanya akan kacau, inilah yang harus kamu tanggung sayang.” Kata


tante Intan sambil memeluk Angel.


“Tekadku sudah bulat tante, aku harus memberitahu Arabella bahwa aku ibunya


dan Raffa adalah ayahnya.” Kata Angel.


“Apakah kamu yakin?” Tanya tante Intan.


“Yakin tante, bantulah aku tante. Aku ingin anak-anakku mendapat kasih


sayang dari kedua orang tuanya.” Kata Angel.


“Arabella tinggal di panti asuhan dan menyembunyikan keberadaannya adalah


keputusan yang paling baik bagi semuanya sayang, coba pikirkan baik-baik.” Kata


tante Intan.


“Coba bayangkan jika anak kandung tante Aira tinggal di panti asuhan tanpa


mendapat kasih sayang orang tua, apa yang akan tante lakukan? Apakah tante


tega?” Tanya Angel.


“Astaga, jangan berkata seperti itu, tentu saja tante tidak tega.” Kata


tante Intan.


“Makanya tante harus bantu aku.” Kata Angel.


 


 

__ADS_1


Info :


Jangan lupa mampir ke ceritaku yang lain ya, judulnya Menua Bersamamu. Terima kasih.


__ADS_2