Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 71


__ADS_3

Kaira


bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia, dia menyiapkan semua barangnya yang


akan dibawa pulang. Sedangkan Arabella turut membantunya.


“Banyak sekali


barang milik mami.” Kata Arabella.


“Ya mau


bagaimana lagi, kamu juga malah mengajak mami belanja.” Kata Kaira.


“Ya kapan lagi


kita bisa belanja bersama.” Kata Arabella.


“Betul sekali,


kamu yakin tidak mau ikut pergi juga?” Tanya Kaira.


“Tidak ma, harus


berapa kali aku bicara agar mami bisa mengerti.” Kata Arabella.


“Iya maaf jika


mami memaksamu. Soalnya semua keluarga kita akan hadir sayang, mami sedih


karena ada satu anak mami yang tidak bisa hadir.” Kata Kaira.


“Jika mami ada


di posisiku apakah mami akan hadir? Apakah mami akan hadir di acara pesta yang


digelar oleh bunda Viona seandainya dia masih hidup. Aku yakin mami tidak akan


hadir.” Kata Arabella.


“Iya sayang


maafkan mami, mami tidak akan memaksamu kembali.” Kata Kaira.


“Ayo kita


berangkat sekarang.” Kata Arabella.


“Iya, tunggu


sebentar mami ambil tas dulu dikamar.” Kata Kaira.


Setibanya di


bandara, Kaira dan Arabella segera turun.


“Rasanya baru


kemarin mami tiba tapi sekarang sudah harus kembali.” Kata Kaira.


“Mami bisa

__ADS_1


kesini kapanpun yang mami inginkan kok.” Kata Arabella.


“Mami masih


ingin disini denganmu.” Kata Kaira.


“Tapi mami juga


harus kembali, kasian papi sendirian disana, pasti papi sangat kesepian.” Kata


Arabella.


“Iya benar, papi


sering sekali menelfon atau melakukan panggilan video dengan mami.” Kata Kaira.


“Lain kali


datanglah bersama papi agar papi tidak kesepian disana.” Kata Arabella.


“Pasti sayang,


mami pergi dulu ya. Jaga dirimu dengan baik dan kabari mami jika atasanmu


mengajakmu berkencan hehe.” Kata Kaira.


“Astaga mami


kenapa bicara sembarangan seperti itu, aku dan dia hanyalah sebatas atasan dan


bawahan saja kok.” Kata Arabella.


tidak ada yang tau loh, mami pergi dulu ya.” Kata Kaira.


“Hati-hati ya


mami.” Kata Kaira.


“Oh iya mami


memberikan sesuatu untukmu di meja kamarmu, semoga kamu tidak membenci mami ya


setelah membukanya.” Kata Kaira lalu dia segera pergi sedangkan Arabella


kembali ke apartemennya.


Setibanya di


apartemen, dia segera menuju ke kamarnya untuk melihat apa yang diberikan oleh


Kaira. Dan ternyata Kaira memberikan sebuah amplop yang berisi tiket pesawat ke


Indonesia keesokan harinya.


“Mami berharap


kamu bisa datang, tapi semua keputusan ada di tanganmu. I love you.”


“Sebenarnya aku


ingin datang tapi aku juga masih sangat kesal dengan mereka berdua. Haruskah

__ADS_1


aku pergi atau haruskah aku tetap disini?” Tanya Arabella dalam hati.


**


Keesokan paginya,


akhirnya Arabella memutuskan untuk terbang ke Indonesia. Hari itu dia mengambil


cuti sehingga dia tidak masuk kerja. Dia segera pergi ke bandara, setibanya di


bandara Daniel menelfon Arabella.


“Hallo kamu


dimana?” Tanya Daniel.


“Saya sedang di


bandara, saya harus pergi ke Indonesia pak.” Kata Arabella.


“Ada apa


memangnya?” Tanya Daniel.


“Ibu saya


mengundang saya untuk hadir di acara ulang tahun adik saya. Ibu saya juga telah


membelikan tiket pesawat untuk saya.” Kata Arabella.


“Kamu yakin


datang kesana? Apakah kamu akan baik-baik saja setelah hadir di acara itu? Saya


khawatir denganmu.” Kata Daniel.


“Saya akan


baik-baik saja pak. Terima kasih telah mengkhawatirkan saya sebelumnya.” Kata


Arabella.


“Baiklah kalau


begitu, saya akan memberimu ijin. Kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungi


saya.” Kata Daniel.


“Baik pak,


terima kasih banyak.” Kata Arabella.


 


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman pembaca biar author makin cepat update nya.


Jangan lupa juga mampir ke novel terbaruku yang berjudul "Taerpaut Usia 15 Tahun". Ditunggu like nya, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2