
Kaira
bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia, dia menyiapkan semua barangnya yang
akan dibawa pulang. Sedangkan Arabella turut membantunya.
“Banyak sekali
barang milik mami.” Kata Arabella.
“Ya mau
bagaimana lagi, kamu juga malah mengajak mami belanja.” Kata Kaira.
“Ya kapan lagi
kita bisa belanja bersama.” Kata Arabella.
“Betul sekali,
kamu yakin tidak mau ikut pergi juga?” Tanya Kaira.
“Tidak ma, harus
berapa kali aku bicara agar mami bisa mengerti.” Kata Arabella.
“Iya maaf jika
mami memaksamu. Soalnya semua keluarga kita akan hadir sayang, mami sedih
karena ada satu anak mami yang tidak bisa hadir.” Kata Kaira.
“Jika mami ada
di posisiku apakah mami akan hadir? Apakah mami akan hadir di acara pesta yang
digelar oleh bunda Viona seandainya dia masih hidup. Aku yakin mami tidak akan
hadir.” Kata Arabella.
“Iya sayang
maafkan mami, mami tidak akan memaksamu kembali.” Kata Kaira.
“Ayo kita
berangkat sekarang.” Kata Arabella.
“Iya, tunggu
sebentar mami ambil tas dulu dikamar.” Kata Kaira.
Setibanya di
bandara, Kaira dan Arabella segera turun.
“Rasanya baru
kemarin mami tiba tapi sekarang sudah harus kembali.” Kata Kaira.
“Mami bisa
__ADS_1
kesini kapanpun yang mami inginkan kok.” Kata Arabella.
“Mami masih
ingin disini denganmu.” Kata Kaira.
“Tapi mami juga
harus kembali, kasian papi sendirian disana, pasti papi sangat kesepian.” Kata
Arabella.
“Iya benar, papi
sering sekali menelfon atau melakukan panggilan video dengan mami.” Kata Kaira.
“Lain kali
datanglah bersama papi agar papi tidak kesepian disana.” Kata Arabella.
“Pasti sayang,
mami pergi dulu ya. Jaga dirimu dengan baik dan kabari mami jika atasanmu
mengajakmu berkencan hehe.” Kata Kaira.
“Astaga mami
kenapa bicara sembarangan seperti itu, aku dan dia hanyalah sebatas atasan dan
bawahan saja kok.” Kata Arabella.
tidak ada yang tau loh, mami pergi dulu ya.” Kata Kaira.
“Hati-hati ya
mami.” Kata Kaira.
“Oh iya mami
memberikan sesuatu untukmu di meja kamarmu, semoga kamu tidak membenci mami ya
setelah membukanya.” Kata Kaira lalu dia segera pergi sedangkan Arabella
kembali ke apartemennya.
Setibanya di
apartemen, dia segera menuju ke kamarnya untuk melihat apa yang diberikan oleh
Kaira. Dan ternyata Kaira memberikan sebuah amplop yang berisi tiket pesawat ke
Indonesia keesokan harinya.
“Mami berharap
kamu bisa datang, tapi semua keputusan ada di tanganmu. I love you.”
“Sebenarnya aku
ingin datang tapi aku juga masih sangat kesal dengan mereka berdua. Haruskah
__ADS_1
aku pergi atau haruskah aku tetap disini?” Tanya Arabella dalam hati.
**
Keesokan paginya,
akhirnya Arabella memutuskan untuk terbang ke Indonesia. Hari itu dia mengambil
cuti sehingga dia tidak masuk kerja. Dia segera pergi ke bandara, setibanya di
bandara Daniel menelfon Arabella.
“Hallo kamu
dimana?” Tanya Daniel.
“Saya sedang di
bandara, saya harus pergi ke Indonesia pak.” Kata Arabella.
“Ada apa
memangnya?” Tanya Daniel.
“Ibu saya
mengundang saya untuk hadir di acara ulang tahun adik saya. Ibu saya juga telah
membelikan tiket pesawat untuk saya.” Kata Arabella.
“Kamu yakin
datang kesana? Apakah kamu akan baik-baik saja setelah hadir di acara itu? Saya
khawatir denganmu.” Kata Daniel.
“Saya akan
baik-baik saja pak. Terima kasih telah mengkhawatirkan saya sebelumnya.” Kata
Arabella.
“Baiklah kalau
begitu, saya akan memberimu ijin. Kalau ada apa-apa kamu bisa menghubungi
saya.” Kata Daniel.
“Baik pak,
terima kasih banyak.” Kata Arabella.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman pembaca biar author makin cepat update nya.
Jangan lupa juga mampir ke novel terbaruku yang berjudul "Taerpaut Usia 15 Tahun". Ditunggu like nya, terima kasih.
__ADS_1