
Flashback sebelum Ha Joon dibawa
ke rumah sakit.
Saat Ha Joon mengalami
kecelakaan, Seok Kyung menelfon ambulan untuk membawa Ha Joon ke rumah sakit,
namun dia tidak ikut ke rumah sakit karena tidak ingin disalahkan oleh ayahnya.
Setelah Ha Joon tiba di rumah sakit, barulah pihak rumah sakit yang menelfon
keluarga Ji Yong. Sesaat setelah itu, barulah Ji Yong, Abel dan Seok Kyung
datang bersamaan. Tentu saja Ji Yong memarahi Abel karena Abel yang mengantar
Ha Joon ke sekolahnya.
Dirumah sakit.
“Kenapa dia bisa kecelakaan? Aku menyuruhmu
untuk menjaga dia dengan baik tapi kenapa kamu bisa tidak tau kalau dia sedang
kecelakaan seperti ini, jika terjadi sesuatu yang buruk pada Ha Joon, lihat
saja hukuman yang akan aku berikan padamu.” Kata Ji Yong kepada Abel.
“Tadi aku mengantarnya ke sekolah
karena hari ini dia ada acara diluar kelas, jadi aku tidak tau jika dia
mengalami kecelakaan seperti ini.” Kata Abel.
“Lalu kenapa dia bisa kecelakaan
di tempat lain? Bukankah dia seharusnya berada di sekolah? Seharusnya kamu
memastikan dia sampai benar-benar masuk kelas, kamu adalah ibunya.” Kata Ji
Yong.
“Gurunya bahkan tidak mengatakan
apapun kepadaku.” Kata Abel.
“Tapi gurunya mengatakan bahwa
ibunya telah menjemputnya dan dia ijin tidak ikut kegiatan diluar kelas,
bagaimana kamu akan menjelaskannya? Apa jangan-jangan kamu ingin mencelakai
anakku?” Tanya Ji Yong.
“Apa kamu bilang? Aku tidak ada
pikiran seperti itu mas, lebih baik kita tanyakan saja pada Ha Joon apa yang
sebenarnya terjadi.” Kata Abel.
“Dia masih sakit, kamu tega
menanyakan hal itu pada Ha Joon? Memang dia tidak bisa menjaga Ha Joon dengan
baik pa. Sejak awal dia memang tidak menyukaiku dan Ha Joon, buktinya dia yang
melaporkanku ke sekolah.” Kata Seok Kyung.
“Akhirnya dia kena marah papa, Seok
Kyung kamu benar-benar sangat pintar. Untung saja tadi aku menutup mulut
gurunya Ha Joon jadi si Abel yang kena hahaha.” Kata Seok Kyung dalam hati.
**
Abel menelfon supir pribadi Seok
Kyung.
“Hallo pak, kamu dimana
sekarang?” Tanya Abel.
“Saya dirumah nyonya, ada apa
nyonya?” Tanya supir.
“Tadi kamu bersama Seok Kyung
kan? Apakah tadi dia pergi bersama Ha Joon?” Tanya Abel.
“Tidak nyonya, hari ini saya
__ADS_1
hanya mengantarkan nona Seok Kyung pergi ke rumah ibunya saja.” Kata supir.
“Apakah kamu yakin dia menemui
ibunya? Sepertinya dia menemui Ha Joon dan mengajaknya keluar.” Kata Abel.
“Saya tidak tau kalau masalah itu
nyonya.” Kata supir.
“Baiklah kalau begitu, terima
kasih.” Kata Abel.
“Jadi kamu menuduhku?” Tanya Seok
Kyung, dia mendnegar pembicaraan Abel.
“Tentu saja, Ha Joon selalu
menelfonku jika ingin pergi ke suatu tempat. Tiba-tiba dia pergi begitu saja
tanpa menelfonku, jujurlah padaku apakah kamu yang mengajak Ha Joon keluar?”
Tanya Abel.
“Jadi kamu sedang menuduhku? Kamu
menuduhku kalau aku penyebab kecelakaannya Ha Joon?” Tanya Seok Kyung.
“Adikmu terluka, pasti kamu yang
menjemput Ha Joon dan mengajaknya keluar kan?” Tanya Abel kesal.
“Aku memang mengajaknya keluar
karena permintaan seseorang, ada seseorang yang ingin menemuiku dan Ha Joon,
dia adalah Viona. Dia memberitahuku dan Ha Joon tentang keluargamu, lalu Ha
Joon syok mendengarnya dan dia tidak menyangka akhirnya dia berlari dan sayang
sekali dia mengalami kecelakaan. Jadi siapakah penyebab kecelakaannya Ha Joon?
Tentu saja kamu.” Bisik Seok Kyung.
“Apa?” Tanya Abel sambil
meneteskan air matanya.
bersalah pada keluarga barunya.
“Tunggu.” Kata Abel.
“Apakah kamu akan mengatakannya
pada papa kamu tentang aku?” Tanya Abel.
“Tergantung bagaimana caramu
memperlakukanku dan adikku, sekarang aku sangat lega karena memiliki
kelemahanmu.” Kata Seok Kyung sambil tersenyum pada Abel.
“Apa maumu?” Tanya Abel.
“Jangan ikut campur dengan
urusanku dan mundurlah dari jabatan direktur di sekolahku maupun di rumah sakit
milik keluarga besarku.” Kata Seok Kyung.
“Apakah dengan aku mundur, kamu
tidak akan mengatakannya pada papa kamu? Lalu bagaimana dengan Ha Joon? Bisakah
kamu menjamin hal itu?” Tanya Abel.
“Serahkan padaku, saat ini Ha
Joon sangat membencimu pastinya dan dia hanya akan menuruti semua perkataanku.”
Kata Seok Kyung.
“Baiklah, aku akan menurutimu.” Kata
Abel.
“Terima kasih mama hahahaha,
lebih baik kamu seperti itu jika ingin bertahan dirumah itu dan menjadi istri
papaku.” Kata Seok Kyung sambil memeluk Abel.
__ADS_1
Kemudian Seok Kyung pergi
menghampiri ayah dan adiknya.
“Ha Joon sudah sadar pa?” Tanya
Seok Kyung.
“Sudah.” Kata Ji Yong.
“Ha Joon sayang.” Kata Abel
sambil memeluk Ha Joon.
“Aku ingin bibi Kang yang
menjagaku, lepaskan aku.” Kata Ha Joon.
“Biar mama yang menjagamu ya.”
Kata Abel.
“Aku tidak mau.” Kata Ha Joon.
“Lebih baik kamu pergi saja dari
sini karena Ha Joon tidak ingin kamu ada disini.” Kata Seok Kyung kepada Abel.
**
Satu bulan kemudian. Keluarga Ji
Yong sedang sarapan bersama di meja makan.
“Mas, aku telah menemukan guru
tutor untuk Seok Kyung.” Kata Abel.
“Kamu yakin dia guru tutor
terbaik?” Tanya Seok Kyung.
“Tentu saja, dia bahkan telah
memiliki banyak pengalaman mengajar di luar negeri. Aku yakin dia akan
mengajarimu dengan baik.” Kata Abel.
“Bawa dia ke rumah, kapan dia
bisa mulai mengajar?” Tanya Ji Yong.
“Hari ini juga mas.” Kata Abel.
“Baiklah, terima saja dia, jika
tidak cocok papa akan mencarikanmu.” Kata Ji Yong.
“Baiklah.” Kata Seok Kyung.
Siang harinya, guru tutor Seok
Kyung tiba di rumah.
“Silahkan duduk.” Kata Abel.
“Terima kasih, perkenalkan namaku
Ami, Choi Ami.” Kata Ami.
“Aku dengar kamu telah
menyelesaikan S1 kamu di usia yang masih sangat muda ya.” Kata Abel.
“Iya.” Kata Ami.
“Mari ikut saya, mohon bantuannya
ya. Dia memang sedikit keras kepala dan sombong jadi mohon kesabarannya
menghadapi dia. Tolong laporkan perkembangannya padaku dan perhatikan dia serta
awasi dia dengan baik.” Kata Abel.
“Tentu saja, anda masih terlihat
sangat muda untuk seorang ibu yang memiliki anak SMA.” Kata Ami.
“Dia anak tiriku.” Bisik Abel.
“Oh begitu.” Kata Ami.
Abel mengantarkan Ami ke kamar
__ADS_1
Seok Kyung.