Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 25


__ADS_3

Flashback sebelum Ha Joon dibawa


ke rumah sakit.


Saat Ha Joon mengalami


kecelakaan, Seok Kyung menelfon ambulan untuk membawa Ha Joon ke rumah sakit,


namun dia tidak ikut ke rumah sakit karena tidak ingin disalahkan oleh ayahnya.


Setelah Ha Joon tiba di rumah sakit, barulah pihak rumah sakit yang menelfon


keluarga Ji Yong. Sesaat setelah itu, barulah Ji Yong, Abel dan Seok Kyung


datang bersamaan. Tentu saja Ji Yong memarahi Abel karena Abel yang mengantar


Ha Joon ke sekolahnya.


Dirumah sakit.


 “Kenapa dia bisa kecelakaan? Aku menyuruhmu


untuk menjaga dia dengan baik tapi kenapa kamu bisa tidak tau kalau dia sedang


kecelakaan seperti ini, jika terjadi sesuatu yang buruk pada Ha Joon, lihat


saja hukuman yang akan aku berikan padamu.” Kata Ji Yong kepada Abel.


“Tadi aku mengantarnya ke sekolah


karena hari ini dia ada acara diluar kelas, jadi aku tidak tau jika dia


mengalami kecelakaan seperti ini.” Kata Abel.


“Lalu kenapa dia bisa kecelakaan


di tempat lain? Bukankah dia seharusnya berada di sekolah? Seharusnya kamu


memastikan dia sampai benar-benar masuk kelas, kamu adalah ibunya.” Kata Ji


Yong.


“Gurunya bahkan tidak mengatakan


apapun kepadaku.” Kata Abel.


“Tapi gurunya mengatakan bahwa


ibunya telah menjemputnya dan dia ijin tidak ikut kegiatan diluar kelas,


bagaimana kamu akan menjelaskannya? Apa jangan-jangan kamu ingin mencelakai


anakku?” Tanya Ji Yong.


“Apa kamu bilang? Aku tidak ada


pikiran seperti itu mas, lebih baik kita tanyakan saja pada Ha Joon apa yang


sebenarnya terjadi.” Kata Abel.


“Dia masih sakit, kamu tega


menanyakan hal itu pada Ha Joon? Memang dia tidak bisa menjaga Ha Joon dengan


baik pa. Sejak awal dia memang tidak menyukaiku dan Ha Joon, buktinya dia yang


melaporkanku ke sekolah.” Kata Seok Kyung.


“Akhirnya dia kena marah papa, Seok


Kyung kamu benar-benar sangat pintar. Untung saja tadi aku menutup mulut


gurunya Ha Joon jadi si Abel yang kena hahaha.” Kata Seok Kyung dalam hati.


**


Abel menelfon supir pribadi Seok


Kyung.


“Hallo pak, kamu dimana


sekarang?” Tanya Abel.


“Saya dirumah nyonya, ada apa


nyonya?” Tanya supir.


“Tadi kamu bersama Seok Kyung


kan? Apakah tadi dia pergi bersama Ha Joon?” Tanya Abel.


“Tidak nyonya, hari ini saya

__ADS_1


hanya mengantarkan nona Seok Kyung pergi ke rumah ibunya saja.” Kata supir.


“Apakah kamu yakin dia menemui


ibunya? Sepertinya dia menemui Ha Joon dan mengajaknya keluar.” Kata Abel.


“Saya tidak tau kalau masalah itu


nyonya.” Kata supir.


“Baiklah kalau begitu, terima


kasih.” Kata Abel.


“Jadi kamu menuduhku?” Tanya Seok


Kyung, dia mendnegar pembicaraan Abel.


“Tentu saja, Ha Joon selalu


menelfonku jika ingin pergi ke suatu tempat. Tiba-tiba dia pergi begitu saja


tanpa menelfonku, jujurlah padaku apakah kamu yang mengajak Ha Joon keluar?”


Tanya Abel.


“Jadi kamu sedang menuduhku? Kamu


menuduhku kalau aku penyebab kecelakaannya Ha Joon?” Tanya Seok Kyung.


“Adikmu terluka, pasti kamu yang


menjemput Ha Joon dan mengajaknya keluar kan?” Tanya Abel kesal.


“Aku memang mengajaknya keluar


karena permintaan seseorang, ada seseorang yang ingin menemuiku dan Ha Joon,


dia adalah Viona. Dia memberitahuku dan Ha Joon tentang keluargamu, lalu Ha


Joon syok mendengarnya dan dia tidak menyangka akhirnya dia berlari dan sayang


sekali dia mengalami kecelakaan. Jadi siapakah penyebab kecelakaannya Ha Joon?


Tentu saja kamu.” Bisik Seok Kyung.


“Apa?” Tanya Abel sambil


meneteskan air matanya.


bersalah pada keluarga barunya.


“Tunggu.” Kata Abel.


“Apakah kamu akan mengatakannya


pada papa kamu tentang aku?” Tanya Abel.


“Tergantung bagaimana caramu


memperlakukanku dan adikku, sekarang aku sangat lega karena memiliki


kelemahanmu.” Kata Seok Kyung sambil tersenyum pada Abel.


“Apa maumu?” Tanya Abel.


“Jangan ikut campur dengan


urusanku dan mundurlah dari jabatan direktur di sekolahku maupun di rumah sakit


milik keluarga besarku.” Kata Seok Kyung.


“Apakah dengan aku mundur, kamu


tidak akan mengatakannya pada papa kamu? Lalu bagaimana dengan Ha Joon? Bisakah


kamu menjamin hal itu?” Tanya Abel.


“Serahkan padaku, saat ini Ha


Joon sangat membencimu pastinya dan dia hanya akan menuruti semua perkataanku.”


Kata Seok Kyung.


“Baiklah, aku akan menurutimu.” Kata


Abel.


“Terima kasih mama hahahaha,


lebih baik kamu seperti itu jika ingin bertahan dirumah itu dan menjadi istri


papaku.” Kata Seok Kyung sambil memeluk Abel.

__ADS_1


Kemudian Seok Kyung pergi


menghampiri ayah dan adiknya.


“Ha Joon sudah sadar pa?” Tanya


Seok Kyung.


“Sudah.” Kata Ji Yong.


“Ha Joon sayang.” Kata Abel


sambil memeluk Ha Joon.


“Aku ingin bibi Kang yang


menjagaku, lepaskan aku.” Kata Ha Joon.


“Biar mama yang menjagamu ya.”


Kata Abel.


“Aku tidak mau.” Kata Ha Joon.


“Lebih baik kamu pergi saja dari


sini karena Ha Joon tidak ingin kamu ada disini.” Kata Seok Kyung kepada Abel.


**


Satu bulan kemudian. Keluarga Ji


Yong sedang sarapan bersama di meja makan.


“Mas, aku telah menemukan guru


tutor untuk Seok Kyung.” Kata Abel.


“Kamu yakin dia guru tutor


terbaik?” Tanya Seok Kyung.


“Tentu saja, dia bahkan telah


memiliki banyak pengalaman mengajar di luar negeri. Aku yakin dia akan


mengajarimu dengan baik.” Kata Abel.


“Bawa dia ke rumah, kapan dia


bisa mulai mengajar?” Tanya Ji Yong.


“Hari ini juga mas.” Kata Abel.


“Baiklah, terima saja dia, jika


tidak cocok papa akan mencarikanmu.” Kata Ji Yong.


“Baiklah.” Kata Seok Kyung.


Siang harinya, guru tutor Seok


Kyung tiba di rumah.


“Silahkan duduk.” Kata Abel.


“Terima kasih, perkenalkan namaku


Ami, Choi Ami.” Kata Ami.


“Aku dengar kamu telah


menyelesaikan S1 kamu di usia yang masih sangat muda ya.” Kata Abel.


“Iya.” Kata Ami.


“Mari ikut saya, mohon bantuannya


ya. Dia memang sedikit keras kepala dan sombong jadi mohon kesabarannya


menghadapi dia. Tolong laporkan perkembangannya padaku dan perhatikan dia serta


awasi dia dengan baik.” Kata Abel.


“Tentu saja, anda masih terlihat


sangat muda untuk seorang ibu yang memiliki anak SMA.” Kata Ami.


“Dia anak tiriku.” Bisik Abel.


“Oh begitu.” Kata Ami.


Abel mengantarkan Ami ke kamar

__ADS_1


Seok Kyung.


__ADS_2