
“Sudah sampai, nanti langsung tidur ya.” Kata Raffa. Namun Kaira tertidur didalam mobil.
“Kapan tidurnya kok aku tidak tahu ya, bangun dong hei hei bangun uda sampai nih.”
Raffa membangunkan Kaira namun Kaira tidak bangun.
“Haruskah aku
menggendongmu kedalam atau haruskah aku membangunkanmu lebih keras? Tapi
sepertinya kau tertidur sangat pulas, pasti dia kelelahan.” Kata Raffa.
Akhirnya dia menggendong Kaira dan membawanya masuk kedalam apartemen. Lalu
merebahkannya kedalam kamarnya dengan perlahan karena takut Kaira terbangun.
Setelah itu Raffa segera keluar kamar namun tangan Kaira menarik tangan Raffa
dan dia mengigau.
“Jangan tinggalkan aku, aku merindukanmu.”
Raffa hanya
tersenyum mendengarnya, akhirnya Raffa menjaga Kaira disamping ranjang dan
Raffa tetap terjaga hingga keesokan harinya. Dalam hatinya, “Aku tidak boleh tertidur, kalau aku tertidur
bisa gawat bisa-bisa aku sudah melakukannya, aku harus menahannya. Lagipula aku
juga tidak ingin melakukan hal itu jika dia sedang tertidur kan jadi tidak seru
dan tidak romantis haha.”
**
Keesokan paginya, Kaira terbangun dan kaget karena disampingnya ada Raffa dengan
wajahnya yang terlihat kelelahan dan menyeramkan karena cemberut.
“Aaaaaa sedang apa kau disini?” Tanya Kaira.
“Apa kau tidak sadar dengan kejadian semalam?” Tanya Raffa dengan wajah menyebalkan.
“Memangnya apa yang terjadi? Kau tidak melakukannya kan? Kau apakan aku haa?” Teriak Kaira.
__ADS_1
“Sorry ya, aku tidak mau melakukannya jika kau tertidur.” Kata Raffa.
“Lalu kenapa kau disini?” Tanya Kaira.
“Apa kau benar-benar tidak ingat apapun?” Tanya Raffa.
“Tidak, tapi pakaian ku masih lengkap sih bahkan masih memakai gaun ini. Terimakasih ya kau
masih bisa menahannya.” Kata Kaira sambil tersenyum.
“Kau kejam, aku sangat tersiksa. Sepertinya aku salah membelikanmu gaun itu, aku benar-benar tidak
tahan melihatnya.” Kata Raffa.
“Hahaha, pantas saja selimut ini hampir menutupi muka ku.” Jawab Kaira.
“Ya iya lah kalau aku tidak menutupimu dengan selimut mungkin aku sudah melakukannya
meskipun kau tertidur.” Jawab Raffa, Kaira hanya tersenyum.
“Hari ini aku yang masak ya.” Kata Kaira.
“Boleh deh.” Jawab Raffa.
“Hari ini ke kantor jam berapa?” Tanya Kaira.
Lalu Kaira segera menuju dapur untuk memasak sarapan.
“Mas, sarapan yuk. Uda siap nih sarapannya.” Panggil Kaira.
“Iya. Masak apa?” Tanya Raffa.
“Aku masak dengan bahan yang ada di kulkas sih. Jadi aku hanya masak nasi goreng saja.”
Kata Kaira.
“Aku mau di suapin dong.” Rengek Raffa.
“Manja banget ya.” Kata Kaira sambil menyuapi Raffa makanan.
“Enak banget.” Kata Raffa.
“Memangnya istri pertamamu dulu tidak pernah memasak untukmu?” Tanya Kaira.
“Ya pernah namun tidak seenak buatanmu. Karena dia lebih suka masakan western jadi dia
lebih sering masak masakan western.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan Angel?” Tanya Kaira.
“Haruskah kau membahas masa lalu?” Tanya Raffa.
“Jawab saja.” Kata Kaira.
“Dia tidak bisa memasak, pernah dia memasak steak, ternyata dia pesan di restoran.” Jawab Raffa.
“Jadi masakanku yang paling enak?” Tanya Kaira.
“Jelas dong, kalau begini kan aku jadi makin betah dirumah. Oh ya besok lusa aku akan
mengurus berkas untuk pernikahan kita, setelah itu kita foto pre wedding ya. Aku
akan usahakan agar bisa beres secepatnya, kalau pun tidak bisa cepat mungkin
paling lama bulan depan kita baru bisa menikah. Kau tidak keberatan kan?” Tanya
Raffa.
“Sama sekali tidak mas.” Jawab Kaira.
“Oh ya nanti siang kita makan siang bersama ya. Aku tunggu di restoranku bagaimana?” Tanya Raffa.
“Ok, nanti aku akan kesana.” Jawab Kaira.
“Aku jadi tidak sabar.” Kata Raffa.
“Haha sekarang kan kita juga sedang sarapan bersama.” Jawab Kaira.
“Karena aku tidak ingin berpisah denganmu bahkan kalau bisa aku ingin terus bersamamu. Makanya
aku sedih pergi kerja meninggalkanmu.” Kata Raffa.
“Sini aku peluk.” Kata Kaira sambil memeluk Raffa.
“Aku mencintaimu dari lubuk hatiku yang paling dalam, benar-benar sangat
mencintaimu.” Kata Raffa.
“Auuu sakit mas, kau terlalu kencang memelukku. Uda ah kau harus berangkat kerja sekarang. Semangat
bekerja pokoknya.” Kata Kaira.
“Aku masih ingin bersamamu.” Rengek Raffa.
“Cepat sana berangkat, nanti aku kesana kok.” Kata Kaira.
__ADS_1