
Kasih bersiap-siap untuk tidur, sebelumnya dia membuatkan minuman hangat untuk suaminya.
“Mas ini buat kamu.” Kata Kasih.
“Apa ini?” Tanya Rey.
“Air madu jahe hangat mas, ini bagus untuk kesehatan.” Kata Kasih.
“Wah terima kasih istriku, aku minum dulu ya.” Kata Rey.
“Habiskan ya mas.” Kata Kasih.
“Iya sayang, enak sekali rasanya.” Kata Rey. Setelah menghabiskan minuman tersebut, Rey memeluk istrinya dari belakang.
“Sayang.” Kata Rey.
“Aku lelah mas mau istirahat, lepaskan aku.” Kata Kasih, dia masih terbawa emosi setelah menerima telfon dari Aura.
“Kok kamu seperti ini sih sama suami, dosa loh menolak permintaan suami.” Kata Rey.
“Tadi Aura menelfon di ponsel kamu mas, dan aku yang menerimanya.” Kata Kasih.
“Apa yang dia katakan?” Tanya Rey.
__ADS_1
“Dia masih mengharapkanmu mas, aku takut mas aku sangat takut sampai aku tidak bisa mengendalikan emosiku.” Kata Kasih.
“Sayang aku kan sudah bilang kepadamu bahwa saat ini akulah suamimu dan kamulah istrimu, aku dan dia sudah tidak ada lagi hubungan apapun, dia akan menikah dengan laki-laki pilihan ibunya.” Kata Rey.
“Pasti itu hanya pelampiasannya saja mas, aku sangat takut kalau kamu akan kembali lagi padanya, aku tidak mau hal itu terjadi mas.” Kata Kasih.
“Sini mas peluk.” Kata Rey mengulurkan tangannya ke arah istrinya dan Kasih pun mau dipeluk kembali oleh suaminya.
“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang, aku mencintaimu.” Kata Rey.
“Janji ya mas.” Kata Kasih.
“Tentu saja sayang, oh iya ini malam jumat kan?” Tanya Rey.
“Iya mas, kenapa memangnya?” Tanya Kasih.
“Kan kemarin lusa sudah sayang.” Kata Kasih.
“Ya lagi lah sayang, katanya kamu ingin punya anak?” Tanya Rey.
“Memangnya kamu tidak ingin memiliki anak juga mas? Bukankah rumah tangga akan jauh lebih lengkap jika ada seorang bayi dirumah ini.” Kata Kasih.
“Tentu saja aku sangat ingin memiliki keturunan, ayo kita buat sekarang, lepas bajumu.” Goda Rey.
__ADS_1
“Tunggu dulu mas, kamu keluar dulu ya mas aku mau ganti baju dinas hehe.” Kata Kasih malu-malu.
“Baju dinas apa?” Tanya Rey.
“Nanti kamu tau sendiri kok mas, cepat keluar dulu.” Kata Kasih. Akhirnya Rey pun keluar dari kamar dan Kasih segera mengganti pakaian dinasnya yaitu lingerie. Tak lama kemudian, Kasih keluar mengenakan lingerie dan betapa terkejutnya Rey saat melihat istrinya mengenakan baju tersebut.
“Hai mas.” Kata Kasih sambil mengedipkan matanya ke arah suaminya.
“Astaga sayang, ini benar kamu? Aku kaget sekali melihatmu mengenakan pakaian seksi, aku kira kamu tidak mengenal pakaian seperti ini karena kamu selalu memakai hijab.” Kata Rey.
“Diluar rumah aku memakai hijab mas tapi kalau didalam rumah apalagi di kamar aku memakai pakaian seperti ini dan hanya di depanmu saja mas karena kamu adalah suamiku.” Kata Kasih tersipu malu.
“Lets go sayang, ayo kita bikin anak hahaha.” Kata Rey sambil menggendong istrinya sambil mencium mesra istrinya.
“Ah aaaaa pelan-pelan mas gendongnya, aku kan kaget mas.” Teriak Kasih.
“Malam ini kita harus lakukan berbagai macam gaya.” Kata Rey.
“Aku mencintaimu mas.” Kata Kasih sambil melepas pakaian suaminya.
“Aku juga sangat mencintaimu sayang.” Kata Rey sambil meremas milik istrinya sampai istrinya berteriak karena kaget dan keasyikan.
“Aduh mas pelan-pelan dong mas, aku kan kaget.” Kata Kasih.
__ADS_1
“Tapi enak kan?” Tanya Rey.
“Enak mas.” Kata Kasih sambil cekikikan.