
Rasya masuk kedalam rumah dan
memarahi Angel.
“Apa yang sedang kau rencanakan
dengan tantemu? Apa kau akan menyelakai Kaira dan bayinya?” Tanya Rasya.
“Jadi kau curiga denganku? Aku
sama sekali tidak ada maksud buruk dengan Kaira.” Kata Angel.
“Tapi aku curiga dengan tantemu.”
Kata Rasya.
“Sudahlah mas, tidak perlu ikut
campur dengan urusan Kaira dan keluarganya. Mereka berhak memilih dengan siapa
mereka mempercayakan dokternya. Justru aku senang kalau ternyata Kaira memilih
tanteku sendiri sebagai dokter kandungannya.” Kata Angel.
“Awas saja kalau sampai terjadi
hal buruk padanya aku akan menuntutmu dan juga tantemu.” Kata Rasya.
“Kalau kau berhasil
membuktikannya aku akan menerimanya. Tapi ingat kau juga menyembunyikan hal itu
dari Raffa dan istrinya, otomatis keluarga dia akan murka padamu.” Ancam Angel.
“Dasar kau wanita ular, aku
menyesal menikahimu.” Kata Rasya.
“Aku juga menyesal menikahimu,
harusnya dulu aku bertahan saja dengan Raffa daripada denganmu yang miskin
sekarang.” Kata Angel.
“Kau berani berkata begitu kepada
suamimu?” Tanya Rasya.
“Kau yang memulai ini semua,
kalau kau diam dan tidak berkata hal aneh kepada Raffa semua akan baik-baik
saja. Lagipula kau lihat sendiri kan tadi Raffa dan istrinya sangat percaya dengan
dokter Intan.” Kata Angel.
“Jangan kau melakukan hal buruk
kepada Kaira dan bayinya.” Kata Rasya.
“Kenapa? Kau masih menyukainya?
Atau kau menyesal karena tidak sempat tidur dengannya?” Kata Angel. Lalu Rasya
menampar istrinya dengan keras.
“Kau berani menamparku? Kau sama
__ADS_1
saja dengan kakakmu suka menampar wanita.” Kata Angel.
“Apa kau bilang? Aku berbeda
dengannya.” Kata Rasya.
“Kau sama saja dengan kakakmu
suka mempermainkan wanita. Apalagi kau menyukai istri kakak sendiri. Satu
keluarga tidak ada yang benar.” Kata Angel.
“Kurang ajar sekali kau, berani
berbicara seperti itu.” Kata Rasya lalu menampar istrinya namun Angel berhasil
menghindarinya. Lalu dia pergi kedalam kamarnya dan menguncinya, sedangkan
Rasya menggedor pintu untuk menyuruh membukanya.
“Hei buka pintunya, cepat buka
pintu sekarang juga.” Kata Rasya.
“Papa kenapa?” Tanya Kenzo.
“Tidak apa-apa kok, Kenzo masuk
kedalam kamar dulu saja ya.” Kata Rasya.
Kemudian Angel membuka pintunya
dan membawa anaknya masuk kamarnya.
“Kenzo masuk, hari ini sama mama
terjepit.
“Auuuuuuu jariku.” Teriak Angel.
“Mama, mama kenapa. Papa jahat
kasihan jarinya mama.” Kata Kenzo sambil menangis.
“Papa tidak sengaja sayang.” Kata
Rasya.
“Puas kau menjepit jariku seperti
ini hah?” Tanya Angel.
“Maafkan aku, aku tidak sengaja.
Aku akan mengobati tanganmu.” Kata Rasya.
“Tidak usah, aku bisa sendiri. Minggir.”
Kata Angel.
“Mama.” Kata Kenzo sambil berlari
ke arah ibunya.
Lalu Angel mengobati tangannya
yang terluka sambil dibantu oleh anaknya.
__ADS_1
“Mama, tangannya masih sakit ya?”
Tanya kenzo.
“Mama tidak apa-apa kok.” Kata
Angel.
“kenzo ambilkan air minum ya buat
mama.” Kata Kenzo.
“Iya, terimakasih ya sayang.” Kata
Angel.
**
Raffa tiba dirumahnya.
“Mas.” Kata Kaira lalu memeluk
istrinya.
“Ada apa? Bagaimana kondisi anak
kita? Dia sehat kan?” Tanya Raffa.
“Iya mas aku baik-baik saja kok. Sepertinya
aku harus banyak istirahat mas dan aku juga tidak boleh kelelahan apalagi
kepikiran.” Kata Kaira.
“Memang harus seperti itu sayang.
Tadi Rasya bilang untuk menyarankanku agar kau pindah dokter lain saja.” Kata
Raffa.
“Memangnya kenapa dengan dokter
Intan?” Tanya Kaira.
“Aku juga tidak tau, sepertinya
Rasya tidak menyukainya.” Kata Raffa.
“Yang periksa juga aku jadi untuk
apa dia ikut campur mas? Oh ya ternyata dokter Intan itu tantenya Angel mas.” Kata
Kaira.
“Apakah Rasya takut istri dan
tantenya mencelakai istriku sehingga tadi dia bertengkar?” Tanya Raffa dalam
hati.
“Kalau aku terserah kamu saja
sayang mau ke dokter siapa saja yang penting bayi dan ibunya sehat sampai
persalinan nanti.” Kata Raffa.
“Iya mas.” Jawab Kaira.
__ADS_1