Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Jari Angel Terjepit Pintu


__ADS_3

Rasya masuk kedalam rumah dan


memarahi Angel.


“Apa yang sedang kau rencanakan


dengan tantemu? Apa kau akan menyelakai Kaira dan bayinya?” Tanya Rasya.


“Jadi kau curiga denganku? Aku


sama sekali tidak ada maksud buruk dengan Kaira.” Kata Angel.


“Tapi aku curiga dengan tantemu.”


Kata Rasya.


“Sudahlah mas, tidak perlu ikut


campur dengan urusan Kaira dan keluarganya. Mereka berhak memilih dengan siapa


mereka mempercayakan dokternya. Justru aku senang kalau ternyata Kaira memilih


tanteku sendiri sebagai dokter kandungannya.” Kata Angel.


“Awas saja kalau sampai terjadi


hal buruk padanya aku akan menuntutmu dan juga tantemu.” Kata Rasya.


“Kalau kau berhasil


membuktikannya aku akan menerimanya. Tapi ingat kau juga menyembunyikan hal itu


dari Raffa dan istrinya, otomatis keluarga dia akan murka padamu.” Ancam Angel.


“Dasar kau wanita ular, aku


menyesal menikahimu.” Kata Rasya.


“Aku juga menyesal menikahimu,


harusnya dulu aku bertahan saja dengan Raffa daripada denganmu yang miskin


sekarang.” Kata Angel.


“Kau berani berkata begitu kepada


suamimu?” Tanya Rasya.


“Kau yang memulai ini semua,


kalau kau diam dan tidak berkata hal aneh kepada Raffa semua akan baik-baik


saja. Lagipula kau lihat sendiri kan tadi Raffa dan istrinya sangat percaya dengan


dokter Intan.” Kata Angel.


“Jangan kau melakukan hal buruk


kepada Kaira dan bayinya.” Kata Rasya.


“Kenapa? Kau masih menyukainya?


Atau kau menyesal karena tidak sempat tidur dengannya?” Kata Angel. Lalu Rasya


menampar istrinya dengan keras.


“Kau berani menamparku? Kau sama

__ADS_1


saja dengan kakakmu suka menampar wanita.” Kata Angel.


“Apa kau bilang? Aku berbeda


dengannya.” Kata Rasya.


“Kau sama saja dengan kakakmu


suka mempermainkan wanita. Apalagi kau menyukai istri kakak sendiri. Satu


keluarga tidak ada yang benar.” Kata Angel.


“Kurang ajar sekali kau, berani


berbicara seperti itu.” Kata Rasya lalu menampar istrinya namun Angel berhasil


menghindarinya. Lalu dia pergi kedalam kamarnya dan menguncinya, sedangkan


Rasya menggedor pintu untuk menyuruh membukanya.


“Hei buka pintunya, cepat buka


pintu sekarang juga.” Kata Rasya.


“Papa kenapa?” Tanya Kenzo.


“Tidak apa-apa kok, Kenzo masuk


kedalam kamar dulu saja ya.” Kata Rasya.


Kemudian Angel membuka pintunya


dan membawa anaknya masuk kamarnya.


“Kenzo masuk, hari ini sama mama


terjepit.


“Auuuuuuu jariku.” Teriak Angel.


“Mama, mama kenapa. Papa jahat


kasihan jarinya mama.” Kata Kenzo sambil menangis.


“Papa tidak sengaja sayang.” Kata


Rasya.


“Puas kau menjepit jariku seperti


ini hah?” Tanya Angel.


“Maafkan aku, aku tidak sengaja.


Aku akan mengobati tanganmu.” Kata Rasya.


“Tidak usah, aku bisa sendiri. Minggir.”


Kata Angel.


“Mama.” Kata Kenzo sambil berlari


ke arah ibunya.


Lalu Angel mengobati tangannya


yang terluka sambil dibantu oleh anaknya.

__ADS_1


“Mama, tangannya masih sakit ya?”


Tanya kenzo.


“Mama tidak apa-apa kok.” Kata


Angel.


“kenzo ambilkan air minum ya buat


mama.” Kata Kenzo.


“Iya, terimakasih ya sayang.” Kata


Angel.


**


Raffa tiba dirumahnya.


“Mas.” Kata Kaira lalu memeluk


istrinya.


“Ada apa? Bagaimana kondisi anak


kita? Dia sehat kan?” Tanya Raffa.


“Iya mas aku baik-baik saja kok. Sepertinya


aku harus banyak istirahat mas dan aku juga tidak boleh kelelahan apalagi


kepikiran.” Kata Kaira.


“Memang harus seperti itu sayang.


Tadi Rasya bilang untuk menyarankanku agar kau pindah dokter lain saja.” Kata


Raffa.


“Memangnya kenapa dengan dokter


Intan?” Tanya Kaira.


“Aku juga tidak tau, sepertinya


Rasya tidak menyukainya.” Kata Raffa.


“Yang periksa juga aku jadi untuk


apa dia ikut campur mas? Oh ya ternyata dokter Intan itu tantenya Angel mas.” Kata


Kaira.


“Apakah Rasya takut istri dan


tantenya mencelakai istriku sehingga tadi dia bertengkar?” Tanya Raffa dalam


hati.


“Kalau aku terserah kamu saja


sayang mau ke dokter siapa saja yang penting bayi dan ibunya sehat sampai


persalinan nanti.” Kata Raffa.


“Iya mas.” Jawab Kaira.

__ADS_1


__ADS_2