
“Tidurlah, aku jijik melihat semua tanda merahmu itu.” Kata Raffa sambil mendorong Kaira.
“Aku akan membersihkan tubuhku dulu sebelum tidur. Apa
aku boleh tidur diatas kasur mas?” Tanya Kaira.
“Tidak. Tidur saja diatas sofa. Jangan bersuara
sedikitpun, aku muak melihatmu atau mendengar suaramu.” Bentak Raffa. Raffa
lalu segera tidur dan Kaira menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, dia
juga mengambil ponsel miliknya untuk mendengarkan lagu sembari berendam di bath
up.
**
Didalam kamar mandi
Kaira berendam di bath up sambil mendengarkan musik yaitu ost Korean drama
favoritnya.
Dalam hati Kaira, “Ya
Tuhan apa yang harus ku lakukan, bahkan suamiku saja sangat jijik menyentuhku
bahkan untuk melihatku. Dia sangat membenciku, bahkan Rasya yang kupercaya juga
tega memperlakukanku seperti ini.”
Tiba-tiba ponselnya berdering dan ada chat masuk dari Rasya.
“Kaira, gue bener-bener minta maaf atas sikapku tadi. Gue bakal jelasin semuanya
ke loe apa yang sebenarnya terjadi sama gue tadi. Apa loe mau ketemu sama gue?”
Lalu kaira membalas chat Rasya.
“Gue benci sama loe dan gue nggak mau ketemu sama loe lagi.”
Setelah beberama jam dia berendam di bath up akhirnya
dia keluar kamar mandi. Dia melihat ruang kamar sangat gelap sampai dia tidak
bisa melihat dimana sofanya berada. Karena sangat gelap dia menabrak kasur
milik Raffa dan terjatuh tepat di atas Raffa, Raffa sangat kaget dan sontak dia
langsung memeluk Kaira dengan erat karena dia tengah bermimpi. Dalam mimpinya
__ADS_1
dia bersama dengan kekasihnya yang sangat disayanginya lalu dia mengigau “Alina
aku mencintaimu aku membutuhkanmu saat ini, jangan pergi meninggalkanku
sayang.”. Kaira yang mendengar sangat syok dia berusaha melepas pelukan Raffa
namun dia tidak bisa melepasnya. Perlahan-lahan dia
melepaskan pelukan Raffa, namun gagal akhirnya dia tidur di pelukan Raffa
sampai pagi.
**
Pagi hari tepatnya pukul 05.00 WIB, Kaira masih
tertidur dengan pulas sedangkan Raffa bangun duluan. Dia sangat kaget karena
tangannya memeluk Kaira dengan sangat erat, lalu dia segera menarik tangannya
dan menendang Kaira hingga terjatuh dari kasur. Untungnya ada karpetnya, kalau
tidak ada pasti Kaira sangat kesakitan karena terbentur lantai. Kaira terbangun
dan kaget karena terjatuh dari kasur milik Raffa.
“Kenapa kau tidur diatas kasur dan berani sekali kau memelukku?” Tanya Raffa.
bahkan aku tidak bisa melepas pelukanmu. Makanya aku
terpaksa tidur bersamamu. Oh ya semalam kau mengigau dan berkata Alina aku
mencintaimu sambil terus memelukku. Memangnya siapa dia?” Tanya Kaira.
“Jangan halu kau ya, mana mungkin aku yang memelukmu
itu tidak akan mungkin terjadi. Jangan kau sebut nama itu lagi!” Bentak Raffa.
Lalu Raffa segera mandi sedangkan Kaira segera turun kebawah untuk mandi
dikamarnya sendiri.
**
Dimeja makan.
“Hari ini kau tidak boleh keluar kemanapun. Ingat ya
dirumah ini banyak cctv dan di hp ku juga terpasang cctv jadi aku bisa
mengamati gerak gerikmu.” Kata Raffa.
“Iya. Oh ya hari ini aku masak gurami asam manis.
__ADS_1
Semoga kamu suka, tuh aku uda siapin makan di piringmu.” Kata Kaira.
“Kau mau kemana? Kau harus temani suamimu makan dong
sampai habis.” Perintah Raffa.
“Iya iya, aku juga makan kok.” Jawab Kaira.
“Nanti kamu pulang jam berapa mas?” Tanya Kaira.
“Sore. Tumben nanya kapan aku pulang. Bukannya kau
berharap aku tidak pulang biar kau bisa bebas?” Kata Raffa.
“Baiklah, aku tunggu. Aku mau buatkan makanan
kesukaanmu. Kau mau dimasakin apa?” Tanya Kaira.
“Tumben banget kau mau masakin aku. Apa kau merasa
bersalah dengan kejadian kemarin? Atau kau ingin mendapatkan perhatianku?
Jangan berharap banyak kau.” Kata Raffa.
“Itu kan tugas seorang istri. Jadi kau mau dimasakin
apa?” Kata Kaira.
“Hahaha enak sekali kau kalo ngomong setelah kau
ketahuan tidur dengan si Rasya adikku sendiri, jangan pernah mimpi kau bisa
mendapatkan perhatian atau kasih sayang dariku.” Kata Raffa.
“Maafkan aku mas, aku tidak ada maksud apapun. Aku hanya
kesal waktu denganmu makanya aku bertemu dengannya bahkan aku sama sekali tidak
ada rasa dengannya. Jangan salah paham mas. Rasya menyukaiku mas tapi aku tidak
ada rasa apapun dengannya.” Jawab Kaira.
“Tetap saja dia berani menyentuhmu. Sudahlah aku mau
berangkat kerja dulu.” Kata Raffa.
“Jadi kau minta dimasakin apa mas?” Tanya Kaira.
“Masakin aku steak, harus medium.” Kata Raffa.
“Baik mas.” Jawab Kaira.
__ADS_1