
Hari itu Rey dan Kasih datang ke resepsi pernikahan Aura. Namun Kasih sedikit cemas karena takut suaminya akan tergoda lagi dengan Aura.
Diperjalanan,
“Mas apakah kita benar-benar harus datang?” Tanya Kasih.
“Tentu saja, dia ingin mengundang kita berdua loh.” Kata Rey.
“Aku takut mas kalau kamu bertemu dengannya nanti kamu jadi tergoda.” Kata Kasih.
“Mana mungkin, dia kan sudah menikah sayang. Ingat kata-kataku kemarin kan, aku ingin fokus denganmu saja sayang.” Kata Rey.
“Tapi nanti jangan lama-lama ya mas, pokoknya kita langsung pulang.” Kata Kasih.
“Iya kita hanya sebentar saja kok.” Kata Rey.
Setibanya di acara pesta pernikahan Aura.
Rey menggandeng tangan istrinya menuju ke pelaminan untuk bersalaman dan mengucapkan selamat kepada Aura dan suaminya.
“Hai, selamat ya atas pernikahanmu dengan suamimu.” Kata Rey.
“Sama-sama, terima kasih sudah datang ya Rey dan kamu juga Kasih.” Kata Aura.
“Sama-sama, selamat ya.” Kata Kasih.
“Aku langsung pulang ya.” Kata Rey.
“Makanlah dulu kalian berdua, kalian jauh-jauh datang kesini tentu saja harus makan.” Kata Aura.
“Silahkan makan dulu.” Kata Adit suami Aura.
__ADS_1
“Kita makan dulu ya sayang.” Bisik Rey kepada istrinya.
“Tapi kan kamu janji langsung pulang mas.” Kata Kasih.
“Tidak enak sayang kalau langsung pulang, makan sebentar saja kok.” Kata Rey.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Kasih.
Mereka pun mengambil makanan, sedangkan Aura dan Adit menemui tamu mereka masing-masing, kini Aura menghampiri Kasih.
“Hai Kasih.” Kata Aura.
“Eh kamu, oh iya aku sambil makan ya.” Kata Kasih.
“Iya silahkan, semoga sesuai sama selera kamu, tapi sepertinya sesuai karena selera kita masih tetap sama kan, sampai kapanpun.” Kata Aura sambil tersenyum.
“Apa maksudnya dia bicara seperti itu ya, dia kan sudah menikah kenapa dia seperti memberitahuku bahwa dia masih menyukai mas Rey, aku tidak peduli lagipula dia kan sudah menikah jadi tidak mungkin dia masih menggoda mas Rey.” Kata Kasih dalam hati.
“Kebetulan suamiku membeli rumah, dan ternyata satu kompleks dengan rumah kalian loh, wah aku sama sekali tidak menyangka.” Kata Aura.
“Oh gitu, suamimu itu temanmu ya? Atau kalian berdua dikenalkan atau bagaimana kalian bisa bertemu?” Tanya Kasih.
“Jadi Adit itu adalah temanku saat SMP dan SMA, Rey tau kok, dia kan tau segalanya tentang aku, bahkan dia tau siapa saja teman-temanku bahkan mantanku sekalipun.” Kata Aura.
“Benarkah? Aku sih berharap kita tidak pernah bertemu lagi.” Kata Kasih.
“Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan.” Kata Aura.
Kemudian Rey datang menghampiri istrinya.
“Sayang kita pulang yuk.” Kata Rey.
__ADS_1
“Terima kasih banyak ya sudah mau datang.” Kata Aura.
Rey pun mengajak istrinya pulang.
**
Kasih merasa tidak aman karena Aura tinggal satu kompleks dengannya, akhirnya Kasih membahas masalah ini namun ternyata Rey salah paham dan terjadilah kesalahpahaman.
“Mas ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Kasih.
“Ada apa sayang?” Tanya Rey.
“Ternyata Aura dan suaminya tinggal satu kompleks dengan kita.” Kata Kasih.
“Oh Aura dan Adit ya, iya aku sudah dengar dari mereka.” Kata Rey.
“Jadi kamu sudah tau sebelumnya mas?” Tanya Kasih.
“Iya aku sudah tau sebelumnya, kenapa? Tidak ada masalah kan?” Tanya Rey.
“Tentu saja ini akan menjadi masalah mas, aku tidak ingin melihatnya apalagi tidak sengaja bertemu dengannya.” Kata Kasih.
“Memangnya kenapa? Kamu masih saja curiga denganku ya? Justru aku saat ini lega karena dia tinggal satu kompleks dengan kita, kita jadi sama-sama tau kan.” Kata Rey.
“Sama-sama tau ya? Bagaimana kalau kamu seperti dulu lagi? Diam-diam menemui Aura padahal bilang kepadaku ada lembur. Kamu bilang lembur padahal mengantar Aura untuk membeli tas branded kan?” Kata Kasih.
“Apa maksud kamu? Tas branded apa coba? Kamu jangan asal bicara jika tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Rey.
“Aku ada saksi mata, perlukah aku memanggilnya?” Tantang Kasih.
“Kamu salah paham sayang.” Kata Rey.
__ADS_1
“Cukup mas, terima kasih ya, aku lebih tau.” Kata Kasih lalu dia masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam.