Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 12


__ADS_3

Kaira pergi sebentar untuk menemui pacarnya di


restoran. Dia pergi dengan naik ojek online. Karena jika diantar oleh supir


pribadinya, maka dia akan kena masalah.


Sesampainya di restoran tersebut


“Sayang.” Kata Kaira sambil memeluk erat tubuh Dika.


“Ada apa sih? Tumben peluknya erat banget. Gimana


kabar kamu? Sehat kan? Kamu sibuk ya akhir-akhir ini kok tiap aku wa kamu


balasnya singkat-singkat aja. Kamu nggak apa-apa kan sayang?” Tanya Dika.


“Nggak apa-apa kok. Aku cuma kangen aja sama kamu. Kan


kita lama nggak ketemu lagi. Kita pesen makan dulu yuk. Aku mau pesan menu


biasanya yaa. Oh ya kali ini aku mau traktir kamu ya soalnya aku abis gajian


hehe.” Jawabku. Harusnya hari ini aku mau cerita semuanya ke Dika tapi aku


nggak tega dan belom siap. So, aku akan bilang lain kali saja.


Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ada pesan masuk dari


Raffa yang isinya


“Kau dimana? Cepat pulang!”

__ADS_1


Gawat pasti dia marah besar karena aku tidak ada


dirumah. Tapi aku ingin bersamaan lebih lama dengan Dika. Biarlah memangnya


hanya dia yang bisa seenaknya saja aku kan juga ingin melaukan apa yang aku


inginkan.


“Gimana sayang apa kamu uda siap untuk menikah


denganku?” Tanya Dika.


“Tolong ya jangan bahas itu dulu. Aku benar-benar


belom siap untuk itu. Kenapa sih kamu buru-buru. Bikin badmood aja deh. Pulang


aja yuk kalo gitu. Bete’ aku nya.” Pintaku sambil langsung berdiri untuk segera


“Ayo naik. Aku akan antarkan kau pulang saja, sudah lama aku tidak mengantarkanmu.” Pinta Dika.


“Aku bisa pulang sendiri. Karena aku sedang ada urusan jadi mau mampir sebentar.” Jawab Kaira.


"Memangnya mau kemana? Sudahlah tidak apa-apa aku antar saja. Ayo cepat naik." Pinta Dika.


"Tolong jangan paksa aku lagi dong. Aku pulang sendiri saja." Kata Kaira, lalu dia segera berlari dan naik bis trans.


dalam hatinya, "Bisa gawat kalau dia antar aku sampai rumah, aku saja belom siap untuk menceritakan semuanya kepadanya karena aku juga bingung bagaimana caraku bilang padanya."


**


Setibanya dirumah, aku langsung masuk dan menuju dapur

__ADS_1


untuk mengambil minum. Tiba-tiba ada


seseorang yang menarik tanganku dengan paksa.


“Heeeh, kau berani melanggar aturanku. Jangan macam-macam kau ya.!” Raffa mengancamku dengan menggenggam lenganku dengan kencang hingga sakit.


“Ampun Tuan, cukup tangan saya sakit sekali rasanya. Maafkan saya Tuan.” Jawabku. Betapa


malunya diriku karena Raffa memarahiku di depan para pembantu yang sedang


bersih-bersih meja makan. Malu sekali rasanya.


“Ikut aku keatas. Ayoo cepat ikut aku!” paksa Raffa dengan menyeret tanganku yang


masih merasakan sakit. Dia membawaku ke


kamarnya. Aku benar-benar tidak tau apa yang akan dilakukan olehnya. Tuhan


tolong selamatkanlah aku. Dan ternyata dia memukulku.


“Ini hanya permulaan ya. Akan ada yang lebih kejam dan lebih sakit dibandingkan ini.


Aku paling tidak suka jika ada seseorang yang melanggar aturanku dan aku tidak


peduli siapapun itu aku pasti akan menghukumnya. Karena hari ini lagi berbaik


hati maka aku akan melepaskan kamu kali ini. Segera putuskan pacarmu itu jika


kau dan dia ingin selamat dari ancaman ku atau bahkan hukumanku. Mengerti kau”


lalu Raffa segera melepaskanku dan menyuruhku kembali kedalam kamarku.

__ADS_1


__ADS_2