Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 166


__ADS_3

Angel kembali dari toilet, kali


ini dia semakin cantik dengan memakai baju milik Renata. Hal ini justru membuat


Kaira semakin panas dan berniat mengusir Angel dan Rasya dari rumahnya.


“Wah cantik sekali.” Kata Renata.


“Bajunya terlalu bagus untuk aku


pakai.” Kata Angel.


“Tidak kok, kau cocok sekali


pakai bajuku. Kalau gitu buat kamu saja ya.” Kata Renata.


“Wah terimakasih banyak ya Ren.” Kata


Angel.


“Sering-sering ya Ren haha.” Kata


Rasya.


“Sayang, aku haus tolong ambilkan


aku minum dong.” Kata Kaira kepada suaminya.


“Ini minumlah.” Kata Raffa


memberikan minuman kepada istrinya.


“Terimakasih ya sayang, kau


benar-benar perhatian dan penyayang sekali deh.” Kata Kaira.


“Kita foto-foto yuk.” Ajak Renata.


“Kenapa sih Angel dan Rasya tidak


pulang saja, membuatku semakin geram saja.” Kata Kaira dalam hati.


“Tidak usah Ren, papi kan tidak


suka dengan kehadiranku dan juga mas Rasya.” Kata Angel.


“Lihat saja nanti pasti papi mau


kok foto bersama semuanya. Sebentar ya aku panggil papi dan mami dulu.” Kata Renata.


“Tidak usah dipaksa Ren, mungkin


papi memang belum bisa berfoto bersama dengan Rasya dan juga Angel.” Kata Kaira.


“Percaya saja padaku kak, aku


akan membuat papi mau foto bersama.” Kata Renata.


“Aku lelah sekali, aku mau


istirahat kalau gitu. Aku tidak bisa ikut foto bersama.” Kata Kaira.


“Sebentar saja kak, kalian kan


yang punya acara.” Kata Renata.


“Padahal aku tidak ingin satu


foto dengan Angel.” Kata Kaira dalam hati.


Tidak lama kemudian Renata


kembali bersama dengan papi dan mami nya.


“Pi kita foto bersama semuanya


ya.” Paksa Renata.


“Tidak usah Ren, lagipula papi

__ADS_1


dan mami mau pulang kok.” Kata pak Adinata.


“Ayolah pi, memangnya papi tidak


ingin foto bareng semua anak dan juga cucu papi. Lihatlah semua bisa datang,


kapan lagi kita bisa berfoto bersama.” Kata Renata.


“Kalian foto saja kalau begitu


tanpa papi.” Kata pak Adinata.


“Aku mohon pa, kali ini saja demi


cucu papi yaitu Kenzo. Rasya hanya ingin Kenzo bisa mendapat kasih sayang dari


oma dan opa nya seperti layaknya Kei dan juga Azura. Selama ini Kenzo selalu


ingin bisa bersama dengan oma opa nya, kalau papi tidak bisa menerimaku dan


Angel tidak apa-apa tapi tolong terima Kenzo, dia cucu papi.” Kata Rasya.


“Sekali saja lah pi.” Bujuk bu


Siska.


“Opa ayo kita foto bersama.” Kata


Azura.


“Ma, Kenzo juga ingin dipeluk


sama opa seperti Azura.” Kata Kenzo pada ibunya.


“Kemarilah nak kemarilah Kenzo.” Panggil


pak Adinata.


Akhirnya pak Adinata mau berfoto


bersama demi Kenzo.


Kenzo.” Kata pak Adinata kepada Rasya.


“Terimakasih banyak pi.” Kata Rasya.


Kemudian pak Adinata dan bu Siska


kembali pulang.


“Akhirnya aku berhasil juga.” Kata


Renata.


“Terimakasih banyak ya Ren, pasti


Kenzo senang sekali karena opa nya bisa memeluknya layaknya seperti Kei dan


Azura.


“Memang seharusnya begitu kan. Aku


mau balik dulu ya kak.” Kata Renata.


“Kenapa buru-buru balik?” Tanya


Kaira.


“Besok Azura harus pergi ke


sekolah, makanya aku harus pulang sekarang.” Kata Renata.


“Baiklah, hati-hati ya. Terimakasih


sudah datang kesini.” Kata Kaira.


“Iya sama-sama kak.” Kata Renata.


Setelah itu Renata kembali

__ADS_1


pulang, sedangkan Raffa masih asyik ngobrol dengan Rasya. Lalu Kaira


menghampiri Angel yang sedang memainkan ponselnya.


“Angel.” Kata Kaira.


“Iya, ada apa?” Tanya Angel.


“Jujur aku tidak suka dengan


keberadaanmu disini, aku juga tidak suka jika kau dekat dengan suamiku.” Kata Kaira.


“Apa kau bilang? Aku dekat dengan


suami kamu? Astaga bagaimana mungkin kau masih cemburu padaku Kaira, serius aku


sama sekali tidak ada hubungan spesial apapun dengan mas Raffa. Lagipula aku


sudah memiliki suami dan anak jadi mana mungkin aku bermain di belakang mereka.”


Kata Angel.


“Seseorang yang dulunya adalah


perebut laki orang pasti tetap saja masih ada niat seperti itu kan, makanya aku


harus waspada dengan keberadaanmu, terlebih lagi sekarang keluarga mas Raffa


mulai bisa menerimamu.” Kata Kaira.


“Kau hati-hati kalau bicara ya,


memang saat ini kondisiku dan mas Rasya tidak seperti dulu dan tidak


seberuntung mas Raffa tapi aku tetap setia dengannya. Kau sebaiknya berhenti


menuduhku seperti itu dan tidak perlu cemburu padaku karena aku bukanlah Angel


yang seperti dulu.” Kata Angel.


“Tetap saja kau dulu pernah ada


hubungan dengan suamiku dan berusaha merusak rumah tanggaku. Lalu kau hamil


anak Rasya tapi meminta pertanggungjawab mas Rasya. Jadi sebaiknya jangan


pernah muncul dihadapanku dan mas Raffa.” Kata Kaira.


“Aku juga tidak ingin melihatmu


bahagia bersama suamimu saat ini namun lihatlah perlahan semua keluargamu akan


menerimaku dan juga mas Rasya. Ingatlah kau dulu juga bermain dengan suamiku


dihotel bahkan kau mengaku mas Rasya adalah suamimu, kalian bahkan pernah


berciuman, aku tidak yakin kalau kalian tidak pernah bermain di belakangku? Kau


sama saja denganku, jadi jangan sok suci apalagi sok benar ya.” Kata Angel. Karena


kesal Kaira menampar pipi Angel.


“Apa yang kau lakukan?” Teriak Angel.


“Aku benar-benar muak melihatmu,


aku benci denganmu.” Kata Kaira.


“Apakah suamimu tidak bisa


memuaskanmu sehingga kau semakin menjadi seperti ini? Sebaiknya kau


berhati-hati dengan mas Raffa, bisa saja dia memiliki wanita lain yang kau


sendiri tidak tau. Terimakasih atas jamuannya hari ini, aku pastikan setelah


ini kau tidak akan bisa tenang. Bye.” Kata Angel.


Lalu Angel kembali pulang, Rasya

__ADS_1


dan Raffa sama sekali tidak tau bahwa istri mereka sedang bertengkar hebat.


__ADS_2