
Viona mengamuk didalam kamarnya dan Arabella berusaha menenangkannya.
“Bunda bunda jangan lakukan itu, bunda aku mohon jangan seperti ini. Aku
tau bunda terbakar cemburu melihat papi dan mami. Tapi aku tetap akan membela
dan mendukung bunda, aku hanya menyayangi bunda. Bunda harus tenang ya aku
mohon.” Kata Arabella sambil memeluk Viona.
“Sekarang bunda istirahat saja ya, aku akan menemani bunda. Aku akan tidur
disamping bunda.” Kata Arabella sambil tidur disamping Viona.
“Feya pasti sengaja mengundang mami datang kesini, aku harus memberi
peringatan untuknya.” Kata Arabella dalam hati.
**
Raffa mengantar Kaira pulang.
“Aku merindukanmu.” Kata Raffa sambil menggenggam tangan Kaira.
“Aku juga sangat merindukanmu, menginaplah dirumah.” Kata Raffa.
“Bagaimana jika kita pergi ke hotel dan kita menikmati malam bersama?”
Tanya Raffa.
“Lets go!” Kata Kaira.
Setibanya di hotel.
“Aku sangat merindukanmu mas.”
Kata Kaira.
“Sama, aku juga sangat
merindukanmu. Maafkan aku karena jarang mengunjungimu.” Kata Raffa.
“Kapan pernikahanmu dengan Viona
akan berakhir mas? Aku sudah tidak tahan lagi dengannya.” Kata Kaira.
“Sabar sayang, setelah semua
perusahaanku kembali ke tanganku aku akan segera berpisah dengannya. Sekarang
aku akan merawatnya dan menjaganya dan sedikit demi sedikit aku akan bisa
mendapatkan keinginanku. Tapi Arabella sepertinya sangat menyayanginya, aku
juga sangat heran dengan tingkahnya.” Kata Raffa.
“Mungkin karena Viona membantunya
mencari siapa orang tua kandungnya, tapi syukurlah karena Arabella tidak tau
siapa ibu kandungnya. Biarkan saja dia dekat dengan Viona yang penting jangan
sampai kamu menyukai Viona.” Kata Kaira.
“Tidak akan sayang, aku akan
menghabiskan malam ini bersamamu sayang. Aku sangat merindukanmu.” Kata Raffa.
“I love u sayang.” Kata Kaira,
lalu mereka saling berpelukan.
“Kita ***-*** yuk sayang.” Kata
Raffa.
__ADS_1
“Iya sayang, aku sudah tidak
tahan lagi ingin segera bercinta denganmu sayang.” Kata Kaira.
“Baiklah, aku akan melakukannya.”
Kata Raffa.
“Jangan lupa pemanasan dulu
sayang jangan asal tancap saja. Kita sudah lama tidak melakukannya.” Kata
Kaira.
“Iya, jangan khawatir. Aku tidak
akan membiarkanmu kesakitan.” Kata Raffa.
**
Arabella menghampiri Feya yang
sedang dikamarnya.
“Feya, ada yang ingin aku
bicarakan denganmu.” Kata Arabella.
“Ada apa kak?” Tanya Feya.
“Kamu sedang apa sih kok serius
sekali?” Tanya Arabella.
“Aku sedang memesan tiket ke
Bali. Aku akan pergi berlibur ke Bali bersama teman-temanku.” Kata Feya.
“Kok sama dengan Jerry? Awas aja
“Loh memangnya kak Jerry pergi ke
Bali juga?” Tanya Feya.
“Iya, tapi dia tidak mengajakku
karena dia berlibur dengan saudaranya. Oh ya kamu sengaja kan mengundang mami
datang kesini?” Tanya Arabella.
“Iya, karena aku sangat
merindukan mami makanya aku menyuruhnya datang kesini. Lagipula papi dan bunda
mengijinkannya kok.” Kata Feya.
“Tentu saja papi mengijinkannya
tapi coba lihat bunda, bunda kan tidak bisa bicara. Apa kamu tau bagaimana
perasaan bunda? Pasti dia sakit hati melihat mami datang kesini. Aku minta
jangan suruh mami datang lagi kesini.” Kata Arabella.
“Loh bukankah itu wajar, lagipula
mami masih menjadi istri sahnya papi kok. Bunda yang merebut papi dari mami
kak.” Kata Feya.
“Tutup mulutmu, justru bunda yang
membantu papi dan keluarga kita. Kalau bunda berniat jahat pasti dia sudah
menyuruh papi untuk menceraikan mami.” Kata Arabella.
__ADS_1
“Kakak sangat menyayanginya
karena dia membantumu mencari tau siapa orang tua kandungmu kan?” Tanya Feya.
“Tentu saja, lagipula fasilitas
mewah yang kamu dapatkan selama ini juga dari bunda kan, harusnya kamu
berterima kasih padanya. Atau jangan-jangan kamu bahagia karena bunda sakit
saat ini?” Kata Arabella.
“Jaga ucapanmu kak, aku bukanlah
seorang penjilat sepertimu. Aku menyayangi bunda sewajarnya dan tidak
berlebihan sepertimu.” Kata Feya, lalu Arabella menampar pipi Feya.
“Auuu apa yang kamu lakukan? Ternyata
sifatmu tidak jauh berbeda dari bunda yang suka kasar dengan anaknya.” Kata
Feya.
“Bunda tidak pernah kasar dengan
anak-anaknya, kalaupun dia kasar denganmu itu karena kamu sangat sulit untuk di
atur.” Kata Arabella.
Feya sangat kesal dengan kakaknya
namun dia menahannya karena dia tidak ingin kakaknya tau bahwa Feya yang
mendorong Viona.
Info :
Hai hai aku baru saja merilis novel terbaru loh judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun".
Aku kasih sinopsisnya ya.
Namaku
Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah
berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak
pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman
baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal
bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka
memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah
seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak
menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.
Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat
perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku
namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan
menyentuhku apalagi tidur bersamaku.
Yuk jangan lupa mampir ya, ditunggu like nya. Terima kasih.
__ADS_1