Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 43


__ADS_3

Viona mengamuk didalam kamarnya dan Arabella berusaha menenangkannya.


“Bunda bunda jangan lakukan itu, bunda aku mohon jangan seperti ini. Aku


tau bunda terbakar cemburu melihat papi dan mami. Tapi aku tetap akan membela


dan mendukung bunda, aku hanya menyayangi bunda. Bunda harus tenang ya aku


mohon.” Kata Arabella sambil memeluk Viona.


“Sekarang bunda istirahat saja ya, aku akan menemani bunda. Aku akan tidur


disamping bunda.” Kata Arabella sambil tidur disamping Viona.


“Feya pasti sengaja mengundang mami datang kesini, aku harus memberi


peringatan untuknya.” Kata Arabella dalam hati.


**


Raffa mengantar Kaira pulang.


“Aku merindukanmu.” Kata Raffa sambil menggenggam tangan Kaira.


“Aku juga sangat merindukanmu, menginaplah dirumah.” Kata Raffa.


“Bagaimana jika kita pergi ke hotel dan kita menikmati malam bersama?”


Tanya Raffa.


“Lets go!” Kata Kaira.


Setibanya di hotel.


“Aku sangat merindukanmu mas.”


Kata Kaira.


“Sama, aku juga sangat


merindukanmu. Maafkan aku karena jarang mengunjungimu.” Kata Raffa.


“Kapan pernikahanmu dengan Viona


akan berakhir mas? Aku sudah tidak tahan lagi dengannya.” Kata Kaira.


“Sabar sayang, setelah semua


perusahaanku kembali ke tanganku aku akan segera berpisah dengannya. Sekarang


aku akan merawatnya dan menjaganya dan sedikit demi sedikit aku akan bisa


mendapatkan keinginanku. Tapi Arabella sepertinya sangat menyayanginya, aku


juga sangat heran dengan tingkahnya.” Kata Raffa.


“Mungkin karena Viona membantunya


mencari siapa orang tua kandungnya, tapi syukurlah karena Arabella tidak tau


siapa ibu kandungnya. Biarkan saja dia dekat dengan Viona yang penting jangan


sampai kamu menyukai Viona.” Kata Kaira.


“Tidak akan sayang, aku akan


menghabiskan malam ini bersamamu sayang. Aku sangat merindukanmu.” Kata Raffa.


“I love u sayang.” Kata Kaira,


lalu mereka saling berpelukan.


“Kita ***-*** yuk sayang.” Kata


Raffa.

__ADS_1


“Iya sayang, aku sudah tidak


tahan lagi ingin segera bercinta denganmu sayang.” Kata Kaira.


“Baiklah, aku akan melakukannya.”


Kata Raffa.


“Jangan lupa pemanasan dulu


sayang jangan asal tancap saja. Kita sudah lama tidak melakukannya.” Kata


Kaira.


“Iya, jangan khawatir. Aku tidak


akan membiarkanmu kesakitan.” Kata Raffa.


**


Arabella menghampiri Feya yang


sedang dikamarnya.


“Feya, ada yang ingin aku


bicarakan denganmu.” Kata Arabella.


“Ada apa kak?” Tanya Feya.


“Kamu sedang apa sih kok serius


sekali?” Tanya Arabella.


“Aku sedang memesan tiket ke


Bali. Aku akan pergi berlibur ke Bali bersama teman-temanku.” Kata Feya.


“Kok sama dengan Jerry? Awas aja


“Loh memangnya kak Jerry pergi ke


Bali juga?” Tanya Feya.


“Iya, tapi dia tidak mengajakku


karena dia berlibur dengan saudaranya. Oh ya kamu sengaja kan mengundang mami


datang kesini?” Tanya Arabella.


“Iya, karena aku sangat


merindukan mami makanya aku menyuruhnya datang kesini. Lagipula papi dan bunda


mengijinkannya kok.” Kata Feya.


“Tentu saja papi mengijinkannya


tapi coba lihat bunda, bunda kan tidak bisa bicara. Apa kamu tau bagaimana


perasaan bunda? Pasti dia sakit hati melihat mami datang kesini. Aku minta


jangan suruh mami datang lagi kesini.” Kata Arabella.


“Loh bukankah itu wajar, lagipula


mami masih menjadi istri sahnya papi kok. Bunda yang merebut papi dari mami


kak.” Kata Feya.


“Tutup mulutmu, justru bunda yang


membantu papi dan keluarga kita. Kalau bunda berniat jahat pasti dia sudah


menyuruh papi untuk menceraikan mami.” Kata Arabella.

__ADS_1


“Kakak sangat menyayanginya


karena dia membantumu mencari tau siapa orang tua kandungmu kan?” Tanya Feya.


“Tentu saja, lagipula fasilitas


mewah yang kamu dapatkan selama ini juga dari bunda kan, harusnya kamu


berterima kasih padanya. Atau jangan-jangan kamu bahagia karena bunda sakit


saat ini?” Kata Arabella.


“Jaga ucapanmu kak, aku bukanlah


seorang penjilat sepertimu. Aku menyayangi bunda sewajarnya dan tidak


berlebihan sepertimu.” Kata Feya, lalu Arabella menampar pipi Feya.


“Auuu apa yang kamu lakukan? Ternyata


sifatmu tidak jauh berbeda dari bunda yang suka kasar dengan anaknya.” Kata


Feya.


“Bunda tidak pernah kasar dengan


anak-anaknya, kalaupun dia kasar denganmu itu karena kamu sangat sulit untuk di


atur.” Kata Arabella.


Feya sangat kesal dengan kakaknya


namun dia menahannya karena dia tidak ingin kakaknya tau bahwa Feya yang


mendorong Viona.


 


 


 


Info :


Hai hai aku baru saja merilis novel terbaru loh judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun".


Aku kasih sinopsisnya ya.


Namaku


Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah


berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak


pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman


baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal


bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka


memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah


seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak


menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.


Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat


perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku


namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan


menyentuhku apalagi tidur bersamaku.


Yuk jangan lupa mampir ya, ditunggu like nya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2