Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Perjanjian Pernikahan Episode 3


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kasih membuat roti bakar untuk bekal suaminya. Dia juga membuatkan sarapan untuk suaminya.


“Roti bakar untuk sarapan dan bekal mas Rey sudah siap, semoga mas Rey menyukainya.” Kata Kasih. Setelah itu menuju ke kamar Rey untuk mengantar sarapan, dia mengetuk pintu kamar Rey.


“Ada apa lagi? Sudah aku bilang kan jangan pernah mengetuk kamarku.” Bentak Rey.


“Maaf mas aku hanya ingin mengantarkan sarapan untukmu.” Kata Kasih dengan rasa takut. Kemudian Rey mengambil sarapan tersebut lalu melemparnya hingga piringnya pecag berkeping-keping.


“Aaaaaaah kenapa harus dibanting sih mas, kalau tidak mau tidak apa-apa nanti akan aku makan kok.” Kata Kasih.


“Dimana pembantuku kenapa tidak datang juga?” Tanya Rey.


“Aku sengaja mengatakan kepada mama kamu kalau urusan pekerjaan rumah biar aku yang mengerjakan semuanya mas.” Kata Kasih.


“Apa? Bukankah kamu juga kerja? Lalu bagaimana caramu mengerjakannya?” Tanya Rey.


“Aku hanya akan melakukan yang menyangkut kebutuhanku saja, jadi kebutuhanmu bisa kamu urus sendiri mas. Permisi aku pergi dulu.” Kata Kasih, dia pergi dengan meneteskan air matanya menuju ke garasi. Dia langsung mengendarai mobilnya lalu pergi ke rumah sakit untuk bekerja.


Setibanya di rumah sakit, dia langsung ke ruang prakteknya. Tiba-tiba Kartika menghampirinya.

__ADS_1


“Kasih kenapa kamu sudah masuk kerja? Katanya kalian akan bulan madu ke pulau Bali ya?” Tanya Kartika.


“Assalamualaikum ma, mas Rey sedang sibuk dengan urusan kerjanya jadi bulan madunya cukup dirumah saja ma.” Kata Kasih sambil mencium tangan Kartika dengan sopan.


“Oh begitu ya, bagaimana malam pertamanya? Lancar kan?” Bisik Kartika sambil tersenyum.


“Kenapa menanyakan hal itu, mama membuatku malu.” Kata Kasih sambil tersenyum.


“Hehehehe mama mendokan yang terbaik untuk kalian, semoga kamu cepat hamil ya sayang. Rey memperlakukanmu dengan baik kan?” Tanya Kartika.


“Tentu saja ma, mas Rey sangat perhatian dan baik kepadaku ma.” Kata Kasih.


“Syukurlah kalau begitu, mama lega sekali sayang. Oh iya minggu depan mama dan papa mau mampir ke rumah kalian ya. Mama rindu sekali dengan kalian.” Kata Kartika.


“Kalau begitu mama pergi ke ruangan mama ya, sampai jumpa minggu depan. Oh iya nanti kita makan siang bersama ya.” Kata Kartika.


“Iya ma.” Jawab Kasih.


**


Di sisi lain, Rey menemui Aura di apartemennya. Aura tinggal di apartemen, jadi Rey yang selama ini membiayai sewa apartemen tersebut. Tapi ternyata Aura tidak tinggal lagi di apartemen tersebut. Aura pindah ke kontrakan rumah yang lebih murah dibandingkan apartemen. Beruntung Rey bisa menemukan tempat tinggal Aura, Dia mengetuk pintu rumah Aura, tak lama kemudian Aura membuka pintu rumahnya dan dia kaget melihat kedatangan Rey, seketika Aura langsung menutup pintu rumahnya namun Rey menahannya sehingga dia bisa masuk kedalam rumah Aura.

__ADS_1


“Pergi dari sini.” Kata Aura.


“Maafkan aku sayang, aku janji akan menikahimu setelah menceraikan istriku. Aku sama sekali tidak menyukainya apalagi mencintainya, aku terpaksa menikahinya.” Kata Rey.


“Kamu gila ya mau menceraikan dia? Bagaimana perasaan dia, hubungan kita sudah berakhir dan jangan pernah menemuiku lagi.” Kata Aura.


“Aku dan dia membuat perjanjian pernikahan, aku dan dia bahkan tidur terpisah dan aku sama sekali tidak pernah dekat-dekat dengannya, aku dan dia memang pasangan suami istri namun hanya di depan keluargaku dan keluarga dia saja, saat dirumah aku dan dia seperti orang asing.” Kata Rey.


“Hubungan kita sudah berakhir, aku dan kamu tidak ditakdirkan untuk bersama. Aku dan dia berbeda jauh dan tak bisa bersatu.” Kata Aura.


“Jangan pernah mengatakan hal itu, aku mohon.” Kata Rey sambil memeluk Aura.


“Lepaskan aku, lepaskan aku.” Kata Aura.


“Beri aku waktu.” Kata Rey.


“Bisakah kamu menepati ucapanmu kali ini? Bisakah kamu memperjuangkan cinta kita? Bisakah kamu tidak berbohong lagi?” Tanya Aura.


“Tentu saja, setelah beberapa bulan aku pastikan akan segera menceraikan wanita itu.” Kata Rey cukup lega.


“Aku beri waktu tiga bulan, cukup kan?” Tanya Aura.

__ADS_1


“Cukup sayang, kita masih bisa saling bertemu kan? Aku akan selalu menemuimu setiap hari dan kita akan menghabiskan waktu bersama.” Kata Rey.


__ADS_2