
Keesokan
paginya. Suster Hana datang untuk mengecek keadaan Kaira.
“Selamat pagi.
Wah sepertinya kalian berdua sedang bahagia ya, aura bahagia terpancar dari
wajah kalian.” Kata suster Hana. Raffa dan Kaira hanya tersenyum.
“Kaira sudah
bisa pulang hari ini setelah cek up pagi ini ya. Sekarang pengambilan darah
terakhir setelah hasilnya keluar Kaira baru boleh pulang. Tapi kamu masih belom
bisa balik ke Indonesia karena kan butuh waktu panjang selama perjalanan,
takutnya nanti kecapekan dan bisa semakin buruk. Jadi kami belom bisa
mengijinkan kamu balik ke Indonesia.” Jelas suster Hana.
“Lalu kapan
boleh pulang sus?” Tanya Kaira.
“Ya mungkin
tiga hari lagi baru boleh ya.” Jelas suster Hana.
“Oh ya kita
ini kan sama-sama orang Indonesia, kita makan bareng yuk di restoran Jepang
yang cukup terkenal, aku itu bahagia banget kalau bisa bertemu dengan orang
Indonesia karena aku sudah lima tahun tidak pulang huhu.” Kata suster Hana.
“Boleh sus,
bagaimana kalau besok siang saat jam makan siang?” Tanya Raffa.
“Bisa banget.
Ok sekarang aku akan ambil darah kamu ya Kaira.” Kata suster Hana.
“Iya. Aduh aku
takut pasti sakit.” Kata Kaira. Lalu Raffa segera memeluk Kaira dan mengalihkan
pandangan Kaira agar tidak melihat jarum. Kaira pun tersenyum bahagia.
“Aduh so sweet
__ADS_1
sekali sih. Aku jadi malu terlalu lama disini. Ok sudah selesai kok. Tunggu
dulu ya sampai hasilnya keluar, selagi menunggu kalian bisa sekalian packing
barang.” Kata suster Hana.
“Iya, makasih
ya suster.” Kata Raffa. Lalu suster Hana segera keluar ruangan.
“Hei sampai
kapan kau akan memelukku? Kan sudah selesai ambil darahnya.” Kata Kaira.
Kemudian Raffa
mencium tangan Kaira.
“Hei tangan
mungil, kamu harus kuat ya, masak sama jarum saja takut sih.” Goda Raffa.
“Kalau aku
berani kau tidak akan ada kesempatan untuk memelukku loh haha.” Goda kaira.
Saking
“Rambutku bau
loh, terakhir aku mencuci rambut kan kemarin lusa.” Kata Kaira.
“Tidak
apa-apa. Sudah kau sekarang diam saja biar aku yang mengemasi semua barangmu.”
Kata Raffa.
“Lalu aku akan
tinggal dimana selama masa pemulihan?” Tanya Kaira.
“Kau bisa
tinggal dirumahku, atau mau tinggal di apartemen saja, nanti aku sewakan.” Kata
Raffa.
“Lebih baik
aku tinggal di apartemen lain saja, aku hanya akan menyusahkanmu saja.” Kata
Kaira.
__ADS_1
“Tidak
apa-apa, justru aku senang bisa ada disampingmu.” Kata Raffa.
“Kau masih
pakai baju yang kemarin?” Tanya Kaira sambil tertawa.
“Kenapa? Bau
ya? Aku mau mampir ke rumah sebentar tapi aku takut meninggalkanmu sendirian,
jadi aku belum pulang sama sekali.” Kata Raffa.
“Lalu
bagaimana dengan kerjamu?” Tanya Kaira.
“Jangan
khawatir masalah pekerjaanku, yang penting kau sehat dulu. Aku sudah limpahkan
pekerjaanku kepada bawahanku dan temanku.” Kata Raffa.
“Aku tinggal
di hotel saja, setelah aku pulih aku akan pulang ke Indonesia.” Kata Kaira.
“Tidak, aku
tidak ijinkan kau secepatnya pulang. Aku ingin kita berlibur disini layaknya
pasangan suami istri.” Goda Raffa sambil tertawa cekikikan. Kaira yang
mendengarnya jadi ikutan kesal namun sambil tersenyum senang.
“Memangnya mau
berlibur kemana?” Tanya Kaira.
“Ke suatu
tempat romantis menggunakan gaun yang aku berikan saat di taman.” Kata Raffa.
“Jadi kau
ingin memberiku gaun saja?” Tanya Kaira dengan kesal.
“Nanti kau
akan tau kok. Yang penting kau sehat dulu ya.” Kata Raffa.
__ADS_1