Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 86


__ADS_3

Keesokan


paginya. Suster Hana datang untuk mengecek keadaan Kaira.


“Selamat pagi.


Wah sepertinya kalian berdua sedang bahagia ya, aura bahagia terpancar dari


wajah kalian.” Kata suster Hana. Raffa dan Kaira hanya tersenyum.


“Kaira sudah


bisa pulang hari ini setelah cek up pagi ini ya. Sekarang pengambilan darah


terakhir setelah hasilnya keluar Kaira baru boleh pulang. Tapi kamu masih belom


bisa balik ke Indonesia karena kan butuh waktu panjang selama perjalanan,


takutnya nanti kecapekan dan bisa semakin buruk. Jadi kami belom bisa


mengijinkan kamu balik ke Indonesia.” Jelas suster Hana.


“Lalu kapan


boleh pulang sus?” Tanya Kaira.


“Ya mungkin


tiga hari lagi baru boleh ya.” Jelas suster Hana.


“Oh ya kita


ini kan sama-sama orang Indonesia, kita makan bareng yuk di restoran Jepang


yang cukup terkenal, aku itu bahagia banget kalau bisa bertemu dengan orang


Indonesia karena aku sudah lima tahun tidak pulang huhu.” Kata suster Hana.


“Boleh sus,


bagaimana kalau besok siang saat jam makan siang?” Tanya Raffa.


“Bisa banget.


Ok sekarang aku akan ambil darah kamu ya Kaira.” Kata suster Hana.


“Iya. Aduh aku


takut pasti sakit.” Kata Kaira. Lalu Raffa segera memeluk Kaira dan mengalihkan


pandangan Kaira agar tidak melihat jarum. Kaira pun tersenyum bahagia.


“Aduh so sweet

__ADS_1


sekali sih. Aku jadi malu terlalu lama disini. Ok sudah selesai kok. Tunggu


dulu ya sampai hasilnya keluar, selagi menunggu kalian bisa sekalian packing


barang.” Kata suster Hana.


“Iya, makasih


ya suster.” Kata Raffa. Lalu suster Hana segera keluar ruangan.


“Hei sampai


kapan kau akan memelukku? Kan sudah selesai ambil darahnya.” Kata Kaira.


Kemudian Raffa


mencium tangan Kaira.


“Hei tangan


mungil, kamu harus kuat ya, masak sama jarum saja takut sih.” Goda Raffa.


“Kalau aku


berani kau tidak akan ada kesempatan untuk memelukku loh haha.” Goda kaira.


Saking


“Rambutku bau


loh, terakhir aku mencuci rambut kan kemarin lusa.” Kata Kaira.


“Tidak


apa-apa. Sudah kau sekarang diam saja biar aku yang mengemasi semua barangmu.”


Kata Raffa.


“Lalu aku akan


tinggal dimana selama masa pemulihan?” Tanya Kaira.


“Kau bisa


tinggal dirumahku, atau mau tinggal di apartemen saja, nanti aku sewakan.” Kata


Raffa.


“Lebih baik


aku tinggal di apartemen lain saja, aku hanya akan menyusahkanmu saja.” Kata


Kaira.

__ADS_1


“Tidak


apa-apa, justru aku senang bisa ada disampingmu.” Kata Raffa.



“Kau masih


pakai baju yang kemarin?” Tanya Kaira sambil tertawa.


“Kenapa? Bau


ya? Aku mau mampir ke rumah sebentar tapi aku takut meninggalkanmu sendirian,


jadi aku belum pulang sama sekali.” Kata Raffa.


“Lalu


bagaimana dengan kerjamu?” Tanya Kaira.


“Jangan


khawatir masalah pekerjaanku, yang penting kau sehat dulu. Aku sudah limpahkan


pekerjaanku kepada bawahanku dan temanku.” Kata Raffa.


“Aku tinggal


di hotel saja, setelah aku pulih aku akan pulang ke Indonesia.” Kata Kaira.


“Tidak, aku


tidak ijinkan kau secepatnya pulang. Aku ingin kita berlibur disini layaknya


pasangan suami istri.” Goda Raffa sambil tertawa cekikikan. Kaira yang


mendengarnya jadi ikutan kesal namun sambil tersenyum senang.


“Memangnya mau


berlibur kemana?” Tanya Kaira.


“Ke suatu


tempat romantis menggunakan gaun yang aku berikan saat di taman.” Kata Raffa.


“Jadi kau


ingin memberiku gaun saja?” Tanya Kaira dengan kesal.


“Nanti kau


akan tau kok. Yang penting kau sehat dulu ya.” Kata Raffa.

__ADS_1


__ADS_2