Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 92


__ADS_3

Setelah berjam-jam mereka dating,


akhirnya mereka kelelahan dan memutuskan untuk kembali pulang ke apartemen.


Setibanya di apartemen.


“Sayang bolehkah malam ini aku tidur bersamamu?” Tanya Raffa.


“Tidak, aku akan mengunci pintu kamarku.” Jawab Kaira dengan tegas.


“Ayolah sayang aku mohon, sekali ini saja. Aku janji tidak akan melakukan apapun terhadapmu.” Kata Raffa.


“Tunggu sampai kita sah ya. Kau


harus menahannya. Sudah aku mau masuk kamar dulu aku sudah sangat mengantuk


mas.” Kata Kaira. Tiba-tiba Raffa menerobos masuk kamar Kaira. Kaira pun


menyuruhnya untuk keluar, namun Raffa berhasil menahan pintu kamar itu dan


mendorong Kaira ke dinding.


“Lepaskan aku, kau kau kau jangan


ma macam-macam ya.” Jawab Kaira dengan grogi, namun Raffa tidak melepasnya


bahkan dia tersenyum senang.


“Aku mencintaimu dan benar-benar


tulus mencintaimu.” Kata Raffa. Lalu Raffa mencium bibir Kaira dengan mesranya.


Jantung Kaira benar-benar seperti akan copot karena ciuman Raffa yang terlalu


so sweet untuk dilepaskan, sehingga Kaira terhanyut dalam suasana tersebut.


“Maafkan aku, aku tidak bisa


menahannya. Tidurlah dan kunci pintumu kalau kau tidak ingin aku masuk


diam-diam saat kau sudah tertidur.” Kata Raffa, Kaira masih belum tersadarkan


dari suasana tersebut sehingga dia hanya terdiam dan mengangguk saja.


Raffa segera keluar kamar Kaira


dan Kaira segera mengunci pintu kamarnya karena takut Raffa akan masuk kamarnya


saat dia tertidur.


Didalam kamar Kaira masih


teringat jelas saat Raffa menciumnya, dia selama ini benar-benar merindukan sosok

__ADS_1


Raffa. Dia tersenyum dan tertawa sendiri mengingat kejadian tersebut. Dalam


hatinya, “Perasaan macam apa ini, aku


memang pernah melakukan hal itu dengannya namun kejadian barusan terasa berbeda


sekali dengan yang dulu. Apakah ini yang dinamakan benar-benar jatuh cinta ya.


Aaaaaaaah aku benar-benar menikmatinya tadi dan aku tidak sabar segera menikah


dengannya. Aku mencintaimu Raffa.”


Keesokan paginya, masih di


apartemen Raffa. Raffa dan Kaira keluar kamar barusan, namun mereka merasa


canggung untuk bertemu karena kejadian semalam bahkan Kaira memutuskan untuk


masuk ke kamar lagi.


Lalu Raffa mengetuk pintu Kaira


“Sedang apa kau didalam kamar?


Aku mau berangkat ke kantor, apa kau ingin dipesankan makanan untuk sarapan?”


Tanya Raffa.


“Eh tidak usah, aku bisa beli


Kaira.


“Eh baiklah. Kau tidak apa-apa kan?” Tanya Raffa.


“Aku baik-baik saja kok, kau pergilah.” Kata Kaira.


“Ok, aku berangkat dulu kalau begitu. Kalau butuh sesuatu kabari aku saja ya.” Kata Raffa.


“Iya.” Jawab Kaira.


Dalam hati Kaira, “Aku


benar-benar malu dan canggung jika bertemu dengannya. Aduh sampai kapan akan


canggung seperti ini, harusnya kemarin aku tidak menikmatinya harusnya kemarin


aku menghindar aaaaaaa tidak.”


Kemudian Kaira keluar kamar


karena dia kelaparan dan hendak sarapan. Namun di dapur tidak ada bahan makanan


apapun, akhirnya dia memutuskan untuk pergi keluar sebentar. Dia pergi ke kedai

__ADS_1


makanan disamping apartemennya, dia membeli mie ramen dan memakannya ditempat.


Tiba-tiba ada yang memanggilnya.


“Hei.”


“Ah im sorry. Suster Hana?”


“Apa kabarmu?” Tanya suster Hana


sambil mereka saling berpelukan.


“Baik, kau tinggal di sekitar


sini juga ya?” Tanya Kaira.


“Tidak, aku hanya kebetulan lewat


saja kok karena habis dari rumah kenalanku. Dia orang Indonesia juga loh,


pasangan suami istri juga dan mereka memiliki bayi. Dia pasien di rumah sakit


tempat ku kerja saat melahirkan.” Kata suster Hana.


“Oh gitu, seneng ya kalau punya


kenalan sesama orang Indonesia diluar negeri seperti ini.” Kata Kaira.


“Iya tentunya. Kau kapan balik ke


Indonesia?” Tanya suster Hana.


“Eh aku akan tinggal disini


dengan Raffa, karena bulan depan aku akan menikah dengannya. Kau bisa datang


kan?” Tanya Kaira.


“Wah akhirnya, pasti aku akan


usahakan untuk datang kok.” Kata suster Hana.


“Kau boleh ajak kenalanmu itu


untuk datang ke acara pernikahanku kok.” Kata Kaira.


“Ok, aku juga pasti akan datang


bersama suamiku ya.” Kata suster Hana.


“Ok, temani aku makan dulu yuk


biar aku tidak sendirian seperti ini.” Pinta Kaira.

__ADS_1


“Baiklah.” Jawab suster Hana.


__ADS_2