
Setelah berjam-jam mereka dating,
akhirnya mereka kelelahan dan memutuskan untuk kembali pulang ke apartemen.
Setibanya di apartemen.
“Sayang bolehkah malam ini aku tidur bersamamu?” Tanya Raffa.
“Tidak, aku akan mengunci pintu kamarku.” Jawab Kaira dengan tegas.
“Ayolah sayang aku mohon, sekali ini saja. Aku janji tidak akan melakukan apapun terhadapmu.” Kata Raffa.
“Tunggu sampai kita sah ya. Kau
harus menahannya. Sudah aku mau masuk kamar dulu aku sudah sangat mengantuk
mas.” Kata Kaira. Tiba-tiba Raffa menerobos masuk kamar Kaira. Kaira pun
menyuruhnya untuk keluar, namun Raffa berhasil menahan pintu kamar itu dan
mendorong Kaira ke dinding.
“Lepaskan aku, kau kau kau jangan
ma macam-macam ya.” Jawab Kaira dengan grogi, namun Raffa tidak melepasnya
bahkan dia tersenyum senang.
“Aku mencintaimu dan benar-benar
tulus mencintaimu.” Kata Raffa. Lalu Raffa mencium bibir Kaira dengan mesranya.
Jantung Kaira benar-benar seperti akan copot karena ciuman Raffa yang terlalu
so sweet untuk dilepaskan, sehingga Kaira terhanyut dalam suasana tersebut.
“Maafkan aku, aku tidak bisa
menahannya. Tidurlah dan kunci pintumu kalau kau tidak ingin aku masuk
diam-diam saat kau sudah tertidur.” Kata Raffa, Kaira masih belum tersadarkan
dari suasana tersebut sehingga dia hanya terdiam dan mengangguk saja.
Raffa segera keluar kamar Kaira
dan Kaira segera mengunci pintu kamarnya karena takut Raffa akan masuk kamarnya
saat dia tertidur.
Didalam kamar Kaira masih
teringat jelas saat Raffa menciumnya, dia selama ini benar-benar merindukan sosok
__ADS_1
Raffa. Dia tersenyum dan tertawa sendiri mengingat kejadian tersebut. Dalam
hatinya, “Perasaan macam apa ini, aku
memang pernah melakukan hal itu dengannya namun kejadian barusan terasa berbeda
sekali dengan yang dulu. Apakah ini yang dinamakan benar-benar jatuh cinta ya.
Aaaaaaaah aku benar-benar menikmatinya tadi dan aku tidak sabar segera menikah
dengannya. Aku mencintaimu Raffa.”
Keesokan paginya, masih di
apartemen Raffa. Raffa dan Kaira keluar kamar barusan, namun mereka merasa
canggung untuk bertemu karena kejadian semalam bahkan Kaira memutuskan untuk
masuk ke kamar lagi.
Lalu Raffa mengetuk pintu Kaira
“Sedang apa kau didalam kamar?
Aku mau berangkat ke kantor, apa kau ingin dipesankan makanan untuk sarapan?”
Tanya Raffa.
“Eh tidak usah, aku bisa beli
Kaira.
“Eh baiklah. Kau tidak apa-apa kan?” Tanya Raffa.
“Aku baik-baik saja kok, kau pergilah.” Kata Kaira.
“Ok, aku berangkat dulu kalau begitu. Kalau butuh sesuatu kabari aku saja ya.” Kata Raffa.
“Iya.” Jawab Kaira.
Dalam hati Kaira, “Aku
benar-benar malu dan canggung jika bertemu dengannya. Aduh sampai kapan akan
canggung seperti ini, harusnya kemarin aku tidak menikmatinya harusnya kemarin
aku menghindar aaaaaaa tidak.”
Kemudian Kaira keluar kamar
karena dia kelaparan dan hendak sarapan. Namun di dapur tidak ada bahan makanan
apapun, akhirnya dia memutuskan untuk pergi keluar sebentar. Dia pergi ke kedai
__ADS_1
makanan disamping apartemennya, dia membeli mie ramen dan memakannya ditempat.
Tiba-tiba ada yang memanggilnya.
“Hei.”
“Ah im sorry. Suster Hana?”
“Apa kabarmu?” Tanya suster Hana
sambil mereka saling berpelukan.
“Baik, kau tinggal di sekitar
sini juga ya?” Tanya Kaira.
“Tidak, aku hanya kebetulan lewat
saja kok karena habis dari rumah kenalanku. Dia orang Indonesia juga loh,
pasangan suami istri juga dan mereka memiliki bayi. Dia pasien di rumah sakit
tempat ku kerja saat melahirkan.” Kata suster Hana.
“Oh gitu, seneng ya kalau punya
kenalan sesama orang Indonesia diluar negeri seperti ini.” Kata Kaira.
“Iya tentunya. Kau kapan balik ke
Indonesia?” Tanya suster Hana.
“Eh aku akan tinggal disini
dengan Raffa, karena bulan depan aku akan menikah dengannya. Kau bisa datang
kan?” Tanya Kaira.
“Wah akhirnya, pasti aku akan
usahakan untuk datang kok.” Kata suster Hana.
“Kau boleh ajak kenalanmu itu
untuk datang ke acara pernikahanku kok.” Kata Kaira.
“Ok, aku juga pasti akan datang
bersama suamiku ya.” Kata suster Hana.
“Ok, temani aku makan dulu yuk
biar aku tidak sendirian seperti ini.” Pinta Kaira.
__ADS_1
“Baiklah.” Jawab suster Hana.