
Kaira menelfon Raffa, namun tidak
ada jawaban.
“Tuh lihat kan? Raffa sedang
sibuk makanya aku yang datang kesini.” Kata Viona.
“Kalau dia tau apa yang
sebenarnya terjadi aku yakin dia pasti kembali.” Kata Kaira.
“Terserah apa yang kamu katakan, oh
ya Kei tolong temui papi kamu, dia sangat merindukanmu.” Kata Viona.
“Tolong sampaikan kepada papi
agar dia pulang ke rumah dan menemui mami.” Kata Kei.
“Baiklah, kalau begitu aku pergi
dulu.” Kata Viona.
Lalu Viona pergi.
“Kita pulang sekarang yuk sayang.”
Kata Kaira.
“Mami kenapa lama sekali sih
untuk bisa membebaskanku. Untung saja tadi dia segera kesini dengan
pengacaranya.” Kata Kei.
“Kenapa kamu jadi membela dia?”
Tanya Kaira.
“Aku tidak membelanya aku hanya
merasa bersyukur karena dia mau menolongku.” Kata Kei.
“Kenapa tidak ada yang percaya
pada mami dan kenapa semua membenci mami termasuk anak-anak mami?” Tanya Kaira.
Namun Kei tidak memperdulikan
ibunya.
Keesokan harinya.
“Mau kemana kamu Feya?” Tanya
Kaira.
“Bunda mengajakku pergi berlibur.”
__ADS_1
Kata Feya sambil mengemasi barang-barang miliknya.
“Pergi kemana? Sama siapa saja?”
Tanya Kaira.
“Tentu saja bersama papi dan kak
Arabella.” Kata Feya.
“Jangan pergi, mami tidak
mengijinkanmu pergi bersama wanita itu.” Kata Kaira.
“Mami tidak punya hak untuk
melarangku pergi.” Kata Feya.
Tiba-tiba Raffa datang bersama
Viona dan Arabella.
“Kalau kamu mau pergi dengan
istri barumu silahkan pergi tapi jangan ajak anak-anakku.” Kata Kaira.
“Mereka juga anak-anakku, aku
hanya pergi sebentar kok.” Kata Raffa.
“Lagipula Feya sangat ingin untuk
dia inginkan. Pantas saja anak-anak membencimu.” Kata Viona.
“Aku ibunya dan aku berhak
mengatur anak-anakku.” Kata Kaira.
“Aku juga resmi menjadi ibu
mereka.” Kata Viona.
“Tapi aku ibu kandungnya dan aku
yang melahirkan mereka.” Kata Kaira.
“Kalau begitu, kita tanya saja
kepada Feya dia mau ikut pergi atau tidak.” Kata Viona.
“Feya kamu jadi ikut pergi
bersama papi atau dirumah bersama mami?” Tanya Raffa.
“Tentu saja ikut pergi bersama
papi.” Kata Feya.
__ADS_1
“Kenapa kamu jadi menentang mami?”
Tanya Kaira.
“Mami ini kenapa sih marah-marah
dan melarangku pergi? Lagipula aku pergi dengan papi dan aku juga akan kembali
pulang ke rumah ini.” Kata Feya.
“Lebih baik di tinggal bersamaku
saja, sepertinya dia akan jauh lebih bahagia jika tinggal bersamaku.” Kata Raffa.
“Dasar tidak tau diri kamu mas,
apa kamu lupa dulu kamu bilang bahwa kamu menikah dengan Viona hanya untuk
menyelamatkan perusahaan lalu kamu jadi berubah bahkan kamu sekarang juga
sangat jarang mengunjungiku. Apakah kamu mulai menyukai Viona?” Tanya Kaira.
“Kamu ini seperti anak kecil
saja, aku masih menafkahimu bahkan aku juga membiarkanmu tinggal di rumah ini. Jangan
berdebat didepan anak-anak.” Kata Raffa.
“Sudah-sudah kita berangkat
sekarang saja mas.” Kata Viona.
Lalu Raffa, Viona, Arabella dan
Feya segera pergi berlibur.
“Ma, aku mau keluar dulu.” Kata
Kei.
“Mau kemana sih? Tidak bisakah
kamu dirumah dan menghibur mami yang sedang sedih ini?” Tanya Kaira.
“Masih untung aku tidak ikut
pergi bersama mereka.” Kata Kei.
“Jangan pergi terlalu lama dan
jangan pulang terlalu malam.” Kata Kaira.
“Mami lebih baik istirahat saja
dan jangan menungguku.” Kata Kei.
“Memangnya kamu mau kemana sih?”
Tanya Kaira.
__ADS_1
“Pergi menemui teman-temanku.” Kata
Kei.