Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 26


__ADS_3

Kaira menelfon Raffa, namun tidak


ada jawaban.


“Tuh lihat kan? Raffa sedang


sibuk makanya aku yang datang kesini.” Kata Viona.


“Kalau dia tau apa yang


sebenarnya terjadi aku yakin dia pasti kembali.” Kata Kaira.


“Terserah apa yang kamu katakan, oh


ya Kei tolong temui papi kamu, dia sangat merindukanmu.” Kata Viona.


“Tolong sampaikan kepada papi


agar dia pulang ke rumah dan menemui mami.” Kata Kei.


“Baiklah, kalau begitu aku pergi


dulu.” Kata Viona.


Lalu Viona pergi.


“Kita pulang sekarang yuk sayang.”


Kata Kaira.


“Mami kenapa lama sekali sih


untuk bisa membebaskanku. Untung saja tadi dia segera kesini dengan


pengacaranya.” Kata Kei.


“Kenapa kamu jadi membela dia?”


Tanya Kaira.


“Aku tidak membelanya aku hanya


merasa bersyukur karena dia mau menolongku.” Kata Kei.


“Kenapa tidak ada yang percaya


pada mami dan kenapa semua membenci mami termasuk anak-anak mami?” Tanya Kaira.


Namun Kei tidak memperdulikan


ibunya.


Keesokan harinya.


“Mau kemana kamu Feya?” Tanya


Kaira.


“Bunda mengajakku pergi berlibur.”

__ADS_1


Kata Feya sambil mengemasi barang-barang miliknya.


“Pergi kemana? Sama siapa saja?”


Tanya Kaira.


“Tentu saja bersama papi dan kak


Arabella.” Kata Feya.


“Jangan pergi, mami tidak


mengijinkanmu pergi bersama wanita itu.” Kata Kaira.


“Mami tidak punya hak untuk


melarangku pergi.” Kata Feya.


Tiba-tiba Raffa datang bersama


Viona dan Arabella.



“Kalau kamu mau pergi dengan


istri barumu silahkan pergi tapi jangan ajak anak-anakku.” Kata Kaira.


“Mereka juga anak-anakku, aku


hanya pergi sebentar kok.” Kata Raffa.


“Lagipula Feya sangat ingin untuk


dia inginkan. Pantas saja anak-anak membencimu.” Kata Viona.


“Aku ibunya dan aku berhak


mengatur anak-anakku.” Kata Kaira.


“Aku juga resmi menjadi ibu


mereka.” Kata Viona.


“Tapi aku ibu kandungnya dan aku


yang melahirkan mereka.” Kata Kaira.


“Kalau begitu, kita tanya saja


kepada Feya dia mau ikut pergi atau tidak.” Kata Viona.


“Feya kamu jadi ikut pergi


bersama papi atau dirumah bersama mami?” Tanya Raffa.


“Tentu saja ikut pergi bersama


papi.” Kata Feya.

__ADS_1


“Kenapa kamu jadi menentang mami?”


Tanya Kaira.


“Mami ini kenapa sih marah-marah


dan melarangku pergi? Lagipula aku pergi dengan papi dan aku juga akan kembali


pulang ke rumah ini.” Kata Feya.


“Lebih baik di tinggal bersamaku


saja, sepertinya dia akan jauh lebih bahagia jika tinggal bersamaku.” Kata Raffa.


“Dasar tidak tau diri kamu mas,


apa kamu lupa dulu kamu bilang bahwa kamu menikah dengan Viona hanya untuk


menyelamatkan perusahaan lalu kamu jadi berubah bahkan kamu sekarang juga


sangat jarang mengunjungiku. Apakah kamu mulai menyukai Viona?” Tanya Kaira.


“Kamu ini seperti anak kecil


saja, aku masih menafkahimu bahkan aku juga membiarkanmu tinggal di rumah ini. Jangan


berdebat didepan anak-anak.” Kata Raffa.


“Sudah-sudah kita berangkat


sekarang saja mas.” Kata Viona.


Lalu Raffa, Viona, Arabella dan


Feya segera pergi berlibur.


“Ma, aku mau keluar dulu.” Kata


Kei.


“Mau kemana sih? Tidak bisakah


kamu dirumah dan menghibur mami yang sedang sedih ini?” Tanya Kaira.


“Masih untung aku tidak ikut


pergi bersama mereka.” Kata Kei.


“Jangan pergi terlalu lama dan


jangan pulang terlalu malam.” Kata Kaira.


“Mami lebih baik istirahat saja


dan jangan menungguku.” Kata Kei.


“Memangnya kamu mau kemana sih?”


Tanya Kaira.

__ADS_1


“Pergi menemui teman-temanku.” Kata


Kei.


__ADS_2