
Dimeja makan,
“Cepet buatkan Aku sarapan. Kau kan istriku jadi tugasmu buatin Aku makanan. Nggak
pakek lama.” Perintah Raffa.
Sejujurnya
Kaira sangat malas bahkan tidak sudi membuatkan sarapan untuk Raffa, namun
karena memasak adalah tugas seorang istri sehingga Kaira segera memasakkan
makanan untuk Raffa. Namun bahan makanan didapur hanya tersisa telur dan mie
instan saja karena semua pembantu pulang kampung dan tidak sempat membeli stok
bahan makanan. Akhirnya Kaira membuat mie ramyeon dengan telur. Karena Kaira
sangat doyan sekali dengan mie ramyeon.
“Tuh sarapannya uda matang. Adanya hanya mie instan dan telur. Kalau tidak suka
taruh saja dimeja biar aku nanti yang makan.” Kata Kaira.
“What?
Kamu nyuruh aku makan makanan instan yang tidak bergizi? Dengar ya menu makanku
setiap hari itu harus bergizi. Aku hanya bisa makan makanan high quality yaitu
tenderloin steak, fugu fish, otoro, salmon, daging sapi jenis wagyu, sama
seafood. Apa Kau pernah lihat bi Ratih membuatkan Aku mie instan. Seleraku itu
tinggi dan tidak bisa makan makanan yang sembarangan. Sayur dan Buah juga nggak
sembarangan. Aku cuma bisa makan sayur dan buah yang ditanam secara organik
__ADS_1
saja. Asal Kau tau ya dalam memilih pembantu Aku ada beberapa tahapan dan seleksi,
dan bi Ratih lah yang masuk kriteria, dia dulu pernah bekerja di restoran
terkenal lalu Aku rekrut menjadi chef sehari-hari dirumah ini. Kau benar-benar
nggak ada otak memang ya, berani sekali Kau memberiku makanan sampah murahan
seperti mie instan. Aku nggak mau, sekarang juga Kau buatkan Aku beef steak
medium well.” Kata Raffa.
Raffa memang suka makan makanan yang mahal harganya karena dari sejak kecil dia sudah
terbiasa makan makanan mahal, selain itu dia memiliki alergi tidak bisa makan
makanan murah meriah ala rakyat missqueen. Yah mungkin memang bawaan dari sono
kali ya, anti makanan missqueen.
“Yasudah
Lagipula mie instan juga enak kok. Memangnya Kau tidak pernah makan mie instan?
Apa Kau tidak penasaran dengan rasanya? Kalau gitu biar Aku saja yang makan.”
Kata Kaira.
Lalu Kaira memakan mie ramyeon tersebut dengan begitu lahapnya bahkan sampai bunyi
slurp slurp slurp ala-ala asmr dan ala-ala makan mie ramyeon di drama korea gitu
deh. Tiba-tiba perut Raffa bunyi dengan kencang dan dia sangat kelaparan. Kaira
yang mendengar suara perut Raffa menjadi cekikikan lalu menawarkannya kepada
Raffa.
__ADS_1
“Kalau lapar makan aja jangan sok gaya dan sombong. Coba aja dulu.” Kata Kaira.
“Ingat ya Aku terpaksa memakan mie instan ini karena Kau tidak bejus dalam memasak.
Ini pertama kalinya Aku memakan mie instan.” Kata Raffa.
Saat
suapan pertama, Raffa benar-benar takjub dengan rasa mie nya ditambah lagi
micin-micin dan sensasi pedasnya yang begitu menggaetarkan lidah pokoknya the
best lah rasanya.
“Gimana? Enak kan?” Tanya Kaira.
“Biasa aja.” Jawab Raffa. Bilangnya biasa aja tapi dia makan sampai habis bahkan
kuahnya aja sampe diminum sama dia.
“Kalau biasa aja kenapa Kau habiskan mie nya?” Kata Kaira.
“Karena aku terpaksa memakan ini dan Aku sangat kelaparan. Nanti segera hubungi pegawai
di hotelku yang bernama Zaki, bilang saja bawakan bahan makanan sehari-hari,
dia sudah paham bahan makanan apa saja yang akan dibeli. Nomornya ada di buku
telfon diatas meja sebelah dapur.” Perintah Raffa.
“Kenapa harus Aku? Kenapa tidak Kau saja yang pesan? Itu kan makananmu.” Jawab Kaira
dengan ketus.
“Hei Kau itu istriku dan itu tugasmu, lagipula gara-gara Kau juga semua art dirumah
__ADS_1
ini pada pulang kampung.” Bentak Raffa.
“Hmmm baiklah.” Jawab Kaira.