
Rey menemui Aura, mereka sedang makan siang bersama di sebuah restoran di mall. kebetulan Kasih dan sahabat dekatnya yaitu Naira juga sedang pergi mall tersebut untuk berbelanja.
“Janji harus ditepati loh ya, belikan aku tas.” Kata Naira.
“Iya tenang saja, aku akan membelikanmu tas.” Kata Kasih.
“Gimana dengan suamimu? Apakah dia masih sering menemui wanita itu?” Tanya Naira.
“Masih, selagi aku tidak berpapasan dengan mereka berdua sih aku tidak masalah.” Kata Kasih.
“Tetap saja pasti akan membuatmu sedih dan cemburu kan. Kita makan dulu yuk, lapar nih.” Kata Naira.
“Mau makan dimana Nai?” Tanya Kasih.
“Makan steak yuk, sudah lama aku tidak makan steak. Aku traktir deh kali ini.” Kata Naira.
“Tumben sekali ya, hmmmm jadi curiga.” Kata Kasih.
“Ayo kita makan dulu.” Kata Naira sambil menarik tangan Kasih.
Rey dan Kasih ternyata juga ada di resto steak, bahkan Rey tampak sedang menyuapi Aura. Kasih melihatnya dan akhirnya Rey sadar bahwa istrinya sedang melihatnya.
“Sayang kenapa berhenti?” Tanya Aura.
“Ayo kita makan ditempat lain saja.” Kata Kasih langsung menarik tangan Naira keluar dari resto tersebut. Rey merasa bersalah kepada istrinya.
“Siapa dia sayang? Dia istrimu ya?” Tanya Aura.
“Iya, aku sudah berjanji dia tidak akan pernah melihat kita berdua dan tidak akan ketahuan di tempat umum.” Kata Rey.
__ADS_1
“Nanti minta maaflah kepada istrimu agar dia bisa mengerti.” Kata Aura.
“Kita pulang sekarang yuk.” Kata Rey.
“Tapi makananku belum habis sayang.” Kata Aura.
“Nanti malam aku ada acara dirumah orang tuaku untuk makan malam. Besok saja kita makan siang bersama lagi ya.” Kata Rey.
“Baiklah kalau begitu, memang susah ya kalau pergi dengan suami orang.” Kata Aura.
“Jangan bicara seperti itu dong sayang, nanti setelah aku bercerai dengan istriku pasti aku akan langsung menikahimu.” Kata Rey.
“Iya iya, kita pulang sekarang nih?” Tanya Aura.
“Iya sayang.” Kata Rey.
**
Ternyata Kasih tidak ada dirumah.
“Pak saya ijin pulang dulu.” Kata mbok Sri asisten rumah tangga.
“Mbok kok Kasih belum pulang ya? Dia pergi kemana?” Tanya Rey.
“Kok malah tanya ke saya sih pak? Biasanya kalau istri tidak pulang-pulang berarti dia sedang kesal dengan suami.” Kata mbok Sri.
“Jangan sok tau deh mbok, cepat telfon Kasih dan tanyakan dia dimana sekarang.” Kata Rey.
“Loh kenapa harus si mbok yang telfon? Bapak kan suaminya, bapak itu harus perhatian dan sayang sama istri loh, kurang apa lagi sih bu Kasih itu hmmmmm.” Gerutu mbok Sri.
__ADS_1
“Pulang sana mbok.” Kata Rey kesal.
“Memang saya mau pulang pak pak.” Kata mbok Sri.
“Cepat sana kalau pulang.” Kata Rey.
“Hati-hati loh pak, awas menyesal karena menyia-nyiakan ibu.” Kata mbok Sri.
Jam menunjukkan pukul 01.30 dini hari.
Dan Kasih baru tiba dirumah. Dia langsung masuk kedalam kamar namun tiba-tiba Rey menyalakan lampu.
“Dari mana kamu?” Tanya Rey.
“Bukan urusan kamu, yang penting aku sudah datang di acara makan malam bersama mama dan papa kamu kan.” Kata Kasih.
“Aku tanya darimana saja kamu? Aku ini suami kamu loh ya.” Kata Rey kesal.
“Kita hanya suami istri pura-pura saja, aku juga sudah menuruti keinginanmu untuk tidak ikut campur dengan urusanmu dan juga kita menjalani kehidupan kita masing-masing juga sudah aku turuti keinginanmu.” Bentak Kasih.
“Tapi aku berhak mengetahui kemana kamu pergi.” Kata Rey.
“Mau kamu sebenarnya apa sih mas? Aku capek mas, aku lelah dan aku tidak sanggup lagi denganmu, kamu janji kan tidak akan ketahuan olehku saat sedang bersama wanita itu. Aku boleh menemui wanita itu tapi jangan di tempat umum apalagi ketahuan olehku.” Kata Kasih.
“Itu tidak sengaja.” Kata Rey.
“Aku berusaha untuk tulus, ikhlas menjalani ini semua ya mas, tapi nyatanya kamu tidak bisa menepati aturan yang kamu buat.” Kata Kasih.
“Jadi kamu capek? Yauda kita ke pengadilan lalu bercerai, tapi jangan lupa rumah ini harus menjadi atas namaku.” Kata Rey.
__ADS_1
“Apa? Bercerai? Pernikahan kita bahkan belum genap satu bulan mas, tolong hargai aku sebagai seorang wanita dong mas.” Kata Kasih.
“Untuk apa aku menghargaimu jika aku saja tidak menyukaimu apalagi mencintaimu, kamu hanyalah istri pura-pura saja.” Bentak Rey yang membuat Kasih menangis, lalu dia pergi masuk kedalam kamarnya.