
Setelah pemakaman Viona, Arabella tampak sangat sedih dan wajahnya terlihat
murung. Jerry mencoba untuk menghiburnya.
“Kamu harus sabar, ikhlas dan tetap tegar. Sekarang dia sudah bahagia
disana dan sudah tidak kesakitan lagi.” Kata Jerry sambil mengusap air mata
Arabella.
“Aku tidak punya siapa-siapa lagi, hanya dia yang selalu mengerti aku.”
Kata Arabella.
“Ada aku, mami papi kamu dan adik-adik kamu. Mereka adalah keluargamu juga
sayang.” Kata Jerry.
“Kamu harus bisa terima kenyataan.” Kata Raffa.
“Bagaimana bisa ini terjadi? Bunda mati dirumah kita sendiri? Bagaimana aku
bisa menerima kenyataan ini?” Teriak Arabella.
“Lalu kamu mau apa lagi? Jelas-jelas dia sudah meninggal untuk selamanya,
kamu harus bisa menerima kenyataan.” Teriak Raffa.
“Sudah sudah jangan diteruskan, masih dalam suasana duka tidak baik jika
saling bertengkar seperti ini.” Kata Kaira.
“Aku yakin bunda tidaklah tenggelam tapi ada seseorang yang membuatnya
tenggelam. Bahkan bunda kesulitan untuk hanya sekedar mandi jadi tidak mungkin
dia bisa tenggelam di bathup.” Kata Arabella.
“Aku tau kakak sangat terpukul dengan kepergian bunda, kita semua juga
kehilangan dia kak. Jadi jangan merasa hanya kakak saja yang paling
kehilangan.” Kata Feya.
“Aku akan membalas dendam kepada siapapun yang mencelakai bunda, aku tidak
peduli siapapun itu, mereka harus membayarnya bahkan aku akan membuatnya
menderita di tanganku sendiri.” Kata Arabella dengan kesal.
“Sudah tenanglah, aku akan mengantarmu kedalam kamar lalu istirahatlah.”
Kata Jerry.
“Biar aku saja yang mengantarnya.” Kata Feya sambil melirik ke arah Jerry.
“Lepaskan aku, aku bisa kekamar sendiri.” Kata Arabella.
**
__ADS_1
Kaira dan Kei akhirnya pindah ke rumah Viona.
“Selamat datang mami dan kak Kei. Akhirnya keluarga kita bisa berkumpul
kembali.” Kata Feya.
“Syukurlah, aku sangat rindu sekali denganmu.” Kata Raffa sambil memeluk
Kaira.
“Aku juga sangat rindu denganmu mas.” Kata Kaira.
“Aku akan membawakan koper kamu, tunggu di meja makan aku akan segera
bergabung.” Kata Raffa.
“Terima kasih banyak sayang.” Kata Kaira.
“Dimana Arabella?” Tanya Kaira kepada Feya.
“Dia didalam kamar dan sangat jarang keluar kamar semenjak kepergian bunda.
Bahkan bibi membawakan makanan untuknya namun dia tidak memakannya.” Kata Feya.
“Dia sepertinya benar-benar sangat kehilangan Viona tapi mau bagaimana
lagi.” Kata Kaira.
“Tolong nanti mami bicara dengan kak Arabella ya, aku kasihan dengannya.”
Kata Feya.
**
Kaira masuk kedalam kamar Arabella sambil membawa makanan untuknya.
“Kamu belum makan ya, makanlah dulu. Mami membuatkan bubur untukmu, kamu
harus sehat dan tetap harus terus menjalani hidup. Jangan sampai kamu jatuh
sakit.” Kata Kaira.
“Aku tidak mau makan.” Kata Arabella sambil membuang makanan tersebut.
“Astaga, apa yang kamu lakukan? Tidak baik membuang makanan. Mami tau kamu
sangat kehilangan dia tapi kamu mau bagaimana lagi dia sudah pergi dan kamu
harus ikhlaskan kepergiannya.” Kata Kaira.
“Pergilah dari kamarku, aku tidak ingin melihatmu.” Kata Arabella.
‘Mami akan membawakanmu makanan lagi, tunggu sebentar.” Kata Kaira.
“Aku bilang aku tidak mau makan, biarkan saja aku jatuh sakit agar aku bisa
cepat bertemu bunda.” Kata Arabella.
Kaira pun memeluk putrinya.
__ADS_1
“Jangan bicara seperti itu, mami tidak mau kehilangan kamu sayang. Mami sangat
menyayangimu.” Kata Kaira.
“Lepaskan aku dan jangan muncul di depanku. Aku mohon.” Kata Arabella. Akhirnya
Kaira pun keluar dari kamar Arabella.
**
Kaira dan Raffa sedang menikmati makan diluar.
"Mas aku khawatir dengan kondisi Arabella." Kata Kaira.
"Biarkan saja, dia butuh waktu untuk sendiri." Kata Raffa.
"Tapi sampai kapan mas? Aku sangat khawatir dengannya, tolong bicaralah padanya." Kata Kaira.
"Iya, aku akan bicara dengannya. Mungkin karena dia sangat menyukai Viona begotu juga dengannya." Kata Raffa.
Info :
Jangan lupa mampir di cerita terbaruku ya judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih.
Ini sinopsisnya
Namaku
Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah
berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak
pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman
baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal
bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka
memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah
seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak
menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.
Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat
perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku
namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan
menyentuhku apalagi tidur bersamaku.
__ADS_1