Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 50


__ADS_3

Setelah pemakaman Viona, Arabella tampak sangat sedih dan wajahnya terlihat


murung. Jerry mencoba untuk menghiburnya.



“Kamu harus sabar, ikhlas dan tetap tegar. Sekarang dia sudah bahagia


disana dan sudah tidak kesakitan lagi.” Kata Jerry sambil mengusap air mata


Arabella.


“Aku tidak punya siapa-siapa lagi, hanya dia yang selalu mengerti aku.”


Kata Arabella.


“Ada aku, mami papi kamu dan adik-adik kamu. Mereka adalah keluargamu juga


sayang.” Kata Jerry.


“Kamu harus bisa terima kenyataan.” Kata Raffa.


“Bagaimana bisa ini terjadi? Bunda mati dirumah kita sendiri? Bagaimana aku


bisa menerima kenyataan ini?” Teriak Arabella.


“Lalu kamu mau apa lagi? Jelas-jelas dia sudah meninggal untuk selamanya,


kamu harus bisa menerima kenyataan.” Teriak Raffa.


“Sudah sudah jangan diteruskan, masih dalam suasana duka tidak baik jika


saling bertengkar seperti ini.” Kata Kaira.


“Aku yakin bunda tidaklah tenggelam tapi ada seseorang yang membuatnya


tenggelam. Bahkan bunda kesulitan untuk hanya sekedar mandi jadi tidak mungkin


dia bisa tenggelam di bathup.” Kata Arabella.


“Aku tau kakak sangat terpukul dengan kepergian bunda, kita semua juga


kehilangan dia kak. Jadi jangan merasa hanya kakak saja yang paling


kehilangan.” Kata Feya.


“Aku akan membalas dendam kepada siapapun yang mencelakai bunda, aku tidak


peduli siapapun itu, mereka harus membayarnya bahkan aku akan membuatnya


menderita di tanganku sendiri.” Kata Arabella dengan kesal.


“Sudah tenanglah, aku akan mengantarmu kedalam kamar lalu istirahatlah.”


Kata Jerry.


“Biar aku saja yang mengantarnya.” Kata Feya sambil melirik ke arah Jerry.


“Lepaskan aku, aku bisa kekamar sendiri.” Kata Arabella.


**

__ADS_1


Kaira dan Kei akhirnya pindah ke rumah Viona.


“Selamat datang mami dan kak Kei. Akhirnya keluarga kita bisa berkumpul


kembali.” Kata Feya.


“Syukurlah, aku sangat rindu sekali denganmu.” Kata Raffa sambil memeluk


Kaira.


“Aku juga sangat rindu denganmu mas.” Kata Kaira.


“Aku akan membawakan koper kamu, tunggu di meja makan aku akan segera


bergabung.” Kata Raffa.


“Terima kasih banyak sayang.” Kata Kaira.


“Dimana Arabella?” Tanya Kaira kepada Feya.


“Dia didalam kamar dan sangat jarang keluar kamar semenjak kepergian bunda.


Bahkan bibi membawakan makanan untuknya namun dia tidak memakannya.” Kata Feya.


“Dia sepertinya benar-benar sangat kehilangan Viona tapi mau bagaimana


lagi.” Kata Kaira.


“Tolong nanti mami bicara dengan kak Arabella ya, aku kasihan dengannya.”


Kata Feya.


**


Kaira masuk kedalam kamar Arabella sambil membawa makanan untuknya.


“Kamu belum makan ya, makanlah dulu. Mami membuatkan bubur untukmu, kamu


harus sehat dan tetap harus terus menjalani hidup. Jangan sampai kamu jatuh


sakit.” Kata Kaira.


“Aku tidak mau makan.” Kata Arabella sambil membuang makanan tersebut.


“Astaga, apa yang kamu lakukan? Tidak baik membuang makanan. Mami tau kamu


sangat kehilangan dia tapi kamu mau bagaimana lagi dia sudah pergi dan kamu


harus ikhlaskan kepergiannya.” Kata Kaira.



“Pergilah dari kamarku, aku tidak ingin melihatmu.” Kata Arabella.


‘Mami akan membawakanmu makanan lagi, tunggu sebentar.” Kata Kaira.


“Aku bilang aku tidak mau makan, biarkan saja aku jatuh sakit agar aku bisa


cepat bertemu bunda.” Kata Arabella.


Kaira pun memeluk putrinya.

__ADS_1


“Jangan bicara seperti itu, mami tidak mau kehilangan kamu sayang. Mami sangat


menyayangimu.” Kata Kaira.


“Lepaskan aku dan jangan muncul di depanku. Aku mohon.” Kata Arabella. Akhirnya


Kaira pun keluar dari kamar Arabella.


 


**


Kaira dan Raffa sedang menikmati makan diluar.



"Mas aku khawatir dengan kondisi Arabella." Kata Kaira.


"Biarkan saja, dia butuh waktu untuk sendiri." Kata Raffa.


"Tapi sampai kapan mas? Aku sangat khawatir dengannya, tolong bicaralah padanya." Kata Kaira.


"Iya, aku akan bicara dengannya. Mungkin karena dia sangat menyukai Viona begotu juga dengannya." Kata Raffa.


 


 


 


Info :


Jangan lupa mampir di cerita terbaruku ya judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun". Terima kasih.


Ini sinopsisnya


Namaku


Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah


berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak


pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman


baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal


bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka


memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah


seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak


menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.


Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat


perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku


namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan


menyentuhku apalagi tidur bersamaku.

__ADS_1


__ADS_2