
Tiga tahun kemudian, Baby Kei saat ini sudah berusia tiga tahun. Dia tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang pintar, lucu dan sangat aktif. Saat ini Raffa dan Kaira telah kembali ke Indonesia, karena Raffa telah membuka bisnis restorannya di Indonesia, sehingga dia saat ini fokus bekerja di Indonesia.
“Kei kenapa kok sepertinya sedih?” Tanya Kaira.
“Aku rindu ibu Mayang mami.” Kata Kei.
“Kan ada mami sama papi, lagipula ibu Mayang kan harus pulang kampung juga, dia juga punya suami dan anak.” Kata Kaira.
“Pokoknya Kei maunya sama ibu Mayang.” Kata Kei.
“Iya iya nanti mami telfon ke ibu Mayang ya.” Kata Kaira.
Kemudian Kaira menelfon Mayang.
“Hallo May, kau sedang sibuk tidak?” Tanya Kaira.
“Kebetulan tidak nyonya, saya sedang menonton tv bersama anak saya. Ada apa nyonya?” Tanya Mayang.
“Kei katanya kangen sama kamu dan pengen melakukan panggilan video, bisa tidak?” Tanya Kaira.
“Boleh nyonya, anak saya juga katanya ingin melihat Kei.” Kata Mayang.
__ADS_1
Lalu Kaira melakukan panggilan video dengan Mayang.
“Ibu? Ibu dimana? Kei kangen sama ibu.” Kata Kei.
“Hallo Kei sayang, ibu lagi di kampung. Kenalin ini anak ibu namanya kakak Aliya.” Kata Mayang.
“Hallo Kei, Kei kamu lucu banget deh.” Kata Aliya.
Kei asyik melakukan panggilan video dengan Mayang, hal ini membuat Kaira menjadi tenang karena seharian Kei sedih bahkan tidak mau makan karena tidak ada Mayang disampingnya.
“Kei, mami mau ngobrol sebentar sama ibu Mayang boleh tidak? Kei main dulu sama papi ya.” Kata Kaira.
“Iya mami.” Kata Kei.
“Bye Kei, jangan lupa makan yang banyak ya, makan buah sama sayurnya juga ya.” Kata Mayang.
“Kei sangat senang sekali setelah mendengar suaramu bahkan melihatmu meskipun hanya melalui panggilan video. Oh ya bagaimana kondisimu? Apakah baik-baik saja? Bagaimana dengan anakmu? Aku dan suami turut berduka cita atas kepergian suami kamu ya.” Kata Kaira.
“Terimakasih nyonya, sepertinya saya tidak bisa bekerja lagi untuk sementara karena harus mengurus anak saya
Aliya.” Kata Mayang.
__ADS_1
“Tapi aku juga masih sangat membutuhkanmu May, apalagi Kei dia begitu sangat menyukaimu karena kau kan telah merawatnya dari bayi.” Kata Kaira.
“Iya, saya tau nyonya namun saat ini anak saya juga butuh saya. Kalau dia harus ikut dengan ibu saya, saya
khawatir. Sekarang dia sudah mulai bisa menerima keadaan yang sebenarnya namun dia juga bilang pada saya untuk selalu menemaninya setiap hari dan dia tidak ingin saya pergi bekerja.” Kata Mayang.
“Sekarang kan aku tinggal di Jakarta, bagaimana jika kau kesini lagi tapi kau boleh membawa anakmu. Biarkan dia
sekolah disini saja, bagaimana?” Tanya Kaira.
“Aliya tidak mau nyonya.” Kata Mayang.
“Bagaimana jika kau dan keluargamu pindah saja kesini, aku bisa sewakan kau rumah untuk keluargamu, yang penting kau masih mau bekerja lagi denganku. Karena Kei benar-benar tidak bisa jika harus berpisah denganmu.” Kata Kaira.
“Tidak perlu nyonya, nanti merepotkan nyonya jika keluarga saya juga pindah kesana.” Kata Mayang.
“Tidak masalah, yang penting kamu mau kerja lagi disini.” Kata Kaira.
“Akan saya pikirkan kembali nyonya, saya butuh waktu juga untuk memikirkan hal itu, saya juga harus
bicarakan hal itu dengan keluarga saya.” Kata Mayang.
__ADS_1
“Baiklah, aku tunggu kabar baik darimu ya May.” Kata Kaira.