Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
part 95


__ADS_3

Selama diperjalanan menuju rumah, Raffa memikirkan siapa yang mengirim


surat ancaman tersebut.


“Kurang ajar, siapa yang membantu Viona dan siapa yang mengetahui semua


perbuatanku. Aku bahkan sudah mengecek semua bahwa hari itu tidak ada orang


dirumah. Apa jangan-jangan Kaira yang mengancamku? Tapi tidak mungkin buktinya


dia sangat marah saat melihat pesan ancaman di ponselku waktu itu, apa dia


hanya berakting saja. Aku ingat waktu aku sedang makan bersamanya, dia sibuk bermain ponsel miliknya. Tapi jika benar Kaira yang


melakukannya pasti dia dibantu oleh seseorang. Lalu bagaimana caranya Kaira


mengetahui semua perbuatanku, bahkan aku dan dia tinggal di rumah yang berbeda saat itu.


Aduh kepalaku sakit sekali memikirkan masalah ini. Aku tidak bersalah, Viona


yang mulai menghancurkan keluargaku dan bukan salahku jika aku membalasnya.”


Gerutu Raffa.


Setibanya dirumah.


“Mas, minggu depan Daniel akan datang ke rumah, dia ingin memperkenalkan


diri kepada kita.  Tadi Arabella bilang


kalau dia tidak jadi ke Singapore dan Daniel yang datang kesini sekaligus


mengunjungi kita.” Kata Kaira.


“Gawat, minggu depan kan waktu terakhirku untuk mengakui kesalahanku. Apa


jangan-jangan Kaira sengaja merencanakan ini semua, apa benar Kaira yang


mengetahui semua perbuatanku.” Tanya Raffa dalam hati.


“Mas, kok kamu diam saja sih?” Tanya Kaira.


“Oh iya.” Kata Raffa.


“Kamu tidak senang ya jika Daniel datang ke rumah ini? Bagaimana pun juga


dia adalah kekasih Arabella anak kamu loh mas.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Tentu saja aku sangat antusias sekali, aku mau istirahat dulu ya sayang,


lelah sekali badanku.” Kata Raffa.


“Memangnya kamu dari mana saja?” Tanya Kaira.


“Dari kantor lah sayang.” Kata Raffa.


Lalu Raffa segera pergi ke kamarnya.


“Astaga, Kaira kalau menaruh tas kok sembarangan sih.” Gerutu Raffa melihat


tas milik istrinya yang berserakan di lantai. Karena Raffa penasaran, dia pun


diam-diam membuka dan melihat isi tas milik istrinya. Dan dia menemukan struk


karcis masuk bandara. Raffa semakin yakin bahwa istrinya yang meneror dia


selama ini.


“Jadi hari ini dia pergi ke bandara, benar dugaanku bahwa Kaira yang telah


mengetahui semua perbuatanku dan dia yang mengirim pesan kepadaku. Tapi jika


memang dia mengetahui semua perbuatanku kenapa dia ingin aku jujur kepada istri


dan anak-anakku. Apa yang sedang dia rencanakan sebenarnya, apakah dia hanya


Malam harinya, Raffa mulai mengintrogasi istrinya.


“Kamu seharian dari mana saja?” Tanya Raffa.


“Aku dirumah mas. Memangnya kenapa?” Tanya Kaira.


“Apakah ada yang kamu sembunyikan dariku?” Tanya Raffa.


“Astaga menyembunyikan apa sih mas, tentu saja tidak ada.” Kata Kaira sambil


menyisir rambutnya.


“Aku menemukan struk karcis masuk bandara, untuk apa kamu ke bandara?”


Tanya Raffa.


“Jadi kamu menggeledah isi tas milikku?” Tanya Kaira.


“Jawab saja pertanyaanku, untuk apa kamu pergi ke bandara? Kamu menemui

__ADS_1


siapa memangnya?” Tanya Raffa.


“Tidak penting kok sayang, aku lelah sekali hari ini. Mari kita tidur.”


Kata Kaira.


“Aku serius bertanya padamu, untuk apa kamu ke bandara?” Tanya Raffa.


“Aku menemui temanku, apakah kamu puas?” Jawab Kaira dengan kesal.


“Teman siapa? Kenapa kamu bilang hari ini dirumah padahal kamu pergi ke


bandara? Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku?” Tanya Raffa.


“Dia teman SMA ku, dia sedang berlibur di Jakarta lalu aku menjemputnya di


bandara. Aku hanya sebentar kok menemui temanku.” Kata Kaira.


“Apa Kaira jujur atau hanya beralasan saja?” Tanya Raffa dalam hati.


“Mulai hari ini jika kamu mau pergi kemanapun, kabari aku dan harus minta


ijin padaku.” Kata Raffa.


“Kamu sedang mencurigaiku mas? Bukankah kita harus saling percaya satu sama


lain? Justru kamulah yang sering membohongiku, apakah kamu ingat dulu saat kita


baru menikah kamu bahkan tidak pernah menganggapku dan selalu pergi seenaknya


dan membohongiku.” Kata Kaira.


“Kenapa kamu jadi membahas masa lalu? Memang aku sedang mencurigaimu.” Kata


Raffa.


“Apa yang kamu curigai dari aku mas?” Tanya Kaira.


“Apakah selama ini kamu mengikutiku dan mengawasi semua gerak-gerikku?”


Tanya Raffa.


 


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2