
“Jerry sedang kesal denganku ma.” Kata Arabella.
“Loh memangnya kenapa?” Tanya Kaira.
“Karena tadi aku tidak mau di ajak makan bersama, aku bilang aku tidak bisa
karena aku harus makan malam bersama keluarga, tapi sepertinya dia kecewa dan
kesal denganku huhu.” Kata Arabella.
“Aduh begitu saja kok kesal sih, wajar dalam suatu hubungan itu pasti ada
saja masalah. Kalau begitu besok coba ajak dia makan bersama atau bawakan bekal
untuknya, bekal sederhana buatan kamu pasti dia tidak akan kesal lagi denganmu.”
Kata Kaira.
“Benarkah? Baiklah besok aku akan buatkan bekal untuknya, tolong bantu aku
ya ma.” Kata Arabella.
“Iya, tidurlah sudah malam loh. Mami ke kamar Feya dulu ya kalau begitu.
Tidak apa-apa kan?” Tanya Kaira.
“Iya ma tidak apa-apa kok. Selamat malam ma.” Kata Arabella sambil mencium
pipi ibunya. Kaira hanya diam dan kaget bahkan merasa aneh dengan sikap
Arabella.
“Iya selamat malam.” Kata Kaira.
Keesokan paginya
Selamat pagi semuanya.
“Tumben banget.” Kata Kei.
“Kamu belum berangkat Kei? Kamu itu mahasiswa baru loh jadi harus tepat
waktu kalau ke kampus.” Kata Arabella.
“Tidak usah sok peduli denganku deh, urus saja dirimu sendiri.” Kata Kei.
“Tentu saja aku peduli denganmu.” Kata Arabella.
__ADS_1
“Pasti kamu ada mau nya kan makanya jadi berubah seperti ini.” Kata Kei.
“Memang aku ada mau nya kan hari ini aku mau beli ponsel baru sama mami,
iya kan ma?” Kata Arabella sambil memeluk Kaira. Kaira melepas tangan Arabella.
“Kamu pergi sendiri saja, mami hari ini ada janji dengan teman mami.” Kata
Kaira.
“Emang enak, mami nggak mau pergi denganmu haha.” Kata Feya.
“Loh bukankah mami hari ini sedang free ya?” Tanya Arabella.
“Maaf mami lupa memberitahumu, ayo cepat Feya kita berangkat sekarang.”
Kata Kaira.
“Loh kok mami pergi sama Feya?” Tanya Arabella.
“Feya mau pergi les jadi sekalian mami mengantarkannya. Mami pergi dulu ya,
bye Kei.” Kata Kaira.
“Hahaha tuh mami tidak peduli denganmu, makanya jangan kasar sama mami.”
Kata Kei.
**
Setelah Kaira mengantarkan Feya pergi les, dia pergi ke salah satu mall
untuk sekedar menenangkan pikirannya. Dia pergi ke salah satu restoran di mall
tersebut. Kaira memesan minuman.
“Aku harus melakukan sesuatu, aku harus mengirim anak itu ke luar negeri
karena dia mengancam kedua anakku. Aku takut kekhawatiranku selama ini terjadi
yaitu dia menguasai perusahaan suamiku. Meskipun aku selama ini menerimanya
tapi aku tidak rela jika dia mengambil serta merebut apa yang tidak seharusnya
dia miliki, ini semua harus jadi milik kedua anakku, anak itu sama sekali tidak
berhak. Tapi sikap dia kemarin sangat aneh, apa jangan-jangan dia mendengar
__ADS_1
pembicaraanku dengan mas Raffa ya. Ah aku tidak peduli meskipun dia
mendengarnya. Baiklah sekarang aku akan mencari kampus terbaik diluar negeri.
Masih untung aku masih mau menerimamu dan juga merawatmu hingga cukup dewasa.
Sekarang saatnya dia kembali ke tempat semula. Keberadaan anak itu semakin
membuatku cemas, aku sudah sampai sejauh ini jadi aku tidak boleh bertindak
gegabah.” Kata Kaira dalam hati.
Tiba-tiba bu Siska menelfon Kaira.
“Hallo ma, ada apa?” Tanya Kaira.
“Apakah kamu baik-baik saja saat ini?” Tanya bu Siska.
“Iya ma aku baik-baik saja, memangnya kenapa ma?” Tanya Kaira.
“Mami mimpi buruk nak, barusan mami mimpi bahwa Angel masih hidup dan itu
seakan sangat nyata.” Kata bu Siska.
“Astaga mami, itu hanyalah mimpi ma. Sudah tidak usah dipikirkan lagi ya
ma.” Kata Kaira.
“Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, mami masih saja kepikiran loh.” Kata
bu Siska.
“Itu tidak mungkin ma, lagipula Angel pergi sudah lima belas tahun yang
lalu bahkan waktu itu mami juga datang ke pemakamannya. Mami jangan berfikir
yang aneh-aneh lagi ya.” Kata Kaira.
“Iya, mami sudah melakukan segala cara agar dia, ah mungkin mami lelah.”
Kata bu Siska.
“Apa maksud mami melakukan segala cara, memangnya mami melakukan apa?”
Tanya Kaira.
“Tidak kok, tidak apa-apa mungkin mami hanya lelah saja. Mami tutup dulu ya
__ADS_1
telfonnya.” Kata bu Siska.
“Sebenarnya mami tadi bicara apa ya?” Tanya Kaira dalam hati.