
Setibanya di pusat perbelanjaan,
Viona membelikan Feya dan Arabella tas dan sepatu serta baju bermerk. Feya
sedang memilih barang kesukaannya, sedangkan Arabella dan Viona duduk berdua.
“Terima kasih banyak bunda.” Kata
Arabella sambil memeluk Viona.
“Kapan kamu merasa paling
bahagia?” Tanya Viona.
“Ketika ibuku memelukku dengan
erat.” Kata Arabella.
“Kapan terakhir kali ibumu
memelukmu?” Tanya Viona.
“Aku tidak tau siapa dan dimana
ayah dan ibu kandungku, selama ini aku menganggap mami dan papi adalah orang
tuaku namun itu salahku yang kadang sering bersikap kasar dan tidak sopan
dengan mami sehingga dia kesal padaku, berbeda dengan papi yang selalu
membelaku.” Kata Arabella.
“Apakah kamu membenci orang tua
kandungmu? Bagaimana jika akhirnya kamu mengetahui keberadaan orang tua
kandungmu?” Tanya Viona.
“Tidak, aku masih beruntung
karena orang tua kandungku hanya menitipkanku ke panti asuhan dan tidak
membuangku.” Kata Arabella.
“Apakah kamu ingin mengetahui dan
mencari keberadaan orang tua kandungmu?” Tanya Viona.
“Papiku melarangku untuk mencari
tahu keberadaan orang tua kandungku.” Kata Arabella.
“Memangnya kenapa? Kamu berhak
kok mengetahui siapa orang tua kandungmu.” Kata Viona.
__ADS_1
“AKu selama ini diam-siam memang
mencari tau siapa orang tua kandungmu tapi belum menemukannya.” Kata Arabella.
“Kalau kamu tidak keberatan aku
bisa membantumu.” Kata Viona.
“Tidak perlu bunda, biarlah.
Lagipula selama ini mami dan papi yang merawatku dan membiayaiku.” Kata
Arabella.
“Apakah mereka adil? Maksud bunda
apakah mereka tidak membeda-bedakanmu dengan Kei dan Feya?” Tanya Viona.
“Kalau papi tidak, kalau mami
berbeda, mungkin karena dia merasa iri denganku karena papi selalu memanjakanku
selama ini.” Kata Arabella.
“Apakah kamu tidak curiga dengan
papi kamu, apakah kamu tau latar belakang papi dan mami kamu dulu seperti apa?”
Tanya Viona.
senang karena papi selalu memanjakanku dan mendukungku. Bagaimana caraku
mencari tau latar belakang papiku. Aku tidak bisa bunda.” Kata Arabella.
“Keluargamu kan kaya dan berkuasa
pasti akan jauh lebih mudah untuk melakukan sesuatu hal.” Kata Viona.
“Tapi aku tidak tau harus
melakukan apa, bisakah bunda membantuku?” Tanya Arabella.
“Bunda akan membantumu, tapi
bagaimana jika mami dan papimu mengetahuinya, pasti mereka akan marah denganmu
dan juga bunda.” Kata Viona.
“Jangan sampai mereka
mengetahuinya.” Kata Arabella.
“Baiklah, pertama kita harus
mencari info dari panti asuhanmu, lalu kita juga harus mencari tau latar
__ADS_1
belakang mami dan papi kamu, apakah kamu siap dan sanggup? Yang bunda takutkan
setelah kamu mengetahui siapa orang tua kandungmu, kamu akan membenci dan tidak
sayang lagi ke mami dan papi kamu.” Kata Viona.
“Tidak kok, bagaimanapun juga
merekalah yang merawatku dan mengadopsiku.” Kata Arabella.
“Baiklah kalau begitu, nanti
setibanya di Jakarta bunda akan mengatur waktu untuk menemanimu ke panti
asuhanmu.” Kata Viona.
“Terima kasih banyak bunda.” Kata
Arabella.
“Sama-sama Arabella, setelah ini
kita kembali ke hotel saja yak arena sudah malam.” Kata Viona.
“Baik bunda, aku akan memanggil
Feya dulu kalau begitu.” Kata Arabella.
Arabella memanggil Feya.
“Hei, ayo balik sekarang, sudah
malam loh.” Kata Arabella.
“Ok, baik banget ya bunda sama kita
kak, dia membelikan kita banyak barang mewah.” Kata Feya.
“Kalau mami dan papi tau
kira-kira mereka marah tidak ya sama kita?” Tanya Arabella.
“Jangan sampai mami tau kalau
begitu.” Kata Feya.
“Simpan barang itu ditempat yang
aman, karena mami biasanya sering masuk ke kamarmu.” Kata Arabella.
“Iya tenang saja, semua aman
kok.” Kata Feya.
“Ayo kita balik sekarang, bunda
__ADS_1
sudah menunggu kita.” Kata Arabella.