Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season3 Part 19


__ADS_3

Setibanya di pusat perbelanjaan,


Viona membelikan Feya dan Arabella tas dan sepatu serta baju bermerk. Feya


sedang memilih barang kesukaannya, sedangkan Arabella dan Viona duduk berdua.


“Terima kasih banyak bunda.” Kata


Arabella sambil memeluk Viona.


“Kapan kamu merasa paling


bahagia?” Tanya Viona.


“Ketika ibuku memelukku dengan


erat.” Kata Arabella.


“Kapan terakhir kali ibumu


memelukmu?” Tanya Viona.


“Aku tidak tau siapa dan dimana


ayah dan ibu kandungku, selama ini aku menganggap mami dan papi adalah orang


tuaku namun itu salahku yang kadang sering bersikap kasar dan tidak sopan


dengan mami sehingga dia kesal padaku, berbeda dengan papi yang selalu


membelaku.” Kata Arabella.


“Apakah kamu membenci orang tua


kandungmu? Bagaimana jika akhirnya kamu mengetahui keberadaan orang tua


kandungmu?” Tanya Viona.


“Tidak, aku masih beruntung


karena orang tua kandungku hanya menitipkanku ke panti asuhan dan tidak


membuangku.” Kata Arabella.


“Apakah kamu ingin mengetahui dan


mencari keberadaan orang tua kandungmu?” Tanya Viona.


“Papiku melarangku untuk mencari


tahu keberadaan orang tua kandungku.” Kata Arabella.


“Memangnya kenapa? Kamu berhak


kok mengetahui siapa orang tua kandungmu.” Kata Viona.

__ADS_1


“AKu selama ini diam-siam memang


mencari tau siapa orang tua kandungmu tapi belum menemukannya.” Kata Arabella.


“Kalau kamu tidak keberatan aku


bisa membantumu.” Kata Viona.


“Tidak perlu bunda, biarlah.


Lagipula selama ini mami dan papi yang merawatku dan membiayaiku.” Kata


Arabella.


“Apakah mereka adil? Maksud bunda


apakah mereka tidak membeda-bedakanmu dengan Kei dan Feya?” Tanya Viona.


“Kalau papi tidak, kalau mami


berbeda, mungkin karena dia merasa iri denganku karena papi selalu memanjakanku


selama ini.” Kata Arabella.


“Apakah kamu tidak curiga dengan


papi kamu, apakah kamu tau latar belakang papi dan mami kamu dulu seperti apa?”


Tanya Viona.


senang karena papi selalu memanjakanku dan mendukungku. Bagaimana caraku


mencari tau latar belakang papiku. Aku tidak bisa bunda.” Kata Arabella.


“Keluargamu kan kaya dan berkuasa


pasti akan jauh lebih mudah untuk melakukan sesuatu hal.” Kata Viona.


“Tapi aku tidak tau harus


melakukan apa, bisakah bunda membantuku?” Tanya Arabella.


“Bunda akan membantumu, tapi


bagaimana jika mami dan papimu mengetahuinya, pasti mereka akan marah denganmu


dan juga bunda.” Kata Viona.


“Jangan sampai mereka


mengetahuinya.” Kata Arabella.


“Baiklah, pertama kita harus


mencari info dari panti asuhanmu, lalu kita juga harus mencari tau latar

__ADS_1


belakang mami dan papi kamu, apakah kamu siap dan sanggup? Yang bunda takutkan


setelah kamu mengetahui siapa orang tua kandungmu, kamu akan membenci dan tidak


sayang lagi ke mami dan papi kamu.” Kata Viona.


“Tidak kok, bagaimanapun juga


merekalah yang merawatku dan mengadopsiku.” Kata Arabella.


“Baiklah kalau begitu, nanti


setibanya di Jakarta bunda akan mengatur waktu untuk menemanimu ke panti


asuhanmu.” Kata Viona.


“Terima kasih banyak bunda.” Kata


Arabella.


“Sama-sama Arabella, setelah ini


kita kembali ke hotel saja yak arena sudah malam.” Kata Viona.


“Baik bunda, aku akan memanggil


Feya dulu kalau begitu.” Kata Arabella.


Arabella memanggil Feya.


“Hei, ayo balik sekarang, sudah


malam loh.” Kata Arabella.


“Ok, baik banget ya bunda sama kita


kak, dia membelikan kita banyak barang mewah.” Kata Feya.


“Kalau mami dan papi tau


kira-kira mereka marah tidak ya sama kita?” Tanya Arabella.


“Jangan sampai mami tau kalau


begitu.” Kata Feya.


“Simpan barang itu ditempat yang


aman, karena mami biasanya sering masuk ke kamarmu.” Kata Arabella.


“Iya tenang saja, semua aman


kok.” Kata Feya.


“Ayo kita balik sekarang, bunda

__ADS_1


sudah menunggu kita.” Kata Arabella.


__ADS_2