Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Season 3 Part 7


__ADS_3

Setelah Arabella


pergi Kaira merasa sangat lega.


“Akhirnya anak


itu pergi juga. Lega sekali rasanya.” Kata Kaira dalam hati.


“Mami kenapa


mengusir kak Arabella?” Tanya Feya.


“Mami tidak


mengusirnya tapi dia sendiri yang memilih untuk pergi dari rumah. Kenapa?”


Tanya Kaira.


“Tidak apa-apa


kok ma, aku kasihan saja dia pergi disaat turun hujan seperti ini. Tapi aku


merasa senang kalau dia pergi karena aku tidak suka dengannya.” Kata Feya.


“Kenapa Feya


tidak suka dengan kak Arabella?” Tanya Kaira.


“Karena dia suka


cari perhatian didepan papi dan sikapnya kasar padaku.” Kata Feya.


“Sudah jangan


memikirkan kak Arabella, tidurlah sudah malam.” Kata Kaira.


“Baik ma,


selamat malam mami.” Kata Feya.


“Selamat malam


cantik.” Kata Kaira.


“Aku bisa tidur


dengan nyenyak, terima kasih Tuhan untuk hari ini.” Kata Kaira dalam hati.



**


Keesokan


harinya, Raffa kepikiran dengan anaknya.


“Kamu kenapa


mas? Sepertinya kamu kurang istirahat ya.” Kata Kaira.


“Aku semalam


tidak bisa tidur sayang karena memikirkan Arabella, haruskah aku menelfonnya?”


Kata Raffa.


“Tidak perlu,


kita tunggu saja sampai dia kembali. Makan dulu yuk sayang, aku sudah


menyiapkan sarapan untuk kita semua.” Kata Kaira.


“Iya, kamu masak


apa hari ini?” Tanya Raffa.

__ADS_1


“Aku hari ini


masak ayam bakar lalu aku juga masak salad karena aku sedang diet hehe.” Kata


Kaira.


“Untuk apa kamu


diet? Tubuhmu kan sudah kurus.” Kata Raffa.


“Untuk kesehatan


saja mas, lagipula kita sudah beranjak tua jadi harus benar-benar menjaga pola


makan kita.” Kata Kaira.


Mereka pun sarapan


bersama.


“Ma. Hari ini


aku akan pulang sedikit terlambat.” Kata Kei.


“Loh memangnya


kamu mau kemana?” Tanya Kaira.


“Aku ada pameran


ma di dekat kampus.” Kata Kei.


“Oh gitu, iya


tidak apa-apa yang penting makanmu jangan sampai telat ya sayang.” Kata Kaira.


“Jangan pulang


terlalu malam.” Kata Raffa.


Kata Kei.


“Aku berangkat


ke kantor dulu ya.” Kata Raffa.


“Loh makanannya


belum dimakan, nanti kalau kelaparan bagaimana? Aku siapkan bekal sebentar ya.”


Kata Kaira.


“Tidak perlu,


nanti aku bisa beli makan sendiri. Aku berangkat dulu.” Kata Raffa langsung


pergi meninggalkan keluarganya.


“Papi aneh tidak


seperti biasanya.” Kata Kei.


“Mungkin papi


khawatir dengan kak Arabella.” Kata Feya.


“Stop, mami


tidak mau ada yang menyebut nama Arabella lagi dirumah ini. Dia sudah pergi dan


itu pilihannya, mami jadi tidak selera makan.” Kata Kaira.


“Maaf mami.”


Kata Feya.

__ADS_1


**


Arabella


menginap dirumah Jerry.


“Bangun sayang,


aku sudah buatkan bubur untukmu.” Kata Jerry.



“Nanti saja, aku


lelah.” Kata Arabella.


“Sepertinya kamu


demam, aku ambilkan obat dulu ya.” Kata Jerry.


“Terima kasih ya


kamu selalu ada untukku.” Kata Arabella.


“Makanlah


mumpung masih hangat.” Kata Jerry.


“Suapin dong


sayang.” Kata Arabella dengan manja.


“Astaga kamu


manja sekali, oh ya kenapa kamu memilih untuk pergi dari rumah? Kamu pasti


masih butuh mereka kan?” Tanya Jerry.


“Lebih baik aku


pergi dari rumah daripada aku harus ke luar negeri.” Kata Arabella.


“Lalu apa


rencanamu sekarang?” Tanya Jerry.


“Aku tidak tau.”


Kata Arabella.


“Yauda sementara


kamu tinggal disini saja.” Kata Jerry.


“Terima kasih


banyak ya, ini buburnya kamu yang bikin?” Tanya Arabella.


“Iya lah, enak


tidak?” Tanya Jerry.


“Enak sekali.”


Kata Arabella.


“Setelah ini


minum obat penurun panas ya.” Kata Jerry.


“Pahit sayang.” Kata


Arabella.


“Jangan manja,

__ADS_1


pokoknya kamu harus minum obatnya.” Kata Jerry.


__ADS_2