
Malam hari itu
Feya sudah sembuh dan sudah diperbolehkan untuk kembali pulang. Viona
menjemputnya dirumah sakit.
“Papi dan kak
Arabella kemana?” Tanya Feya.
“Papi kamu tentu
saja bekerja, kakak kamu sedang kuliah.”
Kata Viona.
Lalu mereka
berdua masuk kedalam mobil.
“Bolehkah aku
pergi menemui mami?” Tanya Feya.
“Untuk apa kamu
menemuinya setelah kamu mengusirnya? Lagipula dia sudah pergi dari rumah itu
dan aku tidak tau dia tinggal dimana sekarang.” Kata Viona.
“Aku akan
menelfon mami kalau begitu.” Kata Feya. Lalu Feya menelfon ibunya namun tidak
ada jawaban.
“Kenapa mami
tidak menjawab telfon dariku ya? Apakah mami mengganti nomor ponselnya?” Tanya
Feya.
“Itu tandanya
dia sudah tidak ingin bertemu denganmu lagi, salah kamu sendiri karena
mengusirnya.” Kata Viona.
“Aku
melakukannya karena bunda mengancamku waktu itu.” Kata Feya.
“Aku hanya
mengatakan apa yang seharusnya aku katakan. Lupakan dia dan mulai jalani
__ADS_1
hidupmu dengan baik di luar negeri.” Kata Viona.
“Apa? Bunda mau
mengirimku ke luar negeri? Aku tidak mau dan aku tidak akan pergi.” Kata Feya.
“Tidak bisa,
kamu harus pergi ke luar negeri, aku sudah mengatur semuanya.” Kata Viona.
Viona pun
mengantar Feya ke bandara. Disana terjadi pertengkaran antara Feya dan Viona.
“Lepaskan aku,
aku mau bertemu dengan mami dan aku tidak mau pergi ke luar negeri.” Kata Feya.
“Tidak bisa,
kamu harus sekolah di luar negeri. Kemarilah dan pergilah sekarang juga.” Kata
Viona.
“Tidak.” Kata
Feya. Lalu Feya berlari hingga jalan raya dan mengendarai taxi lalu menuju ke
kantor ayahnya. Viona mengejarnya hingga tiba di kantor Raffa. Feya mencari
namun Viona berhasil mengejarnya, akhirnya Feya keluar dan menuju ke tangga
darurat hingga tiba di rooftop.
“Mau kemana
kamu? Cepat kemarilah dan pergilah dengan baik, aku akan menjamin semua biaya
sekolahmu selama disana.” Kata Viona.
“Tidak, aku
tidak mau pergi ke luar negeri. Aku mau tinggal bersama mami, kamu sungguh
wanita yang kejam dan merusak keluargaku.” Kata Feya sambil berpegangan
pembatas di rooftop.
“Baiklah,
silahkan temui mami kamu di alam sana, silahkan loncat saja sekalian untuk
menyusul mami kamu.” Kata Viona.
“Apa kamu
__ADS_1
bilang? Dimana mami aku? Apa yang kamu lakukan pada mamiku?” Tanya Feya.
“Jika kamu pergi
ke luar negeri dengan baik, aku akan menjamin mami kamu hidup dengan tenang.”
Kata Viona.
“Aku tidak
percaya denganmu.” Kata Feya, lalu Viona mendekati Feya dan mencekik leher Feya.
“Kamu jahat,
kamu wanita iblis, aku benci denganmu. Dimana mami aku?” Tanya Feya berusaha
melepas tangan Viona.
“Hahahahaha kamu
mau tau dimana ibumu berada? Ibu kamu sudah mati dengan tenang bersama kakak
laki-lakimu hahahaha.” Kata Viona dengan tertawa.
“Aku benci kamu,
aku tidak akan pernah memaafkan kamu.” Kata Feya.
“Aaaa lepaskan
tanganmu, lepaskan. Berani sekali kamu mencekik leherku. Lepaskan anak kurang
ajar.” Kata Viona. Lalu mereka pun saling mencekik dan menjambak rambut hingga Feya
tidak sengaja mendorong Viona hingga Viona terjatuh ke bawah.
“Aaaaaa apa yang
aku lakukan barusan. Oh tidak tidak tidak aku tidak melakukannya, dia yang
memulainya duluan. Aku harus pergi aku harus kabur dari sini.
Lalu Feya segera
pergi meninggalkan rooftop dan segera turun ke bawah. Saat itu sudah banyak
yang menolong dan membangunkan Viona di lobby, sehingga Feya semakin ketakutan.
“Bagaimana ini?
Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Feya dalam hati.
Tiba-tiba ada
__ADS_1
yang menarik tangan Feya dan mengajaknya berlari.