Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 32


__ADS_3

Malam hari itu


Feya sudah sembuh dan sudah diperbolehkan untuk kembali pulang. Viona


menjemputnya dirumah sakit.


“Papi dan kak


Arabella kemana?” Tanya Feya.


“Papi kamu tentu


saja bekerja, kakak kamu sedang kuliah.”


Kata Viona.


Lalu mereka


berdua masuk kedalam mobil.


“Bolehkah aku


pergi menemui mami?” Tanya Feya.


“Untuk apa kamu


menemuinya setelah kamu mengusirnya? Lagipula dia sudah pergi dari rumah itu


dan aku tidak tau dia tinggal dimana sekarang.” Kata Viona.


“Aku akan


menelfon mami kalau begitu.” Kata Feya. Lalu Feya menelfon ibunya namun tidak


ada jawaban.


“Kenapa mami


tidak menjawab telfon dariku ya? Apakah mami mengganti nomor ponselnya?” Tanya


Feya.


“Itu tandanya


dia sudah tidak ingin bertemu denganmu lagi, salah kamu sendiri karena


mengusirnya.” Kata Viona.


“Aku


melakukannya karena bunda mengancamku waktu itu.” Kata Feya.


“Aku hanya


mengatakan apa yang seharusnya aku katakan. Lupakan dia dan mulai jalani

__ADS_1


hidupmu dengan baik di luar negeri.” Kata Viona.


“Apa? Bunda mau


mengirimku ke luar negeri? Aku tidak mau dan aku tidak akan pergi.” Kata Feya.


“Tidak bisa,


kamu harus pergi ke luar negeri, aku sudah mengatur semuanya.” Kata Viona.


Viona pun


mengantar Feya ke bandara. Disana terjadi pertengkaran antara Feya dan Viona.


“Lepaskan aku,


aku mau bertemu dengan mami dan aku tidak mau pergi ke luar negeri.” Kata Feya.


“Tidak bisa,


kamu harus sekolah di luar negeri. Kemarilah dan pergilah sekarang juga.” Kata


Viona.


“Tidak.” Kata


Feya. Lalu Feya berlari hingga jalan raya dan mengendarai taxi lalu menuju ke


kantor ayahnya. Viona mengejarnya hingga tiba di kantor Raffa. Feya mencari


namun Viona berhasil mengejarnya, akhirnya Feya keluar dan menuju ke tangga


darurat hingga tiba di rooftop.


“Mau kemana


kamu? Cepat kemarilah dan pergilah dengan baik, aku akan menjamin semua biaya


sekolahmu selama disana.” Kata Viona.


“Tidak, aku


tidak mau pergi ke luar negeri. Aku mau tinggal bersama mami, kamu sungguh


wanita yang kejam dan merusak keluargaku.” Kata Feya sambil berpegangan


pembatas di rooftop.


“Baiklah,


silahkan temui mami kamu di alam sana, silahkan loncat saja sekalian untuk


menyusul mami kamu.” Kata Viona.


“Apa kamu

__ADS_1


bilang? Dimana mami aku? Apa yang kamu lakukan pada mamiku?” Tanya Feya.


“Jika kamu pergi


ke luar negeri dengan baik, aku akan menjamin mami kamu hidup dengan tenang.”


Kata Viona.


“Aku tidak


percaya denganmu.” Kata Feya, lalu Viona mendekati Feya dan mencekik leher Feya.


“Kamu jahat,


kamu wanita iblis, aku benci denganmu. Dimana mami aku?” Tanya Feya berusaha


melepas tangan Viona.


“Hahahahaha kamu


mau tau dimana ibumu berada? Ibu kamu sudah mati dengan tenang bersama kakak


laki-lakimu hahahaha.” Kata Viona dengan tertawa.


“Aku benci kamu,


aku tidak akan pernah memaafkan kamu.” Kata Feya.


“Aaaa lepaskan


tanganmu, lepaskan. Berani sekali kamu mencekik leherku. Lepaskan anak kurang


ajar.” Kata Viona. Lalu mereka pun saling mencekik dan menjambak rambut hingga Feya


tidak sengaja mendorong Viona hingga Viona terjatuh ke bawah.



“Aaaaaa apa yang


aku lakukan barusan. Oh tidak tidak tidak aku tidak melakukannya, dia yang


memulainya duluan. Aku harus pergi aku harus kabur dari sini.


Lalu Feya segera


pergi meninggalkan rooftop dan segera turun ke bawah. Saat itu sudah banyak


yang menolong dan membangunkan Viona di lobby, sehingga Feya semakin ketakutan.


“Bagaimana ini?


Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Feya dalam hati.


Tiba-tiba ada

__ADS_1


yang menarik tangan Feya dan mengajaknya berlari.


__ADS_2