
Setibanya di
hotel A.
“Wah sepertinya
hari ini ada yang mau menikah di hotel ini.” Kata Arabella dalam hati.
“Saya masuk dulu
ke kamar saya.” Kata Daniel.
“Baik pak,
selamat malam.” Kata Arabella.
“Selamat malam.”
Kata Daniel, lalu mereka masuk kedalam kamar masing-masing.
**
Arabella ingin
menikmati kopi akhirnya dia turun ke bawah untuk pergi ke kafe. Namun saat di
lobby, dia bertemu dengan salah satu teman kuliahnya.
“Arabella? Kamu
tidak apa-apa kan?” Tanya Dea.
“Aku baik-baik
saja kok, memangnya kenapa?” Tanya Arabella bingung.
“Pasti sangat
berat untukmu, aku yakin suatu saat kamu akan menemukan lelaki yang jauh lebih
baik disbanding dengan si Jerry. Apakah kamu disini untuk datang ke acara dia?”
Tanya Dea.
“Ada apa sih?
Aku menginap di hotel ini karena ada meeting besok.” Kata Arabella.
“Kamu tidak tau
memangnya kalau hari ini adalah pesta pernikahan Jerry dan adikmu? Pesta
pernikahannya di hotel ini.” Kata Dea.
“Apa? Aku sama
sekali tidak tau karena setelah kejadian itu aku memutuskan untuk pergi dan
__ADS_1
tinggal di luar negeri dan aku baru saja tiba di Jakarta.” Kata Arabella.
“Oh jadi begitu,
aku kira kamu datang ke pesta mereka. Sebenarnya aku tidak ingin datang ke
pesta ini tapi karena Jerry adalah anak tanteku jadi aku harus datang ke pesta
itu.” Kata Dea.
“Aku tidak
peduli dia mau menikah atau tidak dan aku tidak akan pernah datang ke pesta
mereka. Pergilah, aku juga akan pergi ke kafe.” Kata Arabella.
Lalu Arabella
pergi ke kafe dekat hotel tersebut, dia menangis teringat semua kenangan indah
bersama Jerry.
“Aku berusaha
melupakanmu tapi kamu kenapa melakukan hal yang lebih jauh hingga menikah
dengan adikku sendiri, terlalu banyak kenangan indah bersamamu huhuhu.” Kata
Arabella sambil menangis.
Tiba-tiba Daniel
“Hei Arabella?
Sedang apa kamu disini?” Tanya Daniel.
“Astaga pak
Daniel, maaf pak.” Kata Arabella sambil mengusap air matanya.
“Hei kamu
kenapa? Sedang sedih ya? Ada masalah apa?” Tanya Daniel.
“Tidak ada
apa-apa pak, hanya terbawa susasana saja mungkin karena lagunya yang sangat
menyentuh hati.” Kata Arabella.
“Tidak mungkin,
ada apa? Kamu boleh cerita padaku, kalau dikantor saya atasanmu tapi diluar
kantor saya bisa jadi teman untukmu.” Kata Daniel.
“Mantan saya
__ADS_1
menikahi adik saya sendiri pak, bagaimana saya bisa menerima ini semua. Ini
terlalu berat bagi saya. Saya sengaja pergi ke Singapore untuk tinggal disana
dan juga untuk melupakan semua kenangan yang ada disini, namun saat saya datang
kesini saya justru melihat sesuatu yang tidak saya inginkan. Bapak tau tadi di
hotel ada pesta pernikahan, pernikahan itu adalah pesta pernikahan mantan saya
dan adik saya.” Kata Arabella.
“Astaga,
menangislah sepuasmu, saya tau kamu pasti sangat sedih dan terpukul tapi hidup
harus tetap berjalan, kamu pasti bisa menghadapinya, saya yakin itu.” Kata
Daniel sambil menenangkan Arabella dan memberikan tisu untuknya.
“Terima kasih
banyak pak, maaf bapak jadi melihat saya dalam keadaan seperti ini.” Kata
Arabella sambil menunduk.
“Kamu pasti
bisa, sekarang apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan datang atau apa
rencanamu?” Tanya Daniel.
“Tentu saja saya
akan datang, saya akan tunjukkan pada mereka bahwa saya baik-baik saja.” Kata
Arabella.
“Apa yang bisa
saya bantu untukmu?” Tanya Daniel.
“Bisakah bapak
menemani saya untuk datang ke acara pesta itu?” Tanya Arabella.
“Tentu saja, ayo
kita pergi sekarang kalau begitu.” Kata Daniel.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa ya buat mempir ke novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun".