Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 62


__ADS_3

Setibanya di


hotel A.


“Wah sepertinya


hari ini ada yang mau menikah di hotel ini.” Kata Arabella dalam hati.


“Saya masuk dulu


ke kamar saya.” Kata Daniel.


“Baik pak,


selamat malam.” Kata Arabella.


“Selamat malam.”


Kata Daniel, lalu mereka masuk kedalam kamar masing-masing.


**


Arabella ingin


menikmati kopi akhirnya dia turun ke bawah untuk pergi ke kafe. Namun saat di


lobby, dia bertemu dengan salah satu teman kuliahnya.


“Arabella? Kamu


tidak apa-apa kan?” Tanya Dea.


“Aku baik-baik


saja kok, memangnya kenapa?” Tanya Arabella bingung.


“Pasti sangat


berat untukmu, aku yakin suatu saat kamu akan menemukan lelaki yang jauh lebih


baik disbanding dengan si Jerry. Apakah kamu disini untuk datang ke acara dia?”


Tanya Dea.


“Ada apa sih?


Aku menginap di hotel ini karena ada meeting besok.” Kata Arabella.


“Kamu tidak tau


memangnya kalau hari ini adalah pesta pernikahan Jerry dan adikmu? Pesta


pernikahannya di hotel ini.” Kata Dea.


“Apa? Aku sama


sekali tidak tau karena setelah kejadian itu aku memutuskan untuk pergi dan

__ADS_1


tinggal di luar negeri dan aku baru saja tiba di Jakarta.” Kata Arabella.


“Oh jadi begitu,


aku kira kamu datang ke pesta mereka. Sebenarnya aku tidak ingin datang ke


pesta ini tapi karena Jerry adalah anak tanteku jadi aku harus datang ke pesta


itu.” Kata Dea.


“Aku tidak


peduli dia mau menikah atau tidak dan aku tidak akan pernah datang ke pesta


mereka. Pergilah, aku juga akan pergi ke kafe.” Kata Arabella.


Lalu Arabella


pergi ke kafe dekat hotel tersebut, dia menangis teringat semua kenangan indah


bersama Jerry.


“Aku berusaha


melupakanmu tapi kamu kenapa melakukan hal yang lebih jauh hingga menikah


dengan adikku sendiri, terlalu banyak kenangan indah bersamamu huhuhu.” Kata


Arabella sambil menangis.


Tiba-tiba Daniel


“Hei Arabella?


Sedang apa kamu disini?” Tanya Daniel.


“Astaga pak


Daniel, maaf pak.” Kata Arabella sambil mengusap air matanya.


“Hei kamu


kenapa? Sedang sedih ya? Ada masalah apa?” Tanya Daniel.


“Tidak ada


apa-apa pak, hanya terbawa susasana saja mungkin karena lagunya yang sangat


menyentuh hati.” Kata Arabella.


“Tidak mungkin,


ada apa? Kamu boleh cerita padaku, kalau dikantor saya atasanmu tapi diluar


kantor saya bisa jadi teman untukmu.” Kata Daniel.


“Mantan saya

__ADS_1


menikahi adik saya sendiri pak, bagaimana saya bisa menerima ini semua. Ini


terlalu berat bagi saya. Saya sengaja pergi ke Singapore untuk tinggal disana


dan juga untuk melupakan semua kenangan yang ada disini, namun saat saya datang


kesini saya justru melihat sesuatu yang tidak saya inginkan. Bapak tau tadi di


hotel ada pesta pernikahan, pernikahan itu adalah pesta pernikahan mantan saya


dan adik saya.” Kata Arabella.


“Astaga,


menangislah sepuasmu, saya tau kamu pasti sangat sedih dan terpukul tapi hidup


harus tetap berjalan, kamu pasti bisa menghadapinya, saya yakin itu.” Kata


Daniel sambil menenangkan Arabella dan memberikan tisu untuknya.


“Terima kasih


banyak pak, maaf bapak jadi melihat saya dalam keadaan seperti ini.” Kata


Arabella sambil menunduk.


“Kamu pasti


bisa, sekarang apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu akan datang atau apa


rencanamu?” Tanya Daniel.


“Tentu saja saya


akan datang, saya akan tunjukkan pada mereka bahwa saya baik-baik saja.” Kata


Arabella.


“Apa yang bisa


saya bantu untukmu?” Tanya Daniel.


“Bisakah bapak


menemani saya untuk datang ke acara pesta itu?” Tanya Arabella.


“Tentu saja, ayo


kita pergi sekarang kalau begitu.” Kata Daniel.


 


 


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa ya buat mempir ke novel terbaruku yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun".


__ADS_2