
“Aku harus pulang sekarang nanti suamiku khawatir.” Kata Kaira.
“Tidak bisa, kau harus bermalam disini, paling cepat kau bisa pulang besok pagi Ra, kondisimu saja masih
lemah.” Kata Hana.
“Aku kuat kok, aku mohon ijinkan aku pulang.” Pinta Kaira.
“Hmmm ok, tapi aku antarkan saja ya, kau tidak boleh menyetir sendiri dalam kondisi seperti ini.” Kata Hana.
Akhirnya Hana mengantarkan Kaira pulang sampai rumah.
“Han tolong jangan sampai suamiku mengetahui ini semua ya.” Kata Kaira.
“Iya kau juga lain kali harus lebih berhati-hati loh. Kok bisa sih kau tertabrak seperti tadi?” Tanya Hana.
“Aku juga tidak tau, saat aku menuju parkiran tiba-tiba dari belakang ada yang menabrakku aku juga tidak
sempat melihat siapa yang menanbrakku karena aku berusaha melindungi perutku.” Kata Kaira.
“Yauda yang penting kondisimu masih selamat, nanti sampai rumah kau langsung istirahat ya.” Pesan Hana.
“Iya, makasih banyak ya.” Kata Kaira.
Lalu Kaira segera masuk kedalam rumahnya, disana Raffa sedang menonton tv sambil menunggu Kaira pulang.
“Aku pulang.” Kata Kaira.
“Kenapa larut sekali baru pulang?” Tanya Raffa sedikit kesal.
“Tadi aku konsultasi banyak hal dengan dokternya mas.” Jelas Kaira.
“Kau itu sedang hamil jangan pergi terlalu lama apalagi kalau sedang sendirian seperti ini. Aku itu
khawatir.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Iya iya, aku langsung istirahat ya mas, badanku lelah sekali.” Kata Kaira.
“Enak banget kau pulang langsung istirahat.” Sindir Raffa.
“Terus aku harus ngapain memangnya? Badanku lelah sekali rasanya mas.” Kata Kaira.
“Kita ena-ena yuk sayang, uda lama nih kita ngga ena-ena yah.” Pinta Raffa.
“Jangan malam ini mas, aku sangat lelah.” Kata Kaira.
“Hei jangan karena kau hamil lalu kau tidak mau melayani suamimu ya.” Gerutu Raffa.
“Bukan begitu, hari ini aku sangat lelah sekali mas.” Kata Kaira.
“Yauda yauda terserah, tidurlah sana.” Kata Raffa.
“Aku itu hamil anak kamu, orang hamil itu memang lebih cepat lelah, harusnya kau mengerti itu dan jangan seenaknya memaksa aku mas.” Kata Kaira kesal. Lalu Kaira segera masuk kedalam kamar dan
segera tidur sedangkan suaminya masih asyik menonton tv.
Keesokan paginya,
Kaira bangun dan melihat disampingnya Raffa tidak ada lalu dia segera keluar kamar dan melihat suaminya
tertidur di sofa dengan tv masih menyala.
“Mas Raffa semalam tidur di sofa? Ya Tuhan aku merasa bersalah dengan suamiku.” Kata Kaira dalam hati. Lalu Kaira segera ke dapur untuk membuatkan sarapan suaminya setelah itu dia baru membangunkan suaminya.
“Mas bangun yuk.” Kata Kaira.
“Jam berapa sekarang?” Tanya Raffa.
“Masih jam 7 pagi kok. Bangun yuk aku sudah buatkan sarapan. Kau kenapa tidur disini sih mas?” Tanya Kaira sangat hati-hati karena takut suaminya marah.
“Aku ketiduran.” Jawab Raffa singkat.
__ADS_1
Tiba-tiba Kaira mengeluh perutnya kesakitan.
“Aaaaaaa aduh perutku perutku sakit sekali mas ah ah sakit mas.” Kata Kaira kesakitan.
“Tidak usah pura-pura sakit untuk dapat perhatian atau maaf dariku.” Kata Raffa.
“Ah ah ah perutku terasa sakit sekali mas.” Kata Kaira sambil menangis.
“Kau serius?” Tanya Raffa.
“Ya iya lah.” Bentak Kaira.
“Bagaimana ini aku harus bagaimana, kita ke rumah sakit saja ya.” Kata Raffa.
“Iya mas.” Jawab Kaira sambil menahan perutnya yang kesakitan.
“Aku bantu berjalan.” Kata Raffa.
“Mana bisa berjalan perut sakit seperti ini bagaimana sih.” Gerutu Kaira.
Lalu Raffa panik dan menggendong istrinya dan istrinya mencium mesra bibir suaminya.
“Prank hahahaha.” Kata Kaira sambil tertawa.
“Apa-apaan sih kau ini, aku tidak akan melepaskanmu ya.” Kata Raffa. Lalu Raffa membawa istrinya masuk kedalam kamarnya dan menurunkan Kaira diatas ranjang pelan-pelan karena takut perutnya sakit.
“Kau pintar sekali menggodaku ya. Kita ena-ena dulu ya sayang.” Pinta Raffa.
“Bukankah kau harus masuk kerja mas?” Tanya Kaira.
“Aku ijin saja, aku tidak tahan lagi kalau sudah seperti ini.” Kata Raffa lalu mencium istrinya.
“Pelan-pelan saja ya sayang.” Kata Kaira takut.
“Iya tenang saja, aku akan lakukan dengan perlahan.” Kata Raffa.
__ADS_1
Lalu mereka melakukannya di pagi hari itu.