
“Seok Kyung, perkenalkan ini guru
tutor barumu.” Kata Abel.
“Perkenalkan namaku Ami, Choi
Ami.” Kata Ami.
“Ok, masuklah.” Kata Seok Kyung. Setelah
itu Abel segera pergi meninggalkan mereka berdua.
“Penampilannya saja seperti orang
miskin, tapi si Abel bilang kalau dia lulus S1 bahkan di usia yang masih muda. Jangan-jangan
dia penipu lagi dan hanya ingin memakan gaji buta, lebih baik aku kerjain saja
dia hahaha.” Kata Seok Kyung dalam hati.
“Dapat info dari mana jika
keluargaku sedang membutuhkan guru tutor?” Tanya Seok Kyung.
“Nyonya Abel sendiri yang
menghubungiku, dan kebetulan di tempatku memang menyuruhku untuk pergi ke
keluarga ini karena sedang membutuhkan seorang guru tutor.” Kata Ami.
“Siapa yang menggajimu? Papaku
atau si Abel?” Tanya Seok Kyung.
“Nyonya Abel yang menggaji saya,
baiklah kita sudahi perkenalan kita. Aku ingin melihat buku sekolahmu, aku dengar
kamu siswa yang pandai di kelasmu? Aku penasaran sepandai apa dirimu jadi aku
akan memberikan tes dasar untukmu ya.” Kata Ami sambil membuka buku pelajaran
milik Seok Kyung.
“Jadi kamu tidak memiliki sopan
santun ya? Seenaknya membuka buku milikku, hanya aku yang mengijinkanmu kapan
aku ingin belajar atau tidak, kamu juga tidak berhak memberiku tes dasar
seperti itu. Aku tidak yakin jika kamu lulus S1 di usia 20 tahun, lebih baik
diam saja di ruangan ini sampai jam waktumu mengajar habis, dengan begitu kamu
tetap akan mendapatkan bayaran kan?” Kata Seok Kyung.
Tiba-tiba Joo Hyuk datang untuk
bergabung belajar bersama, jadi Seok Kyung dan teman satu kelompoknya
seringkali belajar bersama dan sebelumnya memang guru tutor mereka sama.
“Hai.” Kata Joo Hyuk.
“Akhirnya kamu datang juga,
duduklah. Aku sudah bilang art ku untuk membuatkanmu minum.” Kata Seok Kyung.
“Terima kasih, siapa dia? Apakah dia
guru tutormu yang baru?” Tanya Joo Hyuk.
“Iya, ibu tiriku yang mencarikannya.
Kamu percaya tidak dia baru saja lulus S1 di usianya yang masih 20 tahun.” Kata
Seok Kyung.
“Apa? Tidak mungkin, ini Korea
tentu saja sangat sulit bisa lulus S1 di usia yang masih sangat muda. Lalu kenapa
kamu tidak mengusirnya saja?” Tanya Joo Hyuk.
“Biarkan saja, kita pergi saja
yuk.” Kata Seok Kyung.
“Kita belajar di rumah Eun Byul
saja kalau begitu.” Kata Joo Hyuk.
“Baiklah, tapi setelah itu kamu
harus menepati janjimu untuk mengajakku makan bersama.” Kata Seok Kyung.
“Tenang saja, aku tidak akan
__ADS_1
lupa.” Kata Joo Hyuk.
“Aku akan mengikutimu, aku harus
mengawasimu juga, ini perintah dari nyonya.” Kata Ami.
“Kamu mau
ikut? Baiklah jika itu mau kamu.” Kata Seok Kyung.
**
Setibanya dirumah
Eun Byul.
“Dia siapa?”
Tanya Eun Byul.
“Dia guru
tutor baruku, dia ingin mengikutiku dan mengawasiku.” Kata Seok Kyung.
“Kita kerjain
dia saja.” Bisik Eun Byul.
“Setuju.” Bisik
Joo Hyuk dan Seok Kyung.
“Masuklah,
didalam ada Yuri dan Min Hyuk.” Kata Eun Byul.
“Selamat sore
tante.” Kata Seok Kyung kepada ibunya Eun Byul.
“Oh iya ma,
ini guru tutor terbarunya Seok Kyung.” Kata Eun Byul.
**
Seok Kyung dan
teman-temannya merencanakan untuk membully guru tutor barunya yaitu Ami.
“Kamu mau
bayaran yang sangat tinggi.” Kata Yu Ri.
“Bagaimana
kalau kamu menjadi guru tutor kita semua?” Tanya Min Hyuk.
“Terima saja
tawaran dari kita, kita akan membayarmu lebih banyak.” Kata Eun Byul.
“Baiklah,
tolong kerjasamanya ya.” Kata Ami.
“Ibuku sedang
keluar, bagaimana kalau kita berpesta untuk merayakan guru tutor terbaru kita.”
Kata Eun Byul.
“Setuju.” Kata
mereka semua.
Eun Byul
membawa beberapa minuman alcohol.
“Aku bawa ini.”
Kata Eun Byul.
“Waaaah bagus.”
Kata Joo Hyuk.
“Tidak, kalian
masih dibawah umur jadi tidak bisa minum alcohol seperti itu. Aku tidak ingin
kalian mendapat masalah.” Kata Ami.
“Bukan kita
yang minum, tapi kamu yang harus meminumnya. Guys, cepat suruh guru Ami untuk
__ADS_1
meminumnya.” Kata Seok Kyung.
“Ayo cepat bu
diminum hahaha.” Paksa Joo Hyuk.
“Tidak, mana
mungkin seorang guru meminum alcohol didepan muridnya.” Bantah Ami.
“Jadi kamu
menolak pemberian kami?” Tanya Eun Byul.
“Aku akan
membuatmu minum sampai mabuk hahahaha.” Kata Yu Ri.
Akhirnya Min
Hyuk dan Joo Hyuk memegangi tangan Ami, sedangkan Yu Ri dan Eun Byul bagian memaksa
Ami minum dan Seok Kyung mendokumentasinya.
“Ayo cepat
minum.” Kata Eun Byul.
“Tidak, tolong
jangan lakukan ini.” Kata Ami.
“Cepat minum
atau aku akan lebih kasar lagi padamu.” Bisik Min Hyuk.
“Baiklah
baiklah, aku akan meminumnya tapi tolong jangan mengambil fotoku.” Kata Ami.
“Baiklah.” Kata
Seok Kyung.
“Jangan khawatir,
aku akan mengambil videonya melalui ponsel miliknya, aku meletakkan ponsel si
Ami di atas meja belajarmu jadi dia tidak akan mengetahuinya.” Bisik Seok Kyung.
“Bagus, nanti
videonya kirimkan ke ponselmu agar kita punya sesuatu untuk mengancamnya.” Bisik
Eun Byul.
“Tentu saja.”
Kata Seok Kyung.
Ami telah
menghabiskan semua minuman tersebut hingga jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
“Bagaimana
ini? Apakah kita akan membiarkannya dia disini?” Tanya Yu Ri.
“Cepat bawa
dia pergi dari sini. Aku takut ketahuan sama ibuku.” Kata Eun Byul.
“Aku punya ide,
bagaimana kalau kita mengambil foto dia tidur dengan seorang laki-laki lalu
kita bisa mengancamnya dan kita gunakan kapanpun kita mau. Dia tidak akan bisa
menolak kita karena kita memiliki foto itu.” Kata Seok Kyung.
“Lalu siapa
laki-laki itu yang mau tidur dengannya?” Tanya Yu Ri.
“Ah disini kan
ada dua orang laki-laki, aku akan menutupi wajah kalian.” Kata Seok Kyung.
“Apa? Aku
tidak mau.” Kata Joo Hyuk.
“Aku saja
kalau begitu. Tapi jangan sampai wajahku terlihat.” Kata Min Hyuk.
“Jangan
__ADS_1
khawatir.” Kata Seok Kyung.