Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 90


__ADS_3

Jerry


menghampiri Arabella di sebuah mall.


“Aku dengar kamu


berkencan dengan laki-laki lain.” Bisik Jerry.


“Astaga, mau apa


kamu menggangguku lagi?” Tanya Arabella.


“Jawab pertanyaanku,


siapa laki-laki itu?” Tanya Jerry.


“Itu bukan


urusanmu, yang pasti dia tidak kurang ajar sepertimu.” Kata Arabella


“Dasar wanita


jalang.” Kata Jerry.


“Terserah, aku


tidak peduli. Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi jadi silahkan pergi dan jangan


pernah menemuiku lagi. Aku sudah melupakanmu dan tidak menyukaimu lagi. Carilah


wanita lain yang mencintaimu.” Kata Arabella, lalu dia pun pergi meninggalkan


Jerry.


**


Raffa masih


kepikiran dengan hal-hal aneh yang menimpa dirinya. Lalu dia berencana


membongkar makam milik Viona. Dia menyuruh sekretarisnya untuk membongkar makam


milik Viona di malam hari.


 


 


 


 


“Pak, anda yakin ingin melakukan hal ini?” Tanya Ardi.


“Tentu saja,


kamu takut ya? Aku akan membayarmu lebih, cepat lakukan sekarang sebelum ada orang


yang melihat.” Kata Raffa.


“Jika sudah


menemukannya, apa yang akan bapak lakukan?” Tanya Ardi.


“Ambil beberapa


sampel tubuhnya, aku akan mengeceknya apa benar yang dikubur itu adalah Viona.


Aku merasa dia masih berkeliaran di sekitarku.” Kata Raffa.

__ADS_1


“Astaga, tolong


ikhlaskan kepergian ibu Viona pak.” Kata Ardi.


“Sudah jangan


banyak bicara, cepat lakukan sekarang juga. Aku akan menyalakan senter


untukmu.” Kata Raffa.


“Kenapa bapak


tidak menyuruh orang lain saja?” Gerutu Ardi.


“Dasar kamu penakut,


cepat lakukan perintahku sebelum ada orang yang melihat.” Kata Raffa.


Akhirnya Ardi


segera membongkar makam Viona sampai menemukan petinya.


“Pak sudah


ketemu petinya.” Kata Ardi.


“Cepat ambil


sampelnya, ambil rambutnya saja.” Kata Raffa.


“Saya takut pak


untuk membuka petinya.” Kata Ardi.


“Astaga,


minggir. Aku akan mengambilnya.” Kata Raffa.


membuka petinya dan mengambil sampel rambut milik Viona.


“Aku hanya


mengambil rambutmu sedikit, tolong berhenti menakutiku apalagi menerorku lagi.”


Bisik Raffa sambil mengambil rambut Viona.


“Sudah belum


pak?” Tanya Ardi.


“Sudah, ayo


cepat tutup lagi makamnya, aku mau kedalam mobil.” Kata Raffa.


“Jangan


tinggalkan saya pak, saya takut pak.” Kata Ardi.


“Astaga penakut


sekali sih kamu, cepat kalau begitu.” Kata Raffa.


**


Beberapa hari


kemudian Raffa mengambil hasil tes DNA milik Viona.


“Jadi bagaimana

__ADS_1


hasilnya? Apa benar rambut itu rambut milik mendiang ibu Viona?” Tanya Raffa.


“Benar pak, ini


rambut milik mendiang ibu Viona.” Kata dokter.


Raffa sangat


lega mendengarnya.


“Ternyata benar


Viona sudah pergi untuk selamanya, mungkin aku hanya kelelahan. Rasanya lega


sekali.” Kata Raffa dalam hati.


Setelah itu dia


kembali ke kantornya.


“Pak, ada surat


untuk bapak.” Kata Ardi.


“Surat dari


siapa?” Tanya Raffa.


“Dari teman


dekat bapak, didalamnya ada namanya kok pak.” Kata Ardi.


“Ok terima


kasih.” Kata Raffa. Kemudian Raffa membuka surat tersebut dan ternyata surat


tersebut berisi terror yang mengancam Raffa.


“Apakah kamu


merindukanku sampai kamu mencari tau kebenaran tentangku? Apakah kamu puas


dengan hasil tes DNA itu? Dari istrimu tercinta.”


Raffa pun kaget


dan melemparkan surat tersebut, kemudian dia mengambilnya kembali lalu membakar


surat tersebut.


“Sialan,


sebenarnya Viona masih hidup atau sudah mati sih? Apakah dia mengancamku lalu


menerorku? Aku sangat yakin bahwa dia masih hidup dan berkeliaran di sekitarku,


lalu tes DNA itu apa? Apakah Viona menyuap dokter itu, arghhhhhh Viona kurang


ajar dia mempermainkanku dan membalas dendam padaku.” Kata Raffa.


 


 


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.

__ADS_1


Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2