
Jerry
menghampiri Arabella di sebuah mall.
“Aku dengar kamu
berkencan dengan laki-laki lain.” Bisik Jerry.
“Astaga, mau apa
kamu menggangguku lagi?” Tanya Arabella.
“Jawab pertanyaanku,
siapa laki-laki itu?” Tanya Jerry.
“Itu bukan
urusanmu, yang pasti dia tidak kurang ajar sepertimu.” Kata Arabella
“Dasar wanita
jalang.” Kata Jerry.
“Terserah, aku
tidak peduli. Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi jadi silahkan pergi dan jangan
pernah menemuiku lagi. Aku sudah melupakanmu dan tidak menyukaimu lagi. Carilah
wanita lain yang mencintaimu.” Kata Arabella, lalu dia pun pergi meninggalkan
Jerry.
**
Raffa masih
kepikiran dengan hal-hal aneh yang menimpa dirinya. Lalu dia berencana
membongkar makam milik Viona. Dia menyuruh sekretarisnya untuk membongkar makam
milik Viona di malam hari.
“Pak, anda yakin ingin melakukan hal ini?” Tanya Ardi.
“Tentu saja,
kamu takut ya? Aku akan membayarmu lebih, cepat lakukan sekarang sebelum ada orang
yang melihat.” Kata Raffa.
“Jika sudah
menemukannya, apa yang akan bapak lakukan?” Tanya Ardi.
“Ambil beberapa
sampel tubuhnya, aku akan mengeceknya apa benar yang dikubur itu adalah Viona.
Aku merasa dia masih berkeliaran di sekitarku.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Astaga, tolong
ikhlaskan kepergian ibu Viona pak.” Kata Ardi.
“Sudah jangan
banyak bicara, cepat lakukan sekarang juga. Aku akan menyalakan senter
untukmu.” Kata Raffa.
“Kenapa bapak
tidak menyuruh orang lain saja?” Gerutu Ardi.
“Dasar kamu penakut,
cepat lakukan perintahku sebelum ada orang yang melihat.” Kata Raffa.
Akhirnya Ardi
segera membongkar makam Viona sampai menemukan petinya.
“Pak sudah
ketemu petinya.” Kata Ardi.
“Cepat ambil
sampelnya, ambil rambutnya saja.” Kata Raffa.
“Saya takut pak
untuk membuka petinya.” Kata Ardi.
“Astaga,
minggir. Aku akan mengambilnya.” Kata Raffa.
membuka petinya dan mengambil sampel rambut milik Viona.
“Aku hanya
mengambil rambutmu sedikit, tolong berhenti menakutiku apalagi menerorku lagi.”
Bisik Raffa sambil mengambil rambut Viona.
“Sudah belum
pak?” Tanya Ardi.
“Sudah, ayo
cepat tutup lagi makamnya, aku mau kedalam mobil.” Kata Raffa.
“Jangan
tinggalkan saya pak, saya takut pak.” Kata Ardi.
“Astaga penakut
sekali sih kamu, cepat kalau begitu.” Kata Raffa.
**
Beberapa hari
kemudian Raffa mengambil hasil tes DNA milik Viona.
“Jadi bagaimana
__ADS_1
hasilnya? Apa benar rambut itu rambut milik mendiang ibu Viona?” Tanya Raffa.
“Benar pak, ini
rambut milik mendiang ibu Viona.” Kata dokter.
Raffa sangat
lega mendengarnya.
“Ternyata benar
Viona sudah pergi untuk selamanya, mungkin aku hanya kelelahan. Rasanya lega
sekali.” Kata Raffa dalam hati.
Setelah itu dia
kembali ke kantornya.
“Pak, ada surat
untuk bapak.” Kata Ardi.
“Surat dari
siapa?” Tanya Raffa.
“Dari teman
dekat bapak, didalamnya ada namanya kok pak.” Kata Ardi.
“Ok terima
kasih.” Kata Raffa. Kemudian Raffa membuka surat tersebut dan ternyata surat
tersebut berisi terror yang mengancam Raffa.
“Apakah kamu
merindukanku sampai kamu mencari tau kebenaran tentangku? Apakah kamu puas
dengan hasil tes DNA itu? Dari istrimu tercinta.”
Raffa pun kaget
dan melemparkan surat tersebut, kemudian dia mengambilnya kembali lalu membakar
surat tersebut.
“Sialan,
sebenarnya Viona masih hidup atau sudah mati sih? Apakah dia mengancamku lalu
menerorku? Aku sangat yakin bahwa dia masih hidup dan berkeliaran di sekitarku,
lalu tes DNA itu apa? Apakah Viona menyuap dokter itu, arghhhhhh Viona kurang
ajar dia mempermainkanku dan membalas dendam padaku.” Kata Raffa.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.