Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 4


__ADS_3

**


Tiba-tiba hp ku berdering, ku lihat ada icon love, aku tau itu dari pacarku Dika. Lalu aku takut untuk mengangkat telfon dari Dika dan aku matikan saja hp ku.


“Wah nona cantik sekali pakai gaun ini, tubuh nona juga sangat pas dengan gaun ini.


Bapak sangat beruntung mendapatkan istri seperti nona ini loh” kata MUA


tersebut kepadaku dan kepada Raffa.


“Tentu saja mbak, saya tidak main-main dalam hal mencari istri. Dia sangat mencintai


saya begitu pula dengan saya. Sepertinya saya tidak bisa hidup tanpa dia mbak”


sahut dia dengan senyuman mempesona. Memang si kejam Raffa ini sangat tampan,


mapan dan so cool tapi tidak dengan sikapnya.


“Mari saya akan arahkan kalian untuk foto prewedding nya” kata fotografer disana.


Kami melakukan banyak pose untuk foto preweding nya. Aku merasa sangat canggung


dengan ini semua. Namun si Raffa sangat totalitas saat pengambilan gambar. Aku tau


bahwa dia dia terpaksa melakukan ini denganku tapi sikap totalitasnya itu


membuat semua orang berpikir bahwa kami adalah pasangan yang bahagia dan


harmonis. Aku hanya bisa senyum dengan terpaksa.


“Nona


tolong senyumnya lebih lepas lagi ya lebih ceria lagi, dagunya sedikit diangkat ke atas ya nona” kata fotografernya.


“Jangan bikin malu, turuti semua perkataanku” bisik Raffa ke telingaku.

__ADS_1


Setelah beberapa jam pemotretan, akhirnya selesai juga.


**


Aku memberanikan menanyakan suatu hal terkait pesta pernikahan kami


“Tuan, bolehkah saya mengundang teman saya untuk datang di acara pernikahan nanti?”


tanyaku.


“Boleh, tapi aku yang menentukan. Kau hanya boleh mengundang temanmu sebanyak 10 orang


saja. Jadi pikirkan baik-baik. Aku mau kembali ke kantor untuk bekerja. Ingat ya


mulai saat ini dan seterusnya kamu tidak perlu dan tidak boleh bekerja lagi. Dan


satu lagi kau tidak berhak ikut campur semua kegiatan ku termasuk urusan


pribadiku. Aku pun juga tidak peduli dengan urusan pribadi mu” bentak dia


“Berarti saya boleh bertemu dengan laki-laik selain Tuan?” tantang ku.


“Boleh, tapi jangan sampai ada siapapun yang melihat dan mengetahui nya termasuk


keluarga kita” kata Raffa.


“Baik Tuan saya mengerti. Saya pamit pulang dulu. Saya akan pulang ke rumah sendiri


saja karena saya ada urusan” pintaku


“Ok baiklah. Jaga dirimu karena minggu ini kita akan mengadakan pesta pernikahan. Jangan


bikin malu keluargaku dan nama baik ku. Oh ya ini pakai kartu kreditku. Pakai buat


beli baju baru yang bagus dan mahal. Aku jijik melihatmu menggunakan pakaian

__ADS_1


murahan seperti itu. Bajumu itu menunjukkan betapa murahan nya dirimu” ejek


Raffa kepadaku sambil melemparkan kartu kredit kepadaku.


“Terimakasih banyak Tuan, permisi saya duluan” sambil ku bergegas berlari.


**


Aku menuju ke kafe tempat biasa aku bertemu dengan kekasihku Dika. Sesampainya disana


“Hai sayang, kamu nunggu lama ya? Maaf ya jalanan macet sekali”


“Aku barusan sampai kok sayang. Kamu mau pesan apa, biar aku pesankan sekarang”


“Aku mau pesan ayam geprek aja deh yang sama es campur pasti seger banget”


“Ok, pesanan mu tidak pernah berubah ya. Aku juga pesan yang sama kalo gitu yang”


kata Dika


Kami dari dulu selalu pesan menu makanan yang sama. Mungkin karena menu andalan di


resto ini dan yang pasti harganya paling murah. Karena jujur aja aku kasian


kalau pesan menu makanan yang banyak dan mahal, karena dia juga harus


menghidupi ibu dan adik semata wayangnya. Tapi kami selalu happy dan bahkan


sangat jarang ada pertengkaran di antara kami. Dika adalah temanku waktu SMP


dan SMA dulu, dan kami mulai pacaran sejak setelah lulus SMA sampai sekarang.


 


 

__ADS_1


__ADS_2