Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 10


__ADS_3

Di Jakarta.


Adena kembali bekerja, namun dia


tetap kepikiran dengan kondisi Aidan.


“Selamat pagi bu Adena, bagaimana


perjalanannya ke Bali kemarin?” Tanya Nara.


“Pagi, ya begitulah. Oh iya nanti


kamu ke ruangan ibu sebentar ya, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu.” Kata


Adena.


“Baik bu, saya saja atau bersama


Meta dan Reno sekalian bu?” Tanya Nara.


“Kamu sendiri saja, sekarang saja


ya kamu ke ruangan saya.” Kata Adena.


“Baik bu.” Kata Nara.


Kemudian Nara segera menuju ke


ruangan Adena.


“Permisi bu.” Kata Nara.


“Silahkan duduk, kamu mau minum


apa? Teh, kopi atau jus atau apa?” Tanya Adena.


“Tumben sekali bu Adena sampai


menawariku minum.” Kata Nara dalam hati.


“Tidak usah bu, terima kasih.”


Kata Nara.


“Obrolan kita akan sangat


panjang, kebetulan tadi aku membuat cappuccino, pasti kamu suka.” Kata Adena


sambil menyuguhkan segelas capucino ice di depan Nara.


“Terima kasih banyak bu, ibu tau


saja kesukaan saya.” Kata Nara sambil tersenyum.


“Tentu saja saya tau, oh iya dulu


sebelum kamu bekerja disini, kamu kerja di kantor cabang kan ya? Dan kalau


tidak salah kepala cabangnya itu pak Aidan ya?” Tanya Adena.


“Oh iya benar sekali bu, dia itu


sangat terkenal dan banyak sekali penggemarnya. Oh iya kabarnya dia akan pindah


ke kantor pusat ya bu, dia akan pindah kesini ya bu?” Tanya Nara.


“Iya benar, dia itu seperti apa


sih orangnya? Terus bagaimana cara kerjanya? Lalu bagaimana menghadapi bawahannya?


Baik tidak? Atau malah jahat?” Tanya Adena.


“Pak Aidan itu terkenal tampan,

__ADS_1


gagah, dan cool bu tapi sangat jarang dia tersenyum kepada bawahannya dan kalau


bekerja itu sangatlah professional bu, saya saja dulu sangat takut sama pak


Aidan, karena jika ada yang salah langsung dimarahin dibentak dan dipermalukan


didepan banyak orang bu.” Kata Nara.


“Apa? Jadi dia seperti itu? Oh


iya dia sudah berkeluarga belum?” Tanya Adena.


“Dia duda bu, sudah berpisah sama


istrinya. Ibu tau kenapa pak Aidan sampai bercerai sama istrinya?” Tanya Nara.


“Tidak tau, emang kenapa? Pasti


pak Aidan selingkuh ya? Dia punya wanita lain ya?” Tanya Adena.


“Salah bu, justru mantan istrinya


lah yang berselingkuh dari pak Aidan, mantan istrinya itu hanya memanfaatkan


pak Aidan saja, lebih tepatnya hanya ingin menguras hartanya saja, ya wajar


saja mereka kan dijodohkan dan pak Aidan memang tidak menyukai mantan istrinya


makanya dengan mudah pak Aidan menceraikannya.” Kata Nara.


“Jadi pak Aidan sekarang duda ya?


Atau rujuk lagi sama mantan istrinya?” Tanya Adena.


“Kenapa bu? Sepertinya ibu


penasaran sekali sama pak Aidan ya.” Kata Nara.


“Kemarin waktu aku ke Bali, aku


dirumah sakit dan saat aku menjenguknya ternyata ada seorang wanita yang


mengaku istrinya.” Kata Adena.


“Tapi pak Aidan tidak sedang


rujuk kok sama mantan istrinya, bisa jadi mantan istrinya yang ngaku-ngaku.


Mantan istrinya memang seperti itu bu, kelihatannya ramah padahal aslinya


sangatlah menjengkelkan, saya tau betul seperti apa pak Aidan, karena dulu saya


pernah menjadi asisten pribadi pak Aidan, namun karena banyak yang iri dengan


posisi saya akhirnya saya difitnah dengan berbagai tuduhan sehingga akhirnya


saya dimutasi di kantor pusat.” Kata Nara.


“Oh begitu ya, kalau begitu saya


akan mengajukan dan merekomendasikan kamu ke pimpinan untuk memegang kepala


bagian saja, bagaimana? Karena aku tau kinerja kamu sangatlah bagus dan sangat


disayangkan jika kamu hanya menjadi staff biasa.” Kata Adena.


“Wah dengan senang hati bu.” Kata


Nara.


“Dengan satu syarat tentunya.”


Kata Adena.

__ADS_1


“Apa bu syaratnya?” Tanya Nara.


“Aku butuh informasi tentang pak


Aidan.” Kata Adena.


“Saya akan memberikan informasi


apapun tentang pak Aidan.” Kata Nara.


“Tolong rahasiakan hal ini ya


sist.” Kata Adena.


“Kita boleh saling memanggil


nama.” Kata Nara.


“Silahkan Ra. Tidak banyak yang


tau kalau kita dulu satu SMP kan.” Kata Adena.


“Hehe iya Den. Kamu naksir ya


sama pak Aidan?” Tanya Nara.


“Tidak tapi dia sangat mengusikku


terutama saat di Bali kemarin, dia benar-benar sangat menggangguku.” Kata


Adena.


“Oh iya? Mungkin pak Aidan yang


tertarik denganmu.” Bisik Nara.


“Mana mungkin dia tertarik


denganku.” Kata Adena.


“Loh bisa jadi, kamu kan cantik,


body ideal dan sangat menarik untuk kaum hawa ya wajar saja jika dia tertarik


denganmu kan. Aku akan berikan informasi menarik tentang dia.” Kata Nara.


“Jangan sembarangan kalau memberi


informasi.” Kata Adena.


“Aku ini orang kepercayaan pak


Aidan jadi jangan khawatir.” Kata Nara.


“Oh iya siapa yang menfitnah kamu


saat itu?” Tanya Adena.


“Teman dekatku sendiri, dia


menuduhku ada hubungan khusus dengan pak Aidan, dia memberitahu ke mantan


istrinya selain itu dia menuduhku menggelapkan uang perusahaan tapi pak Aidan


tau betul seperti apa kinerjaku akhirnya pak Aidan lah yang menyuruhku untuk


mutasi dan diturunkan jabatanku menjadi staff biasa ya bisa dibilang seperti


anak baru lah.” Kata Nara.


“Sabar, doakan saja pengajuanku


mendapatkan acc dari para atasan.” Kata Adena.

__ADS_1


“Iya tolong ya bantu aku, aku


akan membantu apapun untukmu.” Kata Nara.


__ADS_2