
Di Jakarta.
Adena kembali bekerja, namun dia
tetap kepikiran dengan kondisi Aidan.
“Selamat pagi bu Adena, bagaimana
perjalanannya ke Bali kemarin?” Tanya Nara.
“Pagi, ya begitulah. Oh iya nanti
kamu ke ruangan ibu sebentar ya, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu.” Kata
Adena.
“Baik bu, saya saja atau bersama
Meta dan Reno sekalian bu?” Tanya Nara.
“Kamu sendiri saja, sekarang saja
ya kamu ke ruangan saya.” Kata Adena.
“Baik bu.” Kata Nara.
Kemudian Nara segera menuju ke
ruangan Adena.
“Permisi bu.” Kata Nara.
“Silahkan duduk, kamu mau minum
apa? Teh, kopi atau jus atau apa?” Tanya Adena.
“Tumben sekali bu Adena sampai
menawariku minum.” Kata Nara dalam hati.
“Tidak usah bu, terima kasih.”
Kata Nara.
“Obrolan kita akan sangat
panjang, kebetulan tadi aku membuat cappuccino, pasti kamu suka.” Kata Adena
sambil menyuguhkan segelas capucino ice di depan Nara.
“Terima kasih banyak bu, ibu tau
saja kesukaan saya.” Kata Nara sambil tersenyum.
“Tentu saja saya tau, oh iya dulu
sebelum kamu bekerja disini, kamu kerja di kantor cabang kan ya? Dan kalau
tidak salah kepala cabangnya itu pak Aidan ya?” Tanya Adena.
“Oh iya benar sekali bu, dia itu
sangat terkenal dan banyak sekali penggemarnya. Oh iya kabarnya dia akan pindah
ke kantor pusat ya bu, dia akan pindah kesini ya bu?” Tanya Nara.
“Iya benar, dia itu seperti apa
sih orangnya? Terus bagaimana cara kerjanya? Lalu bagaimana menghadapi bawahannya?
Baik tidak? Atau malah jahat?” Tanya Adena.
“Pak Aidan itu terkenal tampan,
__ADS_1
gagah, dan cool bu tapi sangat jarang dia tersenyum kepada bawahannya dan kalau
bekerja itu sangatlah professional bu, saya saja dulu sangat takut sama pak
Aidan, karena jika ada yang salah langsung dimarahin dibentak dan dipermalukan
didepan banyak orang bu.” Kata Nara.
“Apa? Jadi dia seperti itu? Oh
iya dia sudah berkeluarga belum?” Tanya Adena.
“Dia duda bu, sudah berpisah sama
istrinya. Ibu tau kenapa pak Aidan sampai bercerai sama istrinya?” Tanya Nara.
“Tidak tau, emang kenapa? Pasti
pak Aidan selingkuh ya? Dia punya wanita lain ya?” Tanya Adena.
“Salah bu, justru mantan istrinya
lah yang berselingkuh dari pak Aidan, mantan istrinya itu hanya memanfaatkan
pak Aidan saja, lebih tepatnya hanya ingin menguras hartanya saja, ya wajar
saja mereka kan dijodohkan dan pak Aidan memang tidak menyukai mantan istrinya
makanya dengan mudah pak Aidan menceraikannya.” Kata Nara.
“Jadi pak Aidan sekarang duda ya?
Atau rujuk lagi sama mantan istrinya?” Tanya Adena.
“Kenapa bu? Sepertinya ibu
penasaran sekali sama pak Aidan ya.” Kata Nara.
“Kemarin waktu aku ke Bali, aku
dirumah sakit dan saat aku menjenguknya ternyata ada seorang wanita yang
mengaku istrinya.” Kata Adena.
“Tapi pak Aidan tidak sedang
rujuk kok sama mantan istrinya, bisa jadi mantan istrinya yang ngaku-ngaku.
Mantan istrinya memang seperti itu bu, kelihatannya ramah padahal aslinya
sangatlah menjengkelkan, saya tau betul seperti apa pak Aidan, karena dulu saya
pernah menjadi asisten pribadi pak Aidan, namun karena banyak yang iri dengan
posisi saya akhirnya saya difitnah dengan berbagai tuduhan sehingga akhirnya
saya dimutasi di kantor pusat.” Kata Nara.
“Oh begitu ya, kalau begitu saya
akan mengajukan dan merekomendasikan kamu ke pimpinan untuk memegang kepala
bagian saja, bagaimana? Karena aku tau kinerja kamu sangatlah bagus dan sangat
disayangkan jika kamu hanya menjadi staff biasa.” Kata Adena.
“Wah dengan senang hati bu.” Kata
Nara.
“Dengan satu syarat tentunya.”
Kata Adena.
__ADS_1
“Apa bu syaratnya?” Tanya Nara.
“Aku butuh informasi tentang pak
Aidan.” Kata Adena.
“Saya akan memberikan informasi
apapun tentang pak Aidan.” Kata Nara.
“Tolong rahasiakan hal ini ya
sist.” Kata Adena.
“Kita boleh saling memanggil
nama.” Kata Nara.
“Silahkan Ra. Tidak banyak yang
tau kalau kita dulu satu SMP kan.” Kata Adena.
“Hehe iya Den. Kamu naksir ya
sama pak Aidan?” Tanya Nara.
“Tidak tapi dia sangat mengusikku
terutama saat di Bali kemarin, dia benar-benar sangat menggangguku.” Kata
Adena.
“Oh iya? Mungkin pak Aidan yang
tertarik denganmu.” Bisik Nara.
“Mana mungkin dia tertarik
denganku.” Kata Adena.
“Loh bisa jadi, kamu kan cantik,
body ideal dan sangat menarik untuk kaum hawa ya wajar saja jika dia tertarik
denganmu kan. Aku akan berikan informasi menarik tentang dia.” Kata Nara.
“Jangan sembarangan kalau memberi
informasi.” Kata Adena.
“Aku ini orang kepercayaan pak
Aidan jadi jangan khawatir.” Kata Nara.
“Oh iya siapa yang menfitnah kamu
saat itu?” Tanya Adena.
“Teman dekatku sendiri, dia
menuduhku ada hubungan khusus dengan pak Aidan, dia memberitahu ke mantan
istrinya selain itu dia menuduhku menggelapkan uang perusahaan tapi pak Aidan
tau betul seperti apa kinerjaku akhirnya pak Aidan lah yang menyuruhku untuk
mutasi dan diturunkan jabatanku menjadi staff biasa ya bisa dibilang seperti
anak baru lah.” Kata Nara.
“Sabar, doakan saja pengajuanku
mendapatkan acc dari para atasan.” Kata Adena.
__ADS_1
“Iya tolong ya bantu aku, aku
akan membantu apapun untukmu.” Kata Nara.