Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 77


__ADS_3

Jerry kembali


pulang ke rumahnya.


“Dari mana saja


kamu mas?” Tanya Feya.


“Bukan urusanmu,


aku lapar cepat buatkan aku makanan.” Kata Jerry.


“Kamu tidur


dimana semalam?” Tanya Feya.


“Tidur di


hotel.” Kata Jerry.


“Tidur dengan


siapa? Wanita mana lagi yang kamu tiduri?” Tanya Feya.


“Hei jaga


ucapanmu jika kamu tidak ingin melukaimu.” Kata Jerry.


“Jadi kamu


sekasar ini ya padaku, kamu tega sekali padaku.” Kata Feya.


“Anggap saja ini


balasan yang kamu dapatkan setelah mendorong ibu tirimu.” Kata Jerry.


“Cukup,


hentikan. Jangan pernah mengungkit apalagi menyebut nama itu.” Kata Feya.


“Cepat buatkan


aku makanan.” Kata Jerry.


**


Arabella pergi


ke rumah Feya.


“Kakak? Untuk

__ADS_1


apa kakak datang kesini?” Tanya Feya.


“Memangnya salah


jika seorang kakak berkunjung ke rumah adiknya?” Tanya Arabella, lalu dia


segera masuk kedalam rumah Feya.


“Aduh kenapa dia


tiba-tiba datang kesini, apakah dia ingin mencari tau tentang kalung itu, wah


bisa gawat. Aku harus bersikap biasa dan harus tenang.” Kata Feya dalam hati.


“Mau makan


tidak? Kebetulan aku sedang masak banyak.” Kata Feya.


“Arabella?”Panggil Jerry.


“Hai.” Kata Arabella.


“Mau makan tidak?” Tanya Feya.


“Tidak, aku sudah kenyang. Aku sudah makan, kekasihku membuatkanku sarapan


hari ini.” Kata Arabella.


“Orang terdekatku.” Kata Arabella.


“Apakah aku mengenalnya?” Tanya Feya.


“Sepertinya kamu mengenalnya.” Kata Arabella sambil melirik ke arah Jerry.


“Siapa memangnya?” Tanya Feya.


“Jika sudah saatnya tiba kamu akan mengetahuinya sendiri. Ambilkan aku


minum dong, aku haus.” Kata Arabella.


“Biar aku yang mengambilkan.” Kata Jerry.


“Tidak usah, biar aku saja. Kamu harus segera bersiap-siap mas karena kamu


harus pergi menemaniku periksa ke dokter kandungan hari ini.” Kata Feya.


“Ah baiklah.” Kata Jerry.


“Aku mau pergi kak, apakah kamu mau menungguku disini atau mau pergi?”


Tanya Feya.

__ADS_1


“Aku hanya mampir sebentar, karena aku mau pergi dengan kekasihku.” Kata Arabella.


“Memangnya mau pergi kemana dengan kekasih kakak?” Tanya Feya.


“Tentu saja pergi berkencan.” Kata Arabella.


“Apakah semalam suamiku menginap dihotel kakak?” Tanya Feya tiba-tiba.


“Kenapa kamu menanyakannya padaku? Seharusnya tanyakan pada suamimu.” Kata Arabella.


“Karena dia tidak memberitahuku. Aku peringatkan agar kakak tidak menemui suamiku.”


Kata Feya.


“Harusnya bilang sendiri pada suamimu, tanyakan pada suamimu semalam


menemui siapa dan menginap dimana.” Kata Arabella.


“Kakak tau sendiri kan bahwa aku saat ini sedang hamil anak mas Jerry, aku


tau jika kakak masih belum bisa melupakan mas Jerry begitu juga dengan mas


Jerry yang masih belum bisa melupakan kakak. Masa lalu biarlah berlalu kak,


tolong pergilah dan kembalilah ke Singapore dan biarkan aku hidup bahagia


bersama keluarga kecilku.” Kata Feya.


“Aku akan kembali setelah aku mengetahui kebenaran kematian dan kecelakaan


yang di alami bunda.” Kata Arabella. Feya pun mendadak syok dan ketakutan.


“Ada apa dengan ekspresimu? Kenapa sepertinya kamu ketakutan?” Tanya


Arabella.


“Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang tidak enak badan. Pulanglah kak karena


aku akan pergi.” Kata Feya.


“Aku akan mencari tahu dan memastika siapa pemilik kalung itu.” Bisik Arabella.


“Baiklah, semoga kakak segera menemukan siapa pemilik kalung itu.” Bisik Feya.


“Semoga kalung itu bukan milikmu, jika benar itu kalung adalah milikmu aku


akan membuat perhitungan denganmu dan aku akan membalas dendam kepadamu atas


apa yang telah kamu lakukan pada bunda.” Bisik Arabella.


“Jika terbukti kalung itu bukanlah milikku, aku juga akan membuat

__ADS_1


perhitungan dengan kakak karena telah menuduhku melakukan kejahatan.” Bisik Feya.


__ADS_2