
Jerry kembali
pulang ke rumahnya.
“Dari mana saja
kamu mas?” Tanya Feya.
“Bukan urusanmu,
aku lapar cepat buatkan aku makanan.” Kata Jerry.
“Kamu tidur
dimana semalam?” Tanya Feya.
“Tidur di
hotel.” Kata Jerry.
“Tidur dengan
siapa? Wanita mana lagi yang kamu tiduri?” Tanya Feya.
“Hei jaga
ucapanmu jika kamu tidak ingin melukaimu.” Kata Jerry.
“Jadi kamu
sekasar ini ya padaku, kamu tega sekali padaku.” Kata Feya.
“Anggap saja ini
balasan yang kamu dapatkan setelah mendorong ibu tirimu.” Kata Jerry.
“Cukup,
hentikan. Jangan pernah mengungkit apalagi menyebut nama itu.” Kata Feya.
“Cepat buatkan
aku makanan.” Kata Jerry.
**
Arabella pergi
ke rumah Feya.
“Kakak? Untuk
__ADS_1
apa kakak datang kesini?” Tanya Feya.
“Memangnya salah
jika seorang kakak berkunjung ke rumah adiknya?” Tanya Arabella, lalu dia
segera masuk kedalam rumah Feya.
“Aduh kenapa dia
tiba-tiba datang kesini, apakah dia ingin mencari tau tentang kalung itu, wah
bisa gawat. Aku harus bersikap biasa dan harus tenang.” Kata Feya dalam hati.
“Mau makan
tidak? Kebetulan aku sedang masak banyak.” Kata Feya.
“Arabella?”Panggil Jerry.
“Hai.” Kata Arabella.
“Mau makan tidak?” Tanya Feya.
“Tidak, aku sudah kenyang. Aku sudah makan, kekasihku membuatkanku sarapan
hari ini.” Kata Arabella.
“Orang terdekatku.” Kata Arabella.
“Apakah aku mengenalnya?” Tanya Feya.
“Sepertinya kamu mengenalnya.” Kata Arabella sambil melirik ke arah Jerry.
“Siapa memangnya?” Tanya Feya.
“Jika sudah saatnya tiba kamu akan mengetahuinya sendiri. Ambilkan aku
minum dong, aku haus.” Kata Arabella.
“Biar aku yang mengambilkan.” Kata Jerry.
“Tidak usah, biar aku saja. Kamu harus segera bersiap-siap mas karena kamu
harus pergi menemaniku periksa ke dokter kandungan hari ini.” Kata Feya.
“Ah baiklah.” Kata Jerry.
“Aku mau pergi kak, apakah kamu mau menungguku disini atau mau pergi?”
Tanya Feya.
__ADS_1
“Aku hanya mampir sebentar, karena aku mau pergi dengan kekasihku.” Kata Arabella.
“Memangnya mau pergi kemana dengan kekasih kakak?” Tanya Feya.
“Tentu saja pergi berkencan.” Kata Arabella.
“Apakah semalam suamiku menginap dihotel kakak?” Tanya Feya tiba-tiba.
“Kenapa kamu menanyakannya padaku? Seharusnya tanyakan pada suamimu.” Kata Arabella.
“Karena dia tidak memberitahuku. Aku peringatkan agar kakak tidak menemui suamiku.”
Kata Feya.
“Harusnya bilang sendiri pada suamimu, tanyakan pada suamimu semalam
menemui siapa dan menginap dimana.” Kata Arabella.
“Kakak tau sendiri kan bahwa aku saat ini sedang hamil anak mas Jerry, aku
tau jika kakak masih belum bisa melupakan mas Jerry begitu juga dengan mas
Jerry yang masih belum bisa melupakan kakak. Masa lalu biarlah berlalu kak,
tolong pergilah dan kembalilah ke Singapore dan biarkan aku hidup bahagia
bersama keluarga kecilku.” Kata Feya.
“Aku akan kembali setelah aku mengetahui kebenaran kematian dan kecelakaan
yang di alami bunda.” Kata Arabella. Feya pun mendadak syok dan ketakutan.
“Ada apa dengan ekspresimu? Kenapa sepertinya kamu ketakutan?” Tanya
Arabella.
“Tidak ada apa-apa, aku hanya sedang tidak enak badan. Pulanglah kak karena
aku akan pergi.” Kata Feya.
“Aku akan mencari tahu dan memastika siapa pemilik kalung itu.” Bisik Arabella.
“Baiklah, semoga kakak segera menemukan siapa pemilik kalung itu.” Bisik Feya.
“Semoga kalung itu bukan milikmu, jika benar itu kalung adalah milikmu aku
akan membuat perhitungan denganmu dan aku akan membalas dendam kepadamu atas
apa yang telah kamu lakukan pada bunda.” Bisik Arabella.
“Jika terbukti kalung itu bukanlah milikku, aku juga akan membuat
__ADS_1
perhitungan dengan kakak karena telah menuduhku melakukan kejahatan.” Bisik Feya.