
Raffa selesai meeting dan menemui
Kaira namun Kaira tidak ada di ruang tunggu. Raffa panik dan mencari serta
menelfon Kaira namun tidak ada jawaban. Raffa terus menerus menelfon istrinya
namun tidak ada jawaban. Akhirnya dia memutuskan untuk mengeceknya di
apartemen. Sesampainya di apartemen dia tidak menemukan Kaira. Tiba-tiba dia
melihat lemari dan ternyata pakaian Kaira kosong. Raffa semakin cemas karena
Kaira tidak dapat dihubungi. Lalu dia segera pergi menuju stasiun dan bandara
karena dia berpikir bahwa Kaira kabur ke Indonesia. Selama diperjalanan Raffa
terus berdoa agar segera bertemu dengan istrinya.
“Tuhan tolong bantu aku agar bisa menemukan istriku. Kau dimana sih
Kaira apa kau kabur dariku.” Kata Raffa dalam hati.
Dia tiba di stasiun lalu
mencarinya namun tidak menemukannya. Setelah itu dia pergi ke bandara dan
setibanya disana dia melihat Kaira dari kejauhan. Lalu Raffa mengejarnya.
“Kaira.” Kata Raffa sambil
mengatur nafasnya karena dia berlari sangat kencang.
“Lepaskan!” Kata Kaira.
“Ada apa sih? Apa yang terjadi
sebenarnya? Kau mau pergi kemana memangnya?” Tanya Raffa.
“Aku tidak ingin tinggal dengan
lelaki yang tidak bertanggungjawab dan kejam sepertimu, kau sama sekali tidak
punya hati.” Kata Kaira.
“Apa maksudmu? Ada apa sih
sebenarnya katakan padaku. Aku bingung tiba-tiba kau menghilang dan saat aku
lihat dirumah semua pakaianmu juga tidak ada di lemari.” Kata Raffa.
“Kalau kau ingin tau apa yang
sebenarnya terjadi tanyakan sendiri pada dirimu, lepaskan aku mau pergi.” Kata
__ADS_1
Kaira, namun Raffa menahannya.
“Tidak, aku tidak akan
membiarkanmu untuk pergi.” Kata Raffa, lalu Raffa mengambil tiket milik Kaira
dan merobeknya.
“Apa yang kau lakukan?” Bentak Kaira.
“Kau mau kembali ke Indonesia?
Lalu bagaimana denganku? Kita sudah menikah kita suami istri, kalau ada masalah
mari kita selesaikan semuanya dengan baik dan kita saling terbuka sayang.” Kata
Raffa.
“Apa katamu harus terbuka? Apa
kau sudah merasa terbuka denganku? Apa kau pernah member tahuku tentang semua
masa lalumu? Tidak pernah kan?” Bentak Kaira.
Lalu Raffa menggendong Kaira
secara paksa dan membawanya kedalam mobil, Kaira berteriak untuk diturunkan
Kaira lalu Kaira mendorong suaminya hingga terjatuh.
“Apa yang kau lakukan?” Tanya
Raffa kesal. Kaira hanya diam tidak memperdulikan perkataan Raffa.
“Masuklah, kita pulang.” Paksa Raffa.
Selama diperjalanan mereka berdua
diam dan tidak ada yang memulai pembicaraan hingga sampai di apartemen mereka.
Namun Kaira tetap didalam mobil.
“Kenapa tidak turun?” Tanya Raffa namun Kaira tidak menjawabnya.
“Sekali lagi aku tanya kenapa tidak turun?” Tanya Raffa kesal.
“Masuklah dan beri kunci mobilmu padaku.” Kata Kaira.
“Mau pergi kemana kau?” Tanya Raffa.
“Berikan kuncimu atau aku akan
balik ke Indonesia sekarang juga.” Ancam Kaira. Lalu Raffa memberikan kunci
__ADS_1
mobilnya pada Kaira.
“Jangan coba-coba mengikutiku!” Ancam Kaira.
Lalu Kaira segera pergi sedangkan
Raffa sangat cemas dan khawatir karena istrinya keluar sendiri mengendarai
mobil. Raffa akhirnya menyuruh salah satu karyawannya untuk mengikuti Kaira.
“Ibu Mika sedang pergi ke salah satu kafe tidak jauh dari apartemen
bapak dan dia memesan minuman. Sepertinya dia tidak akan pulang.” Isi pesan
teks karyawan Raffa yang mengikuti Kaira.
Raffa sedikit lega karena Kaira
tidak bepergian jauh namun Raffa sangat khawatir dan penasaran dengan apa yang
sebenarnya terjadi pada istrinya.
**
Di kafe, tiba-tiba Rasya datang menemui Kaira.
“Rasya darimana kau tau aku sedang berada disini?” Tanya Kaira heran.
“Aku khawatir denganmu setelah
ucapanku padamu tadi siang. Sekali lagi maafkan aku Kaira.” Kata Rasya.
“Pergilah aku tidak ingin diganggu oleh siapapun.” Kata Kaira.
“Aku janji tidak akan mengganggumu lagi asalkan.” Kata Rasya.
“Asalkan apa?” Tanya Kaira.
“Asalkan kau tidak buka mulut kepada siapapun dan kau tidak menuduhku macam-macam.” Kata Rasya.
“Baiklah dan kau jangan pernah
muncul kembali didepanku. Anggap saja kita tidak pernah bertemu disini.
Pergilah aku ingin sendiri.” Kata Kaira.
“Kau harus lebih hati-hati lagi disini. Oh ya selamat atas pernikahanmu.” Kata Rasya, namun Kaira tidak memperdulikannya.
“Apakah Rasya tidak tau bahwa aku
telah menikah dengan Raffa. Baguslah lebih baik dia tidak mengetahuinya. Malam
ini aku tidak ingin pulang jadi lebih baik aku disini saja.” Tanya Kaira dalam hati.
__ADS_1