Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Episode 104


__ADS_3

Raffa selesai meeting dan menemui


Kaira namun Kaira tidak ada di ruang tunggu. Raffa panik dan mencari serta


menelfon Kaira namun tidak ada jawaban. Raffa terus menerus menelfon istrinya


namun tidak ada jawaban. Akhirnya dia memutuskan untuk mengeceknya di


apartemen. Sesampainya di apartemen dia tidak menemukan Kaira. Tiba-tiba dia


melihat lemari dan ternyata pakaian Kaira kosong. Raffa semakin cemas karena


Kaira tidak dapat dihubungi. Lalu dia segera pergi menuju stasiun dan bandara


karena dia berpikir bahwa Kaira kabur ke Indonesia. Selama diperjalanan Raffa


terus berdoa agar segera bertemu dengan istrinya.


“Tuhan tolong bantu aku agar bisa menemukan istriku. Kau dimana sih


Kaira apa kau kabur dariku.” Kata Raffa dalam hati.


Dia tiba di stasiun lalu


mencarinya namun tidak menemukannya. Setelah itu dia pergi ke bandara dan


setibanya disana dia melihat Kaira dari kejauhan. Lalu Raffa mengejarnya.


“Kaira.” Kata Raffa sambil


mengatur nafasnya karena dia berlari sangat kencang.


“Lepaskan!” Kata Kaira.


“Ada apa sih? Apa yang terjadi


sebenarnya? Kau mau pergi kemana memangnya?” Tanya Raffa.


“Aku tidak ingin tinggal dengan


lelaki yang tidak bertanggungjawab dan kejam sepertimu, kau sama sekali tidak


punya hati.” Kata Kaira.


“Apa maksudmu? Ada apa sih


sebenarnya katakan padaku. Aku bingung tiba-tiba kau menghilang dan saat aku


lihat dirumah semua pakaianmu juga tidak ada di lemari.” Kata Raffa.


“Kalau kau ingin tau apa yang


sebenarnya terjadi tanyakan sendiri pada dirimu, lepaskan aku mau pergi.” Kata

__ADS_1


Kaira, namun Raffa menahannya.


“Tidak, aku tidak akan


membiarkanmu untuk pergi.” Kata Raffa, lalu Raffa mengambil tiket milik Kaira


dan merobeknya.


“Apa yang kau lakukan?” Bentak Kaira.


“Kau mau kembali ke Indonesia?


Lalu bagaimana denganku? Kita sudah menikah kita suami istri, kalau ada masalah


mari kita selesaikan semuanya dengan baik dan kita saling terbuka sayang.” Kata


Raffa.


“Apa katamu harus terbuka? Apa


kau sudah merasa terbuka denganku? Apa kau pernah member tahuku tentang semua


masa lalumu? Tidak pernah kan?” Bentak Kaira.


Lalu Raffa menggendong Kaira


secara paksa dan membawanya kedalam mobil, Kaira berteriak untuk diturunkan


Kaira lalu Kaira mendorong suaminya hingga terjatuh.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya


Raffa kesal. Kaira hanya diam tidak memperdulikan perkataan Raffa.


“Masuklah, kita pulang.” Paksa Raffa.


Selama diperjalanan mereka berdua


diam dan tidak ada yang memulai pembicaraan hingga sampai di apartemen mereka.


Namun Kaira tetap didalam mobil.


“Kenapa tidak turun?” Tanya Raffa namun Kaira tidak menjawabnya.


“Sekali lagi aku tanya kenapa tidak turun?” Tanya Raffa kesal.


“Masuklah dan beri kunci mobilmu padaku.” Kata Kaira.


“Mau pergi kemana kau?” Tanya Raffa.


“Berikan kuncimu atau aku akan


balik ke Indonesia sekarang juga.” Ancam Kaira. Lalu Raffa memberikan kunci

__ADS_1


mobilnya pada Kaira.


“Jangan coba-coba mengikutiku!” Ancam Kaira.


Lalu Kaira segera pergi sedangkan


Raffa sangat cemas dan khawatir karena istrinya keluar sendiri mengendarai


mobil. Raffa akhirnya menyuruh salah satu karyawannya untuk mengikuti Kaira.


“Ibu Mika sedang pergi ke salah satu kafe tidak jauh dari apartemen


bapak dan dia memesan minuman. Sepertinya dia tidak akan pulang.” Isi pesan


teks karyawan Raffa yang mengikuti Kaira.


Raffa sedikit lega karena Kaira


tidak bepergian jauh namun Raffa sangat khawatir dan penasaran dengan apa yang


sebenarnya terjadi pada istrinya.


**


Di kafe, tiba-tiba Rasya datang menemui Kaira.


“Rasya darimana kau tau aku sedang berada disini?” Tanya Kaira heran.


“Aku khawatir denganmu setelah


ucapanku padamu tadi siang. Sekali lagi maafkan aku Kaira.” Kata Rasya.


“Pergilah aku tidak ingin diganggu oleh siapapun.” Kata Kaira.


“Aku janji tidak akan mengganggumu lagi asalkan.” Kata Rasya.


“Asalkan apa?” Tanya Kaira.


“Asalkan kau tidak buka mulut kepada siapapun dan kau tidak menuduhku macam-macam.” Kata Rasya.


“Baiklah dan kau jangan pernah


muncul kembali didepanku. Anggap saja kita tidak pernah bertemu disini.


Pergilah aku ingin sendiri.” Kata Kaira.


“Kau harus lebih hati-hati lagi disini. Oh ya selamat atas pernikahanmu.” Kata Rasya, namun Kaira tidak memperdulikannya.


“Apakah Rasya tidak tau bahwa aku


telah menikah dengan Raffa. Baguslah lebih baik dia tidak mengetahuinya. Malam


ini aku tidak ingin pulang jadi lebih baik aku disini saja.” Tanya Kaira dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2