Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 3


__ADS_3

Hari itu Adena pulang larut malam


karena harus menyelesaikan pekerjaannya yaitu akan ada proyek dimana kali ini


Adena lah yang jadi ketua panitianya, sehingga dia harus memantau semua


persiapan acara tersebut.


Jam menunjukkan pukul 9 malam,


dia langsung menuju ke lobby.


“Bu hati-hati pulangnya.” Kata


Meta.


“Kalian belum pulang? Sudah malam


loh, besok lagi saja.” Kata Adena.


“Tidak apa-apa bu.” Kata Nara.


“Jangan begitu, ayo cepat ambil


tas kalian dan pulanglah. Kalian naik apa?” Tanya Adena.


“Saya naik ojek online bu.” Jawab


Meta.


“Kalau kamu Nara?” Tanya Adena.


“Saya naik bis bu.” Jawab Nara.


“Kalian sudah makan?” Tanya


Adena.


“Belum bu, nanti sampai rumah


langsung makan.” Jawab Nara.


“Kalian ini tinggal dirumah atau


kos?” Tanya Adena.


“Di kos bu.” Jawab Meta.


“Saya juga tinggal di kos tapi


hari ini saya mau ke rumah tante saya makanya naik bis bu.” Jawab Nara.


“Ayo kita makan bareng, ibu


traktir khusus buat kalian.” Kata Adena.


“Tidak usah bu.” Jawab Nara.


“Terima kasih banyak sebelumnya


tapi tidak perlu bu.” Jawab Meta.


“Wah ditraktir bu Adena asyik.”


Kata Reno tiba-tiba menghampiri mereka.


“Hmmmm kamu lagi kamu lagi.


Yasudah ayo, ibu tunggu di lantai G ya, tau kan mobil saya?” Tanya Adena.


“Tau banget, warna merah plat nya

__ADS_1


B 2019 AAP, benar kan bu?” Tanya Reno.


“Astaga kenapa kamu hafal banget


sama plat nomor mobil saya sih, hmmm ada-ada saja. Ayo cepat, saya sudah


kelaparan.” Kata Adena.


**


Di rumah makan cepat saji dekat


dengan kantor.


“Oh iya ibu pesannya menu paket,


tidak apa-apa ya? Tapi kalian kalau mau nambah juga silahkan.” Kata Adena.


“Iya bu terima kasih banyak


sebelumnya.” Jawab Meta dan Nara.


“Bu saya mau nambah nasi boleh


kan bu? Atau nasinya ibu juga boleh kok hehe.” Kata Reno.


“Hahahaha kamu ini ada-ada saja,


terserah mau nambah apa saja yang kamu inginkan.” Kata Adena.


“Yes, bu Adena ini selain cantik


juga baik hati ya.” Kata Reno.


“Baru tau kalau memang saya


seperti itu?” Tanya Adena.


ibu alias ngefans sekali sama ibu hehehehe.” Kata Reno, Adena pun tersenyum


dengan kata-kata Reno.


“Oh iya terima kasih banyak ya


atas kerjasama kalian, acara kita kali ini benar-benar sangat mendadak tapi


syukurlah berkat kalian semua persiapan hampir 100%, padahal kalau dilihat-lihat


tim kita hanya beberapa orang saja tapi ibu salut dengan kinerja kalian semua.


Ibu janji nanti setelah acara selesai, ibu akan mengajukan ke para manajer agar


tim kita bisa jalan-jalan, bagaimana kalian setuju tidak?” Tanya Adena.


“Setuju banget bu.” Jawab Meta,


Nara dan Reno kompakan.


“Bu bagaimana kalau ke luar


negeri? Boleh kan bu?” Tanya Reno.


“Doakan saja semoga para manajer


bisa menyetujuinya, tapi kalau tidak boleh, ibu rencana akan mengajukan ke


pulau Bali saja.” Kata Adena.


“Kemana saja boleh bu asalkan


jadi berangkat.” Jawab Meta.

__ADS_1


“Bu mohon maaf sebelumnya, jadi


tadi kami sempat mendengar percakapan ibu dengan bu Eva.” Kata Nara.


“Iya tidak apa-apa, dari dulu bu


Eva memang tidak suka denganku dan juga dengan tim kita, tapi aku tida peduli


dengan semua perkataannya.” Kata Adena.


“Saya setuju dengan ibu, rugi


kalau mendengarkan perkataan bu Eva.” Jawab Nara.


“Kalian penasaran kan sebenarnya


denganku? Tidak mungkin kalian berkata seperti ini kalau tidak ada tujuannya.” Kata


Adena.


“Maaf bu, kalau ibu merasa


keberatan tidak perlu dijawab kok bu, maafkan saya.” Kata Nara.


“Tidak apa-apa, memang kenyataannya


begitu. Statusku saat ini menjadi banyak cibiran orang-orang di kantor bahkan


banyak pula yang mengatakan saya kejam makanya diceraikan oleh suami, ada juga


yang mengatakan saya ini janda genit suka menggoda para manajer, ada juga yang


janda jual mahal, yang seperti ini yang seperti itu, terkadang omongan mereka


sangatlah menyakitkan tapi saya bisa apa, yang penting saya bahagia dengan


keputusan saya, keluarga saya bahagia dan anak saya bahagia itu sudah cukup


bagi saya.” Kata Adena.


“Semangat ibu, ibu jangan


khawatir, kita pasti akan selalu mendukung dan melindungi ibu Adena.” Kata Reno.


“Setuju, semangat bu Adena.” Kata


Meta dan Nara kompak.


“Terima kasih banyak ya.” Kata


Adena.


“Coba saja saya seumuran ibu dan


jadi manajer pasti aku sudah menikahi ibu deh hehehe.” Goda Reno.


“Hahahaha memangnya kamu tipe


lelaki saya?” Kata Adena.


“Hmmmm dasar kepedean.” Kata Meta.


“Jangan didengarkan bu ucapan si


Reno ini, tidak jelas sama sekali.” Kata Nara.


“Hahahaha kalian ini ada-ada


saja, ayo cepat habiskan makanannya, sebentar ya saya mau menerima telfon dulu.”


Kata Adena lalu keluar sebentar untuk menerima telfon masuk.

__ADS_1


__ADS_2