
Kaira sedang tidak enak badan saat itu, dia mengeluh perutnya terasa mual sehingga Raffa tidak pergi ke
kantor dan menemani istrinya.
“Ke rumah sakit yuk.” Ajak Raffa.
“Tidak usah mas, nanti juga sembuh dengan sendirinya. Kau berangkat saja ke kantor mas.” Kata Kaira.
“Bagaimana aku bisa pergi ke kantor sedangkan kondisimu saja seperti ini, yang ada aku justru semakin
khawatir dan kepikiran kamu sayang.” Kata Raffa.
“Aku lapar mas.” Kata Kaira.
“Mau makan apa?” Tanya Raffa.
“Aku ingin rawon mas.” Jawab Kaira.
“Disini mana ada rawon sih sayang.” Kata Raffa.
“Yauda kau bikinkan aku rawon kalau gitu, di dapur kan ada bumbu serbaguna tuh dapat kiriman dari orang
tuaku, cepat buatkan mas, aku lagi pengen makan masakan nusantara.” Paksa Kaira.
“Hmmm tunggu sebentar kalau gitu, dikulkas ada daging tidak?” Tanya Raffa.
“Sepertinya tidak ada mas, pergilah ke supermarket depan untuk membeli daging.” Kata Kaira.
“Yauda tunggu ya karena bikin masakan nusantara itu tidak sebentar.” Kata Raffa.
__ADS_1
“Iya mas.” Jawab Kaira nurut.
Kemudian Raffa pergi membeli bahan ke supermarket sedangkan Kaira berbaring di tempat tidur.
Satu jam kemudian
“Sayang rawon nya sudah siap, aku suapin ya.” Kata Raffa perhatian. Lalu Raffa menyuapi istrinya dan istrinya
memakannya dengan lahap.
“Pelan-pelan sayang, kau seperti orang kelaparan saja. jangan-jangan perutmu mual itu karena kelaparan lagi.”
Kata Raffa.
“Aku nggak tau mas, bangun tidur tadi mual perutku mas, tapi lihat makanan nusantara seperti ini jadi bawaannya
laper hehe.” Kata Kaira.
“Mas aku pengen buah anggur.” Pinta Kaira.
“Kenapa baru bilang sekarang sih, kan aku bisa beli di supermarket tadi sekalian beli daging.” Kata Raffa kesal.
“Kan baru pengen sekarang, bayinya yang pengen mas.” Kata Kaira sambil cemberut.
“Hmmm iya iya aku belikan deh.” Kata Raffa.
Saat Raffa sedang di supermarket, Kaira menelfonnya.
“Mas kau masih diluar ya?” Tanya Kaira.
__ADS_1
“Iya sayang kenapa?” Tanya balik Raffa.
“Mas sekalian belikan aku jeruk sama kebab ya. Kayaknya kebab enak deh sama belikan burger ya sayang.” Pinta
Kaira. Lalu Kaira segera menutup telfonnya.
Raffa kesal mendengarnya namun dia tetap membelikannya karena demi istri dan buah hatinya yang masih didalam perut istrinya. Hampir satu jam lebih Raffa mencari makanan yang di inginkan
istrinya itu. Setibanya dirumah.
“Mas lama sekali sih aku kan takut dirumah sendirian.” Gerutu Kaira.
“Aku kan harus mencari makanan yang kau inginkan sayang, kau juga minta yang aneh-aneh, kebabnya tidak ada,
lagipula mana ada kebab disini.” Kata Raffa kesal.
“Jadi kau kesal denganku karena minta belikan ini dan itu, kau pikir hamil itu mudah. Kamu mah enak sebagai
lelaki hanya bisa ngomel mulu sedangkan aku harus berjuang demi anak kita. Kau
itu memang egois deh.” Kata Kaira sambil menangis dan masuk kedalam kamar.
“Hei hei bukan begitu maksud aku, maafkan aku. Iya iya aku tidak akan mengeluh lagi, hei sudah dong jangan
menangis, nanti bayinya ikut sedih loh, ibu hamil kan nggak boleh sedih apalagi
sampai stress. Maafkan aku ya.” Kata Raffa sambil mengelus perut istrinya.
Akhirnya Kaira luluh dan tidak menangis kembali.
__ADS_1
“Makan dulu yuk, kau mau makan apa dulu? Jeruk, anggur atau burger?” Tanya Raffa.
“Burger.” Jawab Kaira singkat.