Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 45


__ADS_3

Hari itu Feya tiba di Bali. Dia segera menemui Jerry yang sedang menginap


di hotel. Setibanya di lobby hotel Feya segera menelfon Jerry.


“Kak aku sudah di lobby hotel, segeralah turun.” Kata Feya.


“Ok, aku akan segera turun.” Kata Jerry.


Tidak lama kemudian Jerry tiba di lobby. Dia langsung memeluk Feya hingga


tubuh mungil Feya ikut terangkat.


“Aaaaaaaa kak Jerry.” Kata Feya.


“Aku rindu sekali denganmu. Akhirnya kita bisa berlibur bersama.” Kata Jerry.


“Aku sangat senang bisa berlibur berdua dengan kakak.” Kata Feya.


“Arabella tidak curiga denganmu kan?” Tanya Jerry.


“Tidak, karena aku mengirimkan fotoku bersama temanku di bandara, aku juga


memposting foto bersama temanku di sosial media sehingga dia tidak akan curiga


padaku. Lagipula dia sedang marah denganku jadi dia tidak terlalu peduli


denganku.” Kata Feya.


“Kamu benar-benar sangat pintar, ayo kita segera masuk kedalam.” Kata Jerry


sambil membawakan koper milik Feya.


“Kita dikamar terpisah kan kak?” Tanya Feya.


“Kamu maunya bagaimana? Terpisah atau sekamar?” Tanya Jerry.


“Terpisah dong kak.” Kata Feya.


“Baiklah tapi jangan melarangku untuk masuk kedalam kamarmu ya haha.” Bisik


Jerry, lalu Feya mencubit perut Jerry.


“Rasakan ini.” Kata Feya.


“Rasakan juga ini.” Kata Jerry sambil menggelitik Feya.


Setelah itu mereka segera pergi ke pantai berdua.


“Kak, aku sangat senang sekali bisa berlibur berdua denganmu, aku tidak


menyangka jika kita bisa seperti ini. Apakah tidak apa-apa kita berdua dalam


hubungan ini?” Tanya Feya.


“Tentu saja tidak apa-apa, aku hanya menyukaimu hanya kamu seorang.” Kata


Jerry sambil memeluk mesra Feya.


“Aku juga menyukaimu kak. Ayo kita pergi sekarang kak.” Kata Feya.


“Lets go! Makan dulu yuk, kamu kan belum makan.” Kata Jerry.

__ADS_1


“Nanti saja kita makan romantis dipinggir pantai, bagaimana?” Tanya Feya.


“I like ur style baby.” Kata Jerry.


**


Arabella sedang makan bersama dengan temannya.


“Tumben liburan kamu kok dirumah saja?” Tanya Griska, teman dekat Arabella.


“Pacarku sedang berlibur ke Bali bersama saudaranya.” Kata Arabella.


“Kok kamu tidak ikut sih? Jangan-jangan pacarmu sedang berlibur dengan


wanita lain, hati-hati pacarmu itu ganteng dan tajir pasti banyak wanita yang


menyukainya.” Kata Griska.


“Apa-apaan sih, tidak mungkin dia seperti itu. Dia itu sangat setia dan


menurut apa kataku.” Kata Arabella.


“Memangnya kamu yakin dia hanya berlibur bersama dengan saudaranya? Kenapa kamu


tidak menyusulnya kesana?” Tanya Griska.


“Aku percaya dengannya, lagipula dia baru saja mengirimkan foto bersama


saudaranya.” Kata Arabella.


“Tapi nggak biasanya loh pacarmu pergi berlibur sendiri, biasanya selalu


mengajakmu dan selalu pergi berdua, mungkin dia mulai bosan denganmu hahaha.” Kata


Griska.


“Coba saja kamu menyusul kesana tapi jangan bilang padanya.” Kata Griska.


“Aku tidak enak jika menyusulnya kesana karena dia sedang bersama


saudaranya.” Kata Arabella.


“Kenapa? Apakah dia malu untuk mengajakmu? Harusnya dia kan senang jika


kamu ikut berlibur juga, aku jadi curiga dengannya deh.” Kata Griska.


“Sudahlah jangan membuatku jadi curiga dengannya.” Kata Arabella.


“Aku hanya tidak ingin kamu disakiti olehnya apalagi diselingkuhi olehnya. Cepat


susul saja dia kesana dan lihat apa benar dia memang sedang berlibur dengan


saudaranya. Aku mau kok menemanimu pergi kesana lumayan lah bisa berlibur.” Kata


Griska.


“Jangan bikin aku jadi gelisah deh, aku yakin dia tidak akan macam-macam


disana. Pulang yuk.” Kata Arabella.


“Langsung balik? Baru juga makan, nonton yuk.” Kata Griska.

__ADS_1


“Aku tidak ingin nonton saat ini.” Kata Arabella.


‘Pasti kamu sedang gelisah dan curiga kan dengan pacarmu.” Kata Griska.


“Gara-gara kamu, aku jadi memikirkan dia.” Kata Arabella.


“Makanya cepat susul saja dia.” Kata Griska.


Akhirnya Arabella memesan tiket ke Bali hari itu juga.


“Aku balik dulu, aku mau ke Bali sekarang juga.” Kata Arabella.


“Lah kamu langsung ke bandara?” Tanya Griska.


“Iya.” Kata Arabella.


“Kamu tidak ke rumah dulu ambil baju atau perlengkapan apa gitu?” Tanya


Griska.


“Tidak perlu, aku bisa beli disana, aku pergi dulu ya.” Kata Arabella.


“Aku antar ke bandara kalau gitu.” Kata Griska.


“Baiklah, terima kasih banyak.” Kata Arabella.


 


 


 


Info :


Hai hai readers, aku baru saja merilis novel terbaru loh yang berjudul "Terpaut Usia 15 Tahun"


Aku kasih sinopsisnya ya.


Namaku


Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah


berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak


pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman


baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal


bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka


memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah


seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak


menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.


Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat


perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku


namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan

__ADS_1


menyentuhku apalagi tidur bersamaku. Penasaran seperti apa kelanjutannya? Yuk jangan lupa mampir dan ditunggu like nya ya. Thank u


__ADS_2