
Suster Hana dan Kaira sedang makan di salah satu restoran.
“Selamat makan.” Kata Kaira.
“Eh iya, makan yang banyak dan bergizi ya, sekarang kan porsinya harus dobel.” Kata Hana.
“Iya ya.” Kata Kaira.
“Gimana apa ada keluhan selama hamil muda?” Tanya Hana.
“Sejauh ini sih baik-baik aja hanya kemarin perutku terasa mual saja, tapi untungnya meskipun perutku mual
nafsu makanku masih ok malah makin banyak sekarang porsi makanku kayak nggak bisa kenyang deh.” Kata Kaira polos.
“Iya gpp justru itu lebih baik dong, biasanya ada yang perutnya mual terus nafsu makan juga menurun itu yang
tidak baik, karena janin kan juga butuh asupan gizi dari ibunya. Kalau ada
keluhan apapun jangan diam aja loh ya kalau perlu bilang padaku atau konsultasi
ke dokter ya.” Saran Hana.
“Siap, semoga saja selalu sehat sampai persalinan nanti.” Kata Kaira.
“Iya semoga ya.” Kata Hana.
“Oh yak au masih sering bertemu dengan si Angel?” Tanya Kaira.
“Eh kenapa memangnya kok tiba-tiba membahas si Angel?” Tanya balik Hana.
“Tidak apa-apa sih hanya ingin tahu saja. Masih sering bertemu dengannya?” Tanya Kaira.
“Jarang sih apalagi sejak kejadian waktu itu, mungkin dia malu kali kalau bertemu denganku.” Jawab Hana.
__ADS_1
“Malu? Wanita seperti Angel mah tidak peduli bahkan tidak punya malu.” Kata Kaira.
“Sudahlah lebih baik jangan bahas dia, nanti kau malah kepikiran. Ibu hamil harus bahagia terus pokoknya dan
sehat.” Saran Hana.
“Iya iya tenang aja.” Kata Kaira.
“Kau kesini tadi naik apa?” Tanya Hana.
“Aku tadi naik kereta commuter Han.” Kata Kaira.
“Yauda nanti kalau pulang aku antar aja.” Kata Hana.
“Makasih banyak ya, ngga keburu ke rumah sakit memangnya?” Tanya Kaira.
“Nggak kok, aku masuk malam nanti jadi sekarang mah santai.” Jawab Hana.
Setelah selesai makan, mereka segera pulang, Hana mengantarkan Kaira sampai apartemennya. Setibanya di
“Aku turun dulu, makasih banyak ya. Hati-hati dijalan.” Kata Kaira.
“Ok makasih, buruan masuk kedalam anginnya dingin.” Kata Hana.
“Ok Han, bye.” Kata Kaira.
Saat Kaira akan masuk kedalam apartemennya, tiba-tiba Angel datang menghampirinya sambil menjambak rambut
Kaira hingga kesakitan.
“Auuuuu.” Kata Kaira kesakitan.
“Sakit ya? Ini belum seberapa.” Kata Angel.
__ADS_1
“Kau lagi? Mau apa kau kesini? Lepaskan, jangan berani-berani menyentuh atau mencelakaiku lagi.” Ancam Kaira.
“Kalau kau ingin aku tidak mengganggumu dan suamimu, segera kembalikan anakku.” Kata Angel.
“Itu bukan urusanku, kalau kau ingin anakmu kembali maka segera lakukan apa yang diinginkan suamiku, segera
kembalikan apa yang menjadi hak dan milik suamiku.” Kata Kaira sambil mendorong
Angel dan Kaira segera masuk kedalam apartemennya.
“Gawat, dia semakin menjadi saja. Lebih baik aku telfon mas Raffa saja.” Kata Kaira dalam hati.
Kaira menelfon Raffa
“Ada apa sayang?” Tanya Raffa.
“Mas barusan Angel kemari dia memarahiku dan mengancamku. Untung saja aku bisa melawannya dan segera masuk kedalam. Memangnya anak Angel ada dimana sekarang? Dia aman kan, jangan kau
sakiti anaknya mas, ingat aku sedang mengandung sekarang.” Kata Kaira.
“Kau tenang saja, anaknya Angel aman kok dengan baby sitternya, lagipula baby sitternya itu orang baik kok aku
saja yang membohongi Angel saat itu. Kau jangan keluar ya dirumah saja, kalau
perlu sesuatu bilang saja padaku atau pesan online saja.” Kata Raffa.
“Baiklah mas, segera pulang ya.” Kata Kaira.
“Iya, sudah kangen ya?” Goda Raffa.
“Bukan aku yang kangen, tapi anakmu yang kangen.” Kata Kaira beralasan.
“Bisa aja kau kalau beralasan, tunggu aku ya aku akan usahakan agar bisa pulang lebih cepat.” Kata Raffa lalu
__ADS_1
menutup telfon.