Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 8


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, tiba-tiba si Dina dan dua atasanku yaitu Bu Irma dan Pak Deni


datang. Lalu menuju ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepadaku dan Raffa.


“Kaira” kata Dina sambil memelukku dengan eratnya dan juga menangis. Aku pun jadi


terbawa suasana saking terharunya. Dia memang sahabatku yang paling mengerti


dan selalu support aku, so aku sedih banget harus berpisah dengannya.


“Jangan nangis dong Din. Gue kan jadi kebawa suasana.”


“Gue sengaja dateng telat biar bisa ngobrol lama sama Loe tau. Gue terharu sama Loe


akhirnya nikah. Meskipun sama orang lain sih.” Kata si Dina sambil bisik-bisik


karena takut kedengeran sama si Raffa.


“Kirain Loe ngga dateng Din. Loe dateng sama sapa aja? Mana pacar Loe?”


“Dia ngga ikut karena lagi ada acara sama keluarganya. Oh ya ini aku bawain kado spesial buat Loe. Wajib banget


Loe pakek pas malam pertama yaah hahaha.” Kata Dina.


“Apaan emangnya?”


“Nanti aja dibukanya, harus dipakek yaah pokoknya. Awas kalo ngga dipakek.”


“Hmmm iya iya. Thank u yaa uda mau dateng ke acara Gue. Btw, Loe jangan sampek bilang

__ADS_1


ke Dika yaa. Gue belom bilang ke dia soalnya”


“Iya tenang aja. Tapi secepatnya Loe harus bilang ke dia yaah.” Perintah Dina.


Pesta pernikahan kami pun berjalan dengan lancar dan semua perlengkapan beserta


dekorasi pun segera dibereskan oleh pihak WO nya. Lalu aku dan Raffa menuju ke kamar


di lantai paling atas. Oh ya pesta tersebut diselenggarakan di hotel milik


Raffa. Tiba-tiba suara yang sangat tidak asing memanggilku.


“Kak Kaira?”


Betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa yang memanggilku adalah Dinda. Dia adalah


adik pacarku. Aku benar-benar spechless dan syok setengah mati. Aku tidak tau


kepadanya, tiba-tiba Raffa menarik tanganku dan masuk kedalam lift tanpa


mengatakan sepatah katapun kepada Dinda. Aku baru sadar kenapa si Dinda ada


disitu, jadi Dinda bekerja di sebuah restoran dimana restoran tersebut adalah


jasa cathering di pesta pernikahanku. Omaigad bagaimana jika dia mengatakan


kejadian ini kepada pacarku Dika. Lalu bagaimana kalau Dika meninggalkanku


bahkan membenciku seumur hidup. Aku nggak mau itu semua terjadi. Dika adalah

__ADS_1


cinta pertamaku dan aku berharap bahwa dia adalah cinta terakhirku namun Tuhan


berkehendak lain. Aku justru harus menikah dengan seseorang yang tidak saling


mencintai bahkan dia sangat membenciku.


“Apa benar yang ku lihat tadi adalah kak Kaira. Lalu kenapa dia memakai gaun


pengantin. Tidak tidak, mungkin aku hanya salah lihat. Mungkin dia hanya mirip


dengan Kak Kaira. Kak Kaira kan sangat mencintai Kak Dika dan sebaliknya. Aku yakin


pasti hanya salah lihat saja” batin Dinda dalam hatinya.


Lalu Dinda menelfon Kaira untuk memastikan bahwa yang dia lihat itu adalah orang


lain dan bukan Kaira.


“Hallo kak Kaira? Kak aku baru saja melihat cewek yang mirip sekali dengan kakak, dia


menggunakan gaun pengantin dan hari ini adalah pesta pernikahannya. Dia benar-benar


sangat mirip kakak. Aku Cuma memastikan saja kalau itu bukanlah kak Kaira kan? Oh


ya kak Kaira sekarang dimana?” tanya Dinda.


“Eh itu bukan aku, mungkin hanya mirip saja. Aku sedang dirumah ini.” Jawabku.


“Syukurlah kalo begitu kak. Ok kak aku tutup dulu ya telfonnya. Bye kak.”

__ADS_1


Aku lega sekali karena Dinda mengira bahwa itu bukanlah aku. Terimakasih Tuhan


telah menyelamatkan aku kali ini.


__ADS_2