Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 17


__ADS_3

Abel membukakan pintu Seok Kyung.


“Bersiaplah, aku akan mengantarmu pergi


ke sekolah.” Kata Abel.


“Kamu pikir setelah kamu


menolongku, aku akan luluh dan menerimamu? Tidak akan dan jangan berharap aku


bisa menerimamu, dasar wanita jalang, licik. Kamu tidak lebih dari seorang


sampah, kasihan papaku karena telah memungut sampah dijalanan.” Bisik Seok


Kyung.


“Lalu apakah kamu jauh lebih baik


dariku? Tentu tidak.” Kata Abel.


“Cepat bersiaplah karena mulai


sekarang akulah walimu sekaligus ibumu yang akan hadir dalam pertemuan wali


murid.” Bisik Abel.


“Arghhhh sial.” Kata Seok Kyung.


**


Abel mengantar Seok Kyung ke


sekolahnya.


“Cepat masuk dalam mobil.” Kata


Abel.


“Aku akan naik mobil terpisah.”


Kata Seok Kyung. Lalu dia meminta supirnya untuk mengantarnya ke sekolah.


“Cepat antarkan aku ke sekolah.”


Kata Seok Kyung.


“Mohon maaf, nyonya melarang saya


untuk mengantar nona ke sekolah.” Kata supir.


“Apa? Jadi kamu berani melawanku?


Aku bisa saja memecatmu sekarang juga.” Bentak Seok Kyung.


“Saya hanya akan menuruti


perkataan tuan dan nyonya, dan saya akan melakukan apapun perintah mereka dan


hanya mereka yang bisa memecat saya.” Kata supir.


Karena kesal, Seok Kyung pun


mendorong supir tersebut.


“Park Seok Kyung.” Teriak Abel.


“Jangan karena papa menikahimu


jadi kamu bisa seenaknya mengaturku.” Kata Seok Kyung.


Akhirnya Abel menyeret Seok Kyung


masuk kedalam mobil.


“Jangan berani membantahku.” Kata


Abel.


“Aku tidak takut denganmu.” Kata


Seok Kyung.


Abel menyetir mobil sendiri


menuju sekolah Seok Kyung.


Setibanya di sekolah. Semua guru,


kepala sekolah maupun staff di sekolah tersebut menyambut kedatangan Abel.


“Selamat datang nyonya Abel.”


“Apa? Jadi dia menjadi direktur

__ADS_1


yayasan sekolahku? Wah bisa gawat ini.” Kata Seok Kyung dalam hati.


Lalu dia segera masuk kedalam


ruang kelasnya.


**


Abel mendapat informasi dari bu


Choi bahwa Seok Kyung seringkali melakukan aksi pembulian kepada


teman-temannya. Lalu ibunya yang bertindak dengan member uang damai kepada


teman-temannya, selain itu Seok Kyung mengancam akan mengeluarkan dari sekolah


jika berani melaporkan ke pihak sekolah maupun komite kekerasan di sekolahnya.


Sehingga teman-temannya yang dibully pun memilih untuk tutup mulut. Seok Kyung


seringkali melakukan tindak kekerasan fisik seperti mendorong, menyeburkan ke


kolam renang, membentak, menampar, mencurangi teman-temannya bahkan pernah


mengurung temannya di kamar mandi selama seharian.


“Astaga kenapa dia sejahat itu?


Jika aku menegurnya pasti dia akan marah padaku.” Kata Abel.


Kemudian dia menghampiri Ha Joon.


“Ha Joon, mama boleh masuk


tidak?” Tanya Abel.


“Tentu saja.” Kata Ha Joon.


“Ha Joon sedang apa? Bagaimana


sekolahnya tadi?” Tanya Abel.


“Aku sedang membaca buku, kenapa


mama tidak mengantarku pergi ke sekolah? Mama justru mengantar kak Seok Kyung


padahal kakak tidak menginginkannya.” Kata Ha Joon.


“Maafkan mama ya, kalau begitu


kamu?” Tanya Abel.


“Tentu saja, dia bahkan sering


mengajariku bahasa inggris. Tapi mama Soo Ah melarangku belajar bahasa asing.”


Kata Ha Joon.


“Memangnya kenapa mama Soo Ah tidak


mengijinkanmu?” Tanya Abel.


“Mama tidak ingin aku lebih


pintar dibanding kak Seok Kyung. Ma boleh tidak aku ikut kelas musik dan kelas


seni? Aku sangat menginginkannya, oh ya aku juga ingin belajar berenang dan


berkuda.” Kata Ha Joon.


“Jadi Soo Ah melarang Ha Joon,


sepertinya dia takut jika Ha Joon nantinya jauh lebih pintar daripada Seok


Kyung anaknya.” Kata Abel dalam hati.


“Baiklah, mama akan


mendaftarkanmu kelas musik dan seni. Kalau untuk berenang bagaimana jika


berenang bersama mama dan papa saja? Lalu kalau untuk berkuda, kita pergi


bersama saja yuk, mama juga ingin belajar berkuda bersama kamu.” Kata Abel.


“Yeeee, terima kasih banyak ma,


kita ajak papa dan kakak sekalian ya. Tapi sepertinya kak Seok Kyung tidak


menyukainya.” Kata Ha Joon.


“Lalu apa yang dilakukan kakakmu


saat libur atau waktu senggang?” Tanya Abel.

__ADS_1


“Kak Seok Kyung sangat menyukai


melukis, bahkan lukisannya pernah dipajang di pameran di luar negeri loh. Kakak


sangat berbakat saat melukis, dia bahkan pernah melukis wajahku.” Kata Ha Joon.


“Benarkah? Sepertinya bakat


melukis kakak kamu diturunkan sama mama Soo Ah.” Kata Abel.


“Tidak, mama Soo Ah bahkan tidak


bisa melukis sama sekali. Lukisannya sangat jelek hehehe.” Kata Ha Joon.


“Oh mungkin memang dia sangat


berbakat dalam melukis.” Kata Abel dalam hati.


“Sudah malam sayang, waktunya


tidur. Selamat malam Ha Joon.” Kata Abel sambil mencium kening Ha Joon.


“Terima kasih banyak ma, mama Soo


Ah tidak pernah memberiku ucapan sebelum tidur. Hanya bibi Kang yang selama ini


merawat dan menjagaku.” Kata Ha Joon.


“Mulai sekarang mama akan selalu


memberimu ucapan sebelum tidur.” Kata Abel.


**


Abel menghampiri kamar Seok Kyung,


namun dia tidak ada didalam kamarnya. Dia lalu masuk kedalam kamar Seok Kyung.


“Dia sangat pandai melukis, lukisannya


sangat bagus. Siapa wanita yang dia lukis ini? Sepertinya ini bukan Soo Ah. Aneh


sekali melukis seorang wanita tapi hanya dari belakangnya saja. Disini dia


menulis everyday alone. Apakah selama ini dia kesepian?” Kata Abel.


Tiba-tiba Seok Kyung datang.


“Sedang apa kamu berada di


kamarku?” Tanya Seok Kyung.


“Lukisanmu bagus sekali, siapa


wanita yang kamu lukis itu? Apakah ibumu? Sepertinya bukan.” Kata Abel.


“Bukan urusanmu, jangan berani


menyentuh barang milikku. Pergi dari kamarku.” Kata Seok Kyung.


“Aku dengar kamu sering melakukan


pembulian terhadap teman-temanmu. Apa benar kamu melakukannya?” Tanya Abel.


“Mana buktinya jika aku melakukan


hal itu? Kalau memang aku melakukannya, itu bukanlah urusanmu.” Kata Seok


Kyung.


“Aku dengar kamu sangat ingin


kuliah di Universitas Nasional Seoul (kita singkat SNU/Seoul National


University saja ya). Bagaimana jika kamu tidak lolos karena memiliki catatan kriminal


saat SMA?” Tanya Abel.


“Aku akan melakukan apapun


asalkan aku bisa diterima di SNU meski dengan cara licik sekalipun.” Kata Seok


Kyung.


“Bagaimana jika aku melaporkan


semua foto dan video pembulian ini kepada pihak komite kekerasan sekolah? Pasti


kamu dalam bahaya kan?” Kata Abel.


“Jangan coba berani mengancamku,


jangan ikut campur urusanku, aku tidak peduli jika kamu menjadi istri papaku

__ADS_1


tapi jangan pernah ikut campur urusanku. Pergi dari sini.” Kata Seok Kyung


sambil mendorong Abel keluar kamarnya.


__ADS_2