
Abel membukakan pintu Seok Kyung.
“Bersiaplah, aku akan mengantarmu pergi
ke sekolah.” Kata Abel.
“Kamu pikir setelah kamu
menolongku, aku akan luluh dan menerimamu? Tidak akan dan jangan berharap aku
bisa menerimamu, dasar wanita jalang, licik. Kamu tidak lebih dari seorang
sampah, kasihan papaku karena telah memungut sampah dijalanan.” Bisik Seok
Kyung.
“Lalu apakah kamu jauh lebih baik
dariku? Tentu tidak.” Kata Abel.
“Cepat bersiaplah karena mulai
sekarang akulah walimu sekaligus ibumu yang akan hadir dalam pertemuan wali
murid.” Bisik Abel.
“Arghhhh sial.” Kata Seok Kyung.
**
Abel mengantar Seok Kyung ke
sekolahnya.
“Cepat masuk dalam mobil.” Kata
Abel.
“Aku akan naik mobil terpisah.”
Kata Seok Kyung. Lalu dia meminta supirnya untuk mengantarnya ke sekolah.
“Cepat antarkan aku ke sekolah.”
Kata Seok Kyung.
“Mohon maaf, nyonya melarang saya
untuk mengantar nona ke sekolah.” Kata supir.
“Apa? Jadi kamu berani melawanku?
Aku bisa saja memecatmu sekarang juga.” Bentak Seok Kyung.
“Saya hanya akan menuruti
perkataan tuan dan nyonya, dan saya akan melakukan apapun perintah mereka dan
hanya mereka yang bisa memecat saya.” Kata supir.
Karena kesal, Seok Kyung pun
mendorong supir tersebut.
“Park Seok Kyung.” Teriak Abel.
“Jangan karena papa menikahimu
jadi kamu bisa seenaknya mengaturku.” Kata Seok Kyung.
Akhirnya Abel menyeret Seok Kyung
masuk kedalam mobil.
“Jangan berani membantahku.” Kata
Abel.
“Aku tidak takut denganmu.” Kata
Seok Kyung.
Abel menyetir mobil sendiri
menuju sekolah Seok Kyung.
Setibanya di sekolah. Semua guru,
kepala sekolah maupun staff di sekolah tersebut menyambut kedatangan Abel.
“Selamat datang nyonya Abel.”
“Apa? Jadi dia menjadi direktur
__ADS_1
yayasan sekolahku? Wah bisa gawat ini.” Kata Seok Kyung dalam hati.
Lalu dia segera masuk kedalam
ruang kelasnya.
**
Abel mendapat informasi dari bu
Choi bahwa Seok Kyung seringkali melakukan aksi pembulian kepada
teman-temannya. Lalu ibunya yang bertindak dengan member uang damai kepada
teman-temannya, selain itu Seok Kyung mengancam akan mengeluarkan dari sekolah
jika berani melaporkan ke pihak sekolah maupun komite kekerasan di sekolahnya.
Sehingga teman-temannya yang dibully pun memilih untuk tutup mulut. Seok Kyung
seringkali melakukan tindak kekerasan fisik seperti mendorong, menyeburkan ke
kolam renang, membentak, menampar, mencurangi teman-temannya bahkan pernah
mengurung temannya di kamar mandi selama seharian.
“Astaga kenapa dia sejahat itu?
Jika aku menegurnya pasti dia akan marah padaku.” Kata Abel.
Kemudian dia menghampiri Ha Joon.
“Ha Joon, mama boleh masuk
tidak?” Tanya Abel.
“Tentu saja.” Kata Ha Joon.
“Ha Joon sedang apa? Bagaimana
sekolahnya tadi?” Tanya Abel.
“Aku sedang membaca buku, kenapa
mama tidak mengantarku pergi ke sekolah? Mama justru mengantar kak Seok Kyung
padahal kakak tidak menginginkannya.” Kata Ha Joon.
“Maafkan mama ya, kalau begitu
kamu?” Tanya Abel.
“Tentu saja, dia bahkan sering
mengajariku bahasa inggris. Tapi mama Soo Ah melarangku belajar bahasa asing.”
Kata Ha Joon.
“Memangnya kenapa mama Soo Ah tidak
mengijinkanmu?” Tanya Abel.
“Mama tidak ingin aku lebih
pintar dibanding kak Seok Kyung. Ma boleh tidak aku ikut kelas musik dan kelas
seni? Aku sangat menginginkannya, oh ya aku juga ingin belajar berenang dan
berkuda.” Kata Ha Joon.
“Jadi Soo Ah melarang Ha Joon,
sepertinya dia takut jika Ha Joon nantinya jauh lebih pintar daripada Seok
Kyung anaknya.” Kata Abel dalam hati.
“Baiklah, mama akan
mendaftarkanmu kelas musik dan seni. Kalau untuk berenang bagaimana jika
berenang bersama mama dan papa saja? Lalu kalau untuk berkuda, kita pergi
bersama saja yuk, mama juga ingin belajar berkuda bersama kamu.” Kata Abel.
“Yeeee, terima kasih banyak ma,
kita ajak papa dan kakak sekalian ya. Tapi sepertinya kak Seok Kyung tidak
menyukainya.” Kata Ha Joon.
“Lalu apa yang dilakukan kakakmu
saat libur atau waktu senggang?” Tanya Abel.
__ADS_1
“Kak Seok Kyung sangat menyukai
melukis, bahkan lukisannya pernah dipajang di pameran di luar negeri loh. Kakak
sangat berbakat saat melukis, dia bahkan pernah melukis wajahku.” Kata Ha Joon.
“Benarkah? Sepertinya bakat
melukis kakak kamu diturunkan sama mama Soo Ah.” Kata Abel.
“Tidak, mama Soo Ah bahkan tidak
bisa melukis sama sekali. Lukisannya sangat jelek hehehe.” Kata Ha Joon.
“Oh mungkin memang dia sangat
berbakat dalam melukis.” Kata Abel dalam hati.
“Sudah malam sayang, waktunya
tidur. Selamat malam Ha Joon.” Kata Abel sambil mencium kening Ha Joon.
“Terima kasih banyak ma, mama Soo
Ah tidak pernah memberiku ucapan sebelum tidur. Hanya bibi Kang yang selama ini
merawat dan menjagaku.” Kata Ha Joon.
“Mulai sekarang mama akan selalu
memberimu ucapan sebelum tidur.” Kata Abel.
**
Abel menghampiri kamar Seok Kyung,
namun dia tidak ada didalam kamarnya. Dia lalu masuk kedalam kamar Seok Kyung.
“Dia sangat pandai melukis, lukisannya
sangat bagus. Siapa wanita yang dia lukis ini? Sepertinya ini bukan Soo Ah. Aneh
sekali melukis seorang wanita tapi hanya dari belakangnya saja. Disini dia
menulis everyday alone. Apakah selama ini dia kesepian?” Kata Abel.
Tiba-tiba Seok Kyung datang.
“Sedang apa kamu berada di
kamarku?” Tanya Seok Kyung.
“Lukisanmu bagus sekali, siapa
wanita yang kamu lukis itu? Apakah ibumu? Sepertinya bukan.” Kata Abel.
“Bukan urusanmu, jangan berani
menyentuh barang milikku. Pergi dari kamarku.” Kata Seok Kyung.
“Aku dengar kamu sering melakukan
pembulian terhadap teman-temanmu. Apa benar kamu melakukannya?” Tanya Abel.
“Mana buktinya jika aku melakukan
hal itu? Kalau memang aku melakukannya, itu bukanlah urusanmu.” Kata Seok
Kyung.
“Aku dengar kamu sangat ingin
kuliah di Universitas Nasional Seoul (kita singkat SNU/Seoul National
University saja ya). Bagaimana jika kamu tidak lolos karena memiliki catatan kriminal
saat SMA?” Tanya Abel.
“Aku akan melakukan apapun
asalkan aku bisa diterima di SNU meski dengan cara licik sekalipun.” Kata Seok
Kyung.
“Bagaimana jika aku melaporkan
semua foto dan video pembulian ini kepada pihak komite kekerasan sekolah? Pasti
kamu dalam bahaya kan?” Kata Abel.
“Jangan coba berani mengancamku,
jangan ikut campur urusanku, aku tidak peduli jika kamu menjadi istri papaku
__ADS_1
tapi jangan pernah ikut campur urusanku. Pergi dari sini.” Kata Seok Kyung
sambil mendorong Abel keluar kamarnya.