Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Part 83


__ADS_3

“Bagaimana dokter keadaan anak saya?” Tanya Raffa.


“Maafkan kami, pasien tidak bisa kami selamatkan.


Kami turut berduka atas kepergiannya.” Kata dokter.


“Tidak mungkin.” Kata Raffa.


“Anakku, jangan tinggalkan mami.” Kata Kaira


menangis histeris, tiba-tiba Kaira pingsan.


“Mami, mami tolong sadarlah.” Kata Arabella sambil


mencoba membangunkan Kaira.


“Feya, kenapa kamu pergi secepat itu.” Kata Jerry.


“Tolong urus semuanya ya, aku akan menemani mami.”


Kata Arabella kepada Kei.


“Baik kak, tolong jaga mami.” Kata Kei.


Arabella menemani Kaira yang sedang tertidur


karena pingsan.


“Feya kenapa kamu pergi secepat itu? Padahal aku


ingin tau apa yang sedang terjadi antara kamu dan bunda. Maafkan aku Feya,


semoga kamu istirahat dengan tenang, kakak akan mencoba merelakanmu dan


memaafkanmu jika benar kamu melakukan itu pada bunda. Aku akan menjaga mami dan


papi dengan baik.” Kata Arabella dalam hati.


**


Pemakaman Feya.


“Sayang, istirahatlah dengan tenang.” Kata Raffa.


“Semoga kamu tenang disana.” Kata Jerry.


“Jangan pergi sayang, jangan tinggalkan mami.”


Kata Kaira.

__ADS_1


“Ikhlaskan dia sayang.” Kata Raffa.


“Kenapa harus dia yang pergi, maafkan mami


sayang.” Kata Kaira.


“Mami, mami harus ikhlas. Kita semua sangat


kehilangan dia, tapi kita harus ikhlas agar dia bisa tenang.” Kata Arabella.


“Kita pulang yuk ma.” Kata Kei.


“Mami ingin disini menjaga Feya, kasihan dia


sendirian.” Kata Kaira.


“Mami, bangunlah. Dia pasti sedih melihat mami


menangis seperti ini. Tolong bantu mami.” Kata Arabella kepada Kei.


“Kak, nanti pulanglah ke rumah ya.” Kata Kei.


“Baiklah, kalian pulanglah. Aku mau mendokan Feya


dulu.” Kata Arabella.


“Tolong temani dia kak.” Kata Kei kepada Jerry.


Arabella.


Kemudian Raffa, Kaira, Kei dan Jerry kembali


pulang sedangkan Arabella masih berada ditempat.


“Feya, maafkan kakak. Harusnya aku tidak


menyuruhmu datang dengan terburu-buru. Sekarang istirahatlah dengan tenang,


jika benar kamu yang melakukan itu pada bunda, kakak sudah memaafkanmu. Mulai


sekarang aku akan melupakan semua yang terjadi waktu itu, mungkin ini hukuman


untuk kakak karena telah menuduhmu dan membuatmu seperti ini, sekali lagi


maafkan kakak. Kakak janji akan sering mengunjungimu untuk mendoakanmu dan


memberikanmu bunga untukmu dan juga untuk bunda. Kakak menyayangimu,


istirahatlah dengan tenang. Kakak pulang dulu ya untuk menjaga mami dan papi.”

__ADS_1


Kata Arabella.


**


Satu minggu pasca kepergian Feya.


“Jangan kembali ke Singapore.” Kata Kaira.


“Aku akan tinggal bersama mami dan papi. Ini janjiku


pada Feya.” Kata Arabella.


“Terima kasih sayang, tetaplah di sisi mami dan


papi.” Kata Kaira sambil memeluk erat Arabella.


“Sekarang mami jangan sedih lagi ya, kita semua


harus bangkit dan menjalani hidup dnegan baik.” Kata Arabella.


“Iya sayang, mami bangga memilikimu.” Kata Kaira.


“Aku juga sangat bangga telah dirawat oleh ibu sebaik


mami. Sekarang mami harus makan ya, aku akan menyuapi mami.” Kata Arabella.


“Baiklah, padahal mami juga bisa makan sendiri.” Kata


Kaira.


“Kalau mami makan sendiri pasti mami hanya memakan


sedikit.” Kata Arabella.


“Iya deh kalau begitu kamu yang menyuapi mami. Oh iya


Kei pergi kemana?” Tanya Kaira.


“Dia sedang membeli kue, aku menyuruhnya membeli


kue kesukaan mami. Karena aku dan Kei khawatir dengan kondisi mami makanya aku


menyuruh Kei membeli semua makanan kesukaan mami termasuk kue favorit mami.” Kata


Arabella.


“Astaga, terima kasih banyak ya. Mami akan memakannya


dengan lahap tapi kamu harus menyuapi mami.” Kata Kaira.

__ADS_1


“Tentu saja.” Kata Arabella.


__ADS_2