
Setibanya Adena dirumah.
Ternyata sudah ada mobil mantan
suami pertamanya yaitu Andre.
“Bu, di ruang tamu ada si Prisa
genit.” Kata Imah art Adena.
“Apa? Prisa? Dia datang sendiri
atau sama mas Andre?” Tanya Adena.
“Sendiri saja bu, tadi mau saya
usir tapi dia nyelonong saja.” Bisik Imah.
“Yauda biar saya temui saja. Dia
sudah berapa jam disini?” Tanya Adena.
“Sejam yang lalu bu, dan saya
sengaja tidak membuatkan minum.” Kata Imah.
“Oh iya tolong ambil belanjaan
saya di mobil ya mbak.” Kata Adena.
“Siap bu.” Kata Imah.
Kemudian Adena segera menemui
Prisa, istri mantan suami pertamanya.
“Ada apa datang kesini?” Tanya
Adena.
“Selamat malam mbak, maaf
mengganggu waktu mbak malam-malam begini.” Kata Prisa.
“Aku lelah dan ingin segera
istirahat, ada apa?” Tanya Adena.
“Mbak aku butuh bantuan mbak,
tolong aku mbak, aku mohon.” Kata Prisa memohon kepada Adena.
“Minta tolong? Minta tolong apa?”
Tanya Adena.
“Aku mau pinjam uang sama mbak,
aku butuh banget soalnya mbak, please kasihani aku ya mbak, nanti mas Andre
akan mengembalikannya tiga bulan lagi.” Kata Prisa.
“Apa? Pinjam uang? Aku tidak
salah dengar? Bukankah mas Andre saat ini punya banyak uang? Kenapa pinjam uang
ke aku?” Tanya Adena keheranan.
“Saat ini keuangan mas Andre
menipis mbak, satu-satunya harapanku adalah mbak Adena, bagaimanapun juga ini
demi mas Andre papinya Abercio kan mbak.” Kata Prisa.
“Tapi kenapa kamu yang harus
datang kesini? Kenapa bukan mas Andre yang datang kesini?” Tanya Adena.
“Mas Andre saat ini juga sedang
mencari pinjaman mbak kemana-mana.” Kata Prisa.
“Kalian butuh uang buat apa sih?”
Tanya Adena.
“Aku sama mas Andre sedang
terlilit hutang mbak, aku butuh 200juta mbak. Tolong pinjami aku ya mbak.” Kata
Prisa.
“Sebanyak itu? Aku tidak ada uang
segitu, lagipula itu bukanlah urusanku, carilah pinjaman ke orang lain saja.”
Kata Adena.
“Kalau begitu mbak adanya berapa,
pinjami seadanya mbak saja.” Kata Prisa.
“Tidak ada, uangku aku gunakan
untuk biaya sekolah Abercio, dan keperluan lain.” Kata Adena.
__ADS_1
“Oh iya mobil mbak Adena ka nada
2 nih, jual satu saja mbak.” Kata Prisa.
“Apa? Tidak akan, itu mobil hasil
kerja kerasku selama ini, enak saja main jual-jual.” Kata Adena.
“Memangnya mbak tega ya melihat
mantan suami mbak papinya Abercio menderita dililit hutang mbak, ini juga
karena mbak yang saat itu meminta uang ganti rugi saat bercerai, belum lagi
uang bulanan Abercio yang lumayan banyak.” Kata Prisa.
“Wajar saja, itu karena ulah dia
sendiri. Kalau masalah biaya Abercio itu memang wajib karena dia adalah
bapaknya.” Kata Adena.
“Kalau begitu beri aku beberapa
juta mbak untuk biaya hidup selama satu minggu ke depan.” Kata Prisa.
“Dasar tidak tau malu.” Kata
Adena, kemudian Adena memberikan uang sebanyak 500 ribu.
“Itu buat kamu, sekarang cepat
pergilah.” Kata Adena, dia meletakkan uang tersebut di atas meja dan betapa
tidak tahu malunya, Prisa langsung mengambil uang tersebut.
“Terima kasih.” Kata Prisa, lalu
dia langsung pergi dari rumah Adena.
**
Hari itu, Andre mengajak Adena
dan Abercio bertemu untuk makan malam bersama.
“Anak papi.” Kata Andre sambil
berlari menghampiri Abercio, namun Abercio tampak tidak suka saat ayahnya
memeluknya.
“Abercio tidak mau dipeluk.” Jawab
Abercio.
rindu dengan papi ya?” Tanya Andre.
“Cio sudah besar papi jadi Cio
tidak mau dipeluk.” Kata Abercio.
“Baiklah kalau begitu, kita makan
yuk. Cio mau pesan makan apa?” Tanya Andre.
“Abercio sudah makan tadi
dirumah, jadi pesankan minum saja.” Kata Adena.
“Kok sudah makan? Kan aku bilang
kalau kita akan makan malam bersama, kamu sengaja ya bikin hubungan anak dan
ayahnya semakin menjauh.” Bisik Andre kepada mantan istrinya.
“Jam makan malam Abercio itu
dibawah jam 8 malam, kamu malah mengajaknya makan malam jam 8, ya tentu saja
Abercio sudah makan.” Kata Adena.
“Kamu benar-benar membuatku kesal
ya.” Bisik Andre sambil melotot kea rah Adena.
“Kenapa? Kamu mau memukulku atau
menamparku?” Tantang Adena.
“Papi aku mau es krim.” Kata
Abercio.
“Oh iya sayang, mau rasa apa?”
Tanya Andre.
Mereka menikmati makan malam
bersama namun dengan suasana yang sangatlah tidak harmonis, Adena sibuk
memainkan ponselnya, Abercio tengah menikmati es krim favoritnya sedangkan
Andre kehabisan kata-kata untuk sekedar membuat anak laki-lakinya tersenyum.
__ADS_1
“Gimana rasanya? Cio suka sama es
krim nya?” Tanya Andre.
“Suka.” Jawab Abercio.
“Nanti tidur dirumah papi ya.”
Kata Andre.
“No no, hari ini Cio mau tidur
dirumah mami.” Kata Abercio.
“Memangnya Cio tidak rindu ya
sama papi, papi rindu sekali sama Cio.” Kata Andre, namun Abercio tidak
menjawab pertanyaan ayahnya.
“Mami.” Panggil Abercio.
“Iya sayang kenapa?” Tanya Adena.
“Es krim nya sudah habis, ayo
pulang. Cio ngantuk mami.” Kata Abercio.
“Loh baru juga datang kok minta
pulang sih sayang.” Kata Andre.
“Ayo kita pulang, salim dulu sama
papi.” Kata Adena.
“Bujuk Cio agar dia mau tidur
dirumahku.” Kata Andre kepada Adena.
“Ngomong saja sendiri, mungkin
dia memang tau kalau ayahnya sangat jarang menghubungi atau sekedar menanyakan
kabar makanya dia tidak mau berlama-lama bertemu dengan ayahnya sendiri.” Kata Adena.
“Kalau begitu setiap hari sabtu
kita harus makan malam bersama, atau setiap hari sabtu aku ingin Cio menginap
dirumahku.” Kata Andre.
“Aku tidak pernah melarang
Abercio bertemu dengan ayahnya tapi Abercio sendiri yang memang tidak mau
bertemu denganmu mas, harusnya kamu bisa mengerti hal itu. Terima kasih makan
malamnya, aku balik dulu.” Kata Adena.
Kemudian Adena mengajak Abercio
pulang, namun sebelum pulang Adena membahas kedatangan Eva beberapa hari yang
lalu.
“Oh iya aku turut prihatin dengan
keadaanmu, biar aku saja yang bayar. Kemarin Eva datang menemuiku untuk
meminjam uang, dan jumlahnya cukup banyak. Kenapa bisa seperti itu sih?” Tanya
Adena.
“Jadi dia berani meminjam uang
kepadamu? Kurang ajar dia, lihat saja nanti akan aku.” Kata Andre.
“Tahan dirimu, jangan sampai apa
yang kamu lakukan kepadaku dulu terulang kembali ke istrimu saat ini.” Kata
Adena.
“Dia selalu seperti itu, padahal
tidak terjadi apa-apa dan aku juga sudah memberinya uang bulanan tapi dia
selalu saja merasa kurang bahkan dia sudah berani meminjam uang kepadamu.” Kata
Andre.
“Sudah sudah, lebih baik
bicarakan dengan baik sama istrimu. Aku balik dulu.” Kata Adena. Tanpa sadar,
Andre pun memeluk mantan istrinya.
“Hati-hati ya, kabari kalau sudah
sampai dirumah.” Kata Andre.
“Mas kita tidak perlu seperti
ini, lepaskan mas.” Bisik Adena.
__ADS_1
“Astaga, maaf aku lupa.” Kata Andre
langsung melepaskan pelukannya.