Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Janda Cantik Episode 4


__ADS_3

Setibanya Adena dirumah.


Ternyata sudah ada mobil mantan


suami pertamanya yaitu Andre.


“Bu, di ruang tamu ada si Prisa


genit.” Kata Imah art Adena.


“Apa? Prisa? Dia datang sendiri


atau sama mas Andre?” Tanya Adena.


“Sendiri saja bu, tadi mau saya


usir tapi dia nyelonong saja.” Bisik Imah.


“Yauda biar saya temui saja. Dia


sudah berapa jam disini?” Tanya Adena.


“Sejam yang lalu bu, dan saya


sengaja tidak membuatkan minum.” Kata Imah.


“Oh iya tolong ambil belanjaan


saya di mobil ya mbak.” Kata Adena.


“Siap bu.” Kata Imah.


Kemudian Adena segera menemui


Prisa, istri mantan suami pertamanya.


“Ada apa datang kesini?” Tanya


Adena.


“Selamat malam mbak, maaf


mengganggu waktu mbak malam-malam begini.” Kata Prisa.


“Aku lelah dan ingin segera


istirahat, ada apa?” Tanya Adena.


“Mbak aku butuh bantuan mbak,


tolong aku mbak, aku mohon.” Kata Prisa memohon kepada Adena.


“Minta tolong? Minta tolong apa?”


Tanya Adena.


“Aku mau pinjam uang sama mbak,


aku butuh banget soalnya mbak, please kasihani aku ya mbak, nanti mas Andre


akan mengembalikannya tiga bulan lagi.” Kata Prisa.


“Apa? Pinjam uang? Aku tidak


salah dengar? Bukankah mas Andre saat ini punya banyak uang? Kenapa pinjam uang


ke aku?” Tanya Adena keheranan.


“Saat ini keuangan mas Andre


menipis mbak, satu-satunya harapanku adalah mbak Adena, bagaimanapun juga ini


demi mas Andre papinya Abercio kan mbak.” Kata Prisa.


“Tapi kenapa kamu yang harus


datang kesini? Kenapa bukan mas Andre yang datang kesini?” Tanya Adena.


“Mas Andre saat ini juga sedang


mencari pinjaman mbak kemana-mana.” Kata Prisa.


“Kalian butuh uang buat apa sih?”


Tanya Adena.


“Aku sama mas Andre sedang


terlilit hutang mbak, aku butuh 200juta mbak. Tolong pinjami aku ya mbak.” Kata


Prisa.


“Sebanyak itu? Aku tidak ada uang


segitu, lagipula itu bukanlah urusanku, carilah pinjaman ke orang lain saja.”


Kata Adena.


“Kalau begitu mbak adanya berapa,


pinjami seadanya mbak saja.” Kata Prisa.


“Tidak ada, uangku aku gunakan


untuk biaya sekolah Abercio, dan keperluan lain.” Kata Adena.

__ADS_1


“Oh iya mobil mbak Adena ka nada


2 nih, jual satu saja mbak.” Kata Prisa.


“Apa? Tidak akan, itu mobil hasil


kerja kerasku selama ini, enak saja main jual-jual.” Kata Adena.


“Memangnya mbak tega ya melihat


mantan suami mbak papinya Abercio menderita dililit hutang mbak, ini juga


karena mbak yang saat itu meminta uang ganti rugi saat bercerai, belum lagi


uang bulanan Abercio yang lumayan banyak.” Kata Prisa.


“Wajar saja, itu karena ulah dia


sendiri. Kalau masalah biaya Abercio itu memang wajib karena dia adalah


bapaknya.” Kata Adena.


“Kalau begitu beri aku beberapa


juta mbak untuk biaya hidup selama satu minggu ke depan.” Kata Prisa.


“Dasar tidak tau malu.” Kata


Adena, kemudian Adena memberikan uang sebanyak 500 ribu.


“Itu buat kamu, sekarang cepat


pergilah.” Kata Adena, dia meletakkan uang tersebut di atas meja dan betapa


tidak tahu malunya, Prisa langsung mengambil uang tersebut.


“Terima kasih.” Kata Prisa, lalu


dia langsung pergi dari rumah Adena.


**


Hari itu, Andre mengajak Adena


dan Abercio bertemu untuk makan malam bersama.


“Anak papi.” Kata Andre sambil


berlari menghampiri Abercio, namun Abercio tampak tidak suka saat ayahnya


memeluknya.


“Abercio tidak mau dipeluk.” Jawab


Abercio.


rindu dengan papi ya?” Tanya Andre.


“Cio sudah besar papi jadi Cio


tidak mau dipeluk.” Kata Abercio.


“Baiklah kalau begitu, kita makan


yuk. Cio mau pesan makan apa?” Tanya Andre.


“Abercio sudah makan tadi


dirumah, jadi pesankan minum saja.” Kata Adena.


“Kok sudah makan? Kan aku bilang


kalau kita akan makan malam bersama, kamu sengaja ya bikin hubungan anak dan


ayahnya semakin menjauh.” Bisik Andre kepada mantan istrinya.


“Jam makan malam Abercio itu


dibawah jam 8 malam, kamu malah mengajaknya makan malam jam 8, ya tentu saja


Abercio sudah makan.” Kata Adena.


“Kamu benar-benar membuatku kesal


ya.” Bisik Andre sambil melotot kea rah Adena.


“Kenapa? Kamu mau memukulku atau


menamparku?” Tantang Adena.


“Papi aku mau es krim.” Kata


Abercio.


“Oh iya sayang, mau rasa apa?”


Tanya Andre.


Mereka menikmati makan malam


bersama namun dengan suasana yang sangatlah tidak harmonis, Adena sibuk


memainkan ponselnya, Abercio tengah menikmati es krim favoritnya sedangkan


Andre kehabisan kata-kata untuk sekedar membuat anak laki-lakinya tersenyum.

__ADS_1


“Gimana rasanya? Cio suka sama es


krim nya?” Tanya Andre.


“Suka.” Jawab Abercio.


“Nanti tidur dirumah papi ya.”


Kata Andre.


“No no, hari ini Cio mau tidur


dirumah mami.” Kata Abercio.


“Memangnya Cio tidak rindu ya


sama papi, papi rindu sekali sama Cio.” Kata Andre, namun Abercio tidak


menjawab pertanyaan ayahnya.


“Mami.” Panggil Abercio.


“Iya sayang kenapa?” Tanya Adena.


“Es krim nya sudah habis, ayo


pulang. Cio ngantuk mami.” Kata Abercio.


“Loh baru juga datang kok minta


pulang sih sayang.” Kata Andre.


“Ayo kita pulang, salim dulu sama


papi.” Kata Adena.


“Bujuk Cio agar dia mau tidur


dirumahku.” Kata Andre kepada Adena.


“Ngomong saja sendiri, mungkin


dia memang tau kalau ayahnya sangat jarang menghubungi atau sekedar menanyakan


kabar makanya dia tidak mau berlama-lama bertemu dengan ayahnya sendiri.” Kata Adena.


“Kalau begitu setiap hari sabtu


kita harus makan malam bersama, atau setiap hari sabtu aku ingin Cio menginap


dirumahku.” Kata Andre.


“Aku tidak pernah melarang


Abercio bertemu dengan ayahnya tapi Abercio sendiri yang memang tidak mau


bertemu denganmu mas, harusnya kamu bisa mengerti hal itu. Terima kasih makan


malamnya, aku balik dulu.” Kata Adena.


Kemudian Adena mengajak Abercio


pulang, namun sebelum pulang Adena membahas kedatangan Eva beberapa hari yang


lalu.


“Oh iya aku turut prihatin dengan


keadaanmu, biar aku saja yang bayar. Kemarin Eva datang menemuiku untuk


meminjam uang, dan jumlahnya cukup banyak. Kenapa bisa seperti itu sih?” Tanya


Adena.


“Jadi dia berani meminjam uang


kepadamu? Kurang ajar dia, lihat saja nanti akan aku.” Kata Andre.


“Tahan dirimu, jangan sampai apa


yang kamu lakukan kepadaku dulu terulang kembali ke istrimu saat ini.” Kata


Adena.


“Dia selalu seperti itu, padahal


tidak terjadi apa-apa dan aku juga sudah memberinya uang bulanan tapi dia


selalu saja merasa kurang bahkan dia sudah berani meminjam uang kepadamu.” Kata


Andre.


“Sudah sudah, lebih baik


bicarakan dengan baik sama istrimu. Aku balik dulu.” Kata Adena. Tanpa sadar,


Andre pun memeluk mantan istrinya.


“Hati-hati ya, kabari kalau sudah


sampai dirumah.” Kata Andre.


“Mas kita tidak perlu seperti


ini, lepaskan mas.” Bisik Adena.

__ADS_1


“Astaga, maaf aku lupa.” Kata Andre


langsung melepaskan pelukannya.


__ADS_2