Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 23


__ADS_3

Abel pun menghampiri Renata.


“Tante Renata.” Kata Abel.


“Astaga Arabella? Ya ampun


akhirnya kita bertemu.” Kata Renata lalu dia memeluk Abel.


“Bagaimana keadaan tante?” Tanya


Abel.


“Aku baik-baik saja, duduklah.


Aku akan memesankanmu minum. Maaf aku memang suka minum kalau pagi begini.”


Kata Renata.


“Aku juga ingin minum tante.”


Kata Abel.


“Baiklah, tunggu sebentar.” Kata


Renata.


Mereka berdua menikmati minum


bersama.


“Aku dengar kamu sudah menikah


lagi ya dengan orang sini?” Tanya Renata.


“Iya tante, tante dengar dari


mana memangnya?” Tanya Abel.


“Kei yang cerita, dia ingin tante


menemuimu karena dia khawatir denganmu. Kamu baik-baik saja kan? Tante ingin


bertemu juga loh dengan keluarga barumu. Kalau tante sekarang tinggal berdua


saja dengan anak tante dari suami tante orang korea juga. Kalau Azura memang


tidak ingin tinggal disini dan dia memutuskan untuk tinggal di Indonesia


bersama ayahnya.” Kata Renata.


“Aku baik-baik saja kok dengan


keluarga baruku. Memangnya suami tante kemana? Apakah tante berpisah


dengannya?” Tanya Abel.


“Tidak, dia sedang dihukum karena


kesalahannya. Dia sedang dipenjara karena dia difitnah oleh atasannya. Dia


difitnah karena kasus penggelapan dana, padahal dia sama sekali tidak bersalah.


Namun aku bilang pada anakku kalau ayahnya sedang pergi ke luar negeri.” Kata


Renata.


“Tante yang sabar ya, kenapa


tante tidak mencari cara dan bukti untuk mengeluarkan suami tante?” Tanya Abel.


“Karena atasannya memberiku


kompensasi yaitu tinggal di apartemen mewah. Lagipula dia tidak mudah untuk


dilawan jadi aku dan suamiku menerimanya. Tante boleh lihat foto pernikahanmu


tidak?” Tanya Renata.


Kemudian Abel menunjukkan foto


pernikahannya.


“Ini foto pernikahanku kemarin


tante.” Kata Abel.


“Ini suamimu? Apakah dia sudah


memiliki anak? Ah maksudku apakah dia.” Tanya Renata.


“Iya, dia memiliki dua orang


anak, dia berpisah dengan istrinya lalu menikahiku.” Kata Abel.

__ADS_1


“Oh begitu, selamat ya. Kamu


mengenal dia kan? Maksud tante apakah kamu mengetahui semua latar belakangnya


kan? Lalu apakah dia mengenal keluargamu maksudku keluarga kita? aku takut jika


dia mengetahui semua keluarga kita terutama orang tuamu yang dulu memiliki


banyak catatan buruk termasuk pernah terjerat kasus kriminal.” Tanya Renata.


“Dia tidak mengetahuinya karena


aku takut jika dia mengetahuinya maka dia akan mengusirku dan meninggalkanku.”


Kata Abel.


“Sebaiknya kamu tetap berhati-hati


dan waspada ya, tante pamit dulu ya karena ada urusan. Jaga dirimu dengan baik


dan ingat jangan terlalu mempercayainya ya.” Kata Renata.


“Eh tapi kenapa tante buru-buru,


tante tante tunggu dulu.” Teriak Abel.


“Kenapa ya tante Renata kok


tiba-tiba pulang.” Tanya Abel heran.


**


Hari itu Abel pergi ke sekolah


karena ada pertemuan dengan pimpinan. Setelah selesai pertemuan tersebut, dia


pergi ke ruangannya.


“Nyonya ada yang ingin saya


sampaikan.” Kata bu Choi.


“Ada apa?” Tanya Abel.


“Nona Seok Kyung meminta wali


kelasnya untuk meminta soal ujian akhir.” Kata bu Choi.


“Apa? Lalu apakah wali kelasnya


“Sudah nyonya.” Kata bu Choi.


“Baiklah terima kasih infonya.” Kata


Abel.


Kemudian Abel memanggil Seok


Kyung ke ruangannya.


“Ada apa lagi?” Tanya Seok Kyung.


“Bukankah kamu adalah siswa yang


pandai? Tapi kenapa kamu meminta soal ujian akhir? Apakah kamu memang selalu


seperti itu? Apa jangan-jangan sebenarnya kamu tidak cukup pintar?” Tanya Abel.


“Bukankah aku sudah bilang padamu


agar tidak ikut campur masalahku? Bukankah lebih baik kamu diam dan tutup mulut


daripada aku harus mengatakan pada papa tentang keluargamu?” Ancam Seok Kyung.


“Park Seok Kyung. Berapa kali aku


harus mengatakannya padamu kalau semua ucapanmu itu tidaklah benar.” Bentak Abel.


“Bagaimana jika aku memiliki


bukti kejahatan yang dilakukan oleh ayah dan keluargamu?” Kata Seok Kyung


sambil menunjukkan foto di ponsel miliknya.


“Berikan padaku.” Kata Abel


merebut ponsel milik Seok Kyung.


“Ups kamu pikir aku bodoh? Selama


ini aku mencari latar belakangmu dan benar-benar kejutan sekali. Anak pembunuh sepertimu


tidak pantas menjadi bagian dari keluarga JK Group. Jadi bagaimana kamu akan

__ADS_1


tetap melarangku? Jangan pernah ikut campur dengan urusanku maupun sekolahku


wahai anak pembunuh hahahaha.” Kata Seok Kyung, lalu dia pergi.


“Arghhhhhh sial dasar kurang


ajar, aku harus mencari cara untuk mengambil ponsel miliknya dan menghapus foto


itu. Dari mana dia mendapatkan foto itu, sial sekali.” Kata Abel sangat kesal.


Jadi foto yang dimiliki Seok


Kyung adalah foto di surat kabar tentang pembunuhan Viona, selain itu dia


memiliki bukti bahwa Arabella adalah anak hasil selingkuhan Rafa.


**


Abel menemui wali kelas Seok


Kyung.


“Apa benar kamu memberikan soal


ujian kepada Seok Kyung?” Tanya Abel.


“Maafkan saya, tapi saya


melakukan ini atas perintah tuan Park Ji Yong dan Seok Kyung.” Kata wali kelas


tersebut.


“Baiklah, aku memperbolehkannya


tapi ini adalah yang terakhir.” Kata Abel.


“Ternyata suamiku bahkan


mendukung apa yang di inginkan Seok Kyung. Padahal dia sendiri bilang padaku


kalau ingin Seok Kyung berubah. Benar-benar membuatku gila saja keluarga baruku


ini.” Kata Abel dalam hati.


**


Seok Kyung menghampiri wali


kelasnya, dia menampar wali kelasnya.


“Jaga mulutmu dengan baik, apakah


uang yang aku berikan padamu kurang? Oh atau kamu ingin aku mengeluarkanmu dari


sekolah ini? Bukankah papaku sudah sangat baik padamu hah?” Teriak Seok Kyung.


“Maafkan saya, nyonya Abel


menanyai saya dan memaksa saya untuk mengaku.” Kata wali kelas.


“Bawa dia dan beri dia pelajaran.”


Kata Seok Kyung kepada supir pribadinya.


“Baik nona.” Kata supir tersebut.


“Lepaskan dia.” Teriak Abel, dia


tidak sengaja mengikuti wali kelas tersebut.


“Ups ada ibuku disini.” Kata Seok


Kyung.


“Tega sekali kamu memperlakukan


wali kelasmu seperti itu? Apakah kamu tidak bisa bersikap sopan kepadanya hah?”


Bentak Abel.


“Sesekali orang seperti dia harus


diberi pelajaran, minggir atau aku akan memberikan bukti itu kepada papa.” Kata


Seok Kyung.


“Silahkan aku tidak takut padamu,


cepat lepaskan wali kelas itu.” Tantang Abel.


“Benarkah kamu tidak akan takut? Baiklah


aku akan memberikan bukti itu pada papa dan sepertinya ini adalah pertemuan

__ADS_1


terkahir kita sebelum papa membuangmu nantinya.” Kata Seok Kyung.


__ADS_2