
Abel pun menghampiri Renata.
“Tante Renata.” Kata Abel.
“Astaga Arabella? Ya ampun
akhirnya kita bertemu.” Kata Renata lalu dia memeluk Abel.
“Bagaimana keadaan tante?” Tanya
Abel.
“Aku baik-baik saja, duduklah.
Aku akan memesankanmu minum. Maaf aku memang suka minum kalau pagi begini.”
Kata Renata.
“Aku juga ingin minum tante.”
Kata Abel.
“Baiklah, tunggu sebentar.” Kata
Renata.
Mereka berdua menikmati minum
bersama.
“Aku dengar kamu sudah menikah
lagi ya dengan orang sini?” Tanya Renata.
“Iya tante, tante dengar dari
mana memangnya?” Tanya Abel.
“Kei yang cerita, dia ingin tante
menemuimu karena dia khawatir denganmu. Kamu baik-baik saja kan? Tante ingin
bertemu juga loh dengan keluarga barumu. Kalau tante sekarang tinggal berdua
saja dengan anak tante dari suami tante orang korea juga. Kalau Azura memang
tidak ingin tinggal disini dan dia memutuskan untuk tinggal di Indonesia
bersama ayahnya.” Kata Renata.
“Aku baik-baik saja kok dengan
keluarga baruku. Memangnya suami tante kemana? Apakah tante berpisah
dengannya?” Tanya Abel.
“Tidak, dia sedang dihukum karena
kesalahannya. Dia sedang dipenjara karena dia difitnah oleh atasannya. Dia
difitnah karena kasus penggelapan dana, padahal dia sama sekali tidak bersalah.
Namun aku bilang pada anakku kalau ayahnya sedang pergi ke luar negeri.” Kata
Renata.
“Tante yang sabar ya, kenapa
tante tidak mencari cara dan bukti untuk mengeluarkan suami tante?” Tanya Abel.
“Karena atasannya memberiku
kompensasi yaitu tinggal di apartemen mewah. Lagipula dia tidak mudah untuk
dilawan jadi aku dan suamiku menerimanya. Tante boleh lihat foto pernikahanmu
tidak?” Tanya Renata.
Kemudian Abel menunjukkan foto
pernikahannya.
“Ini foto pernikahanku kemarin
tante.” Kata Abel.
“Ini suamimu? Apakah dia sudah
memiliki anak? Ah maksudku apakah dia.” Tanya Renata.
“Iya, dia memiliki dua orang
anak, dia berpisah dengan istrinya lalu menikahiku.” Kata Abel.
__ADS_1
“Oh begitu, selamat ya. Kamu
mengenal dia kan? Maksud tante apakah kamu mengetahui semua latar belakangnya
kan? Lalu apakah dia mengenal keluargamu maksudku keluarga kita? aku takut jika
dia mengetahui semua keluarga kita terutama orang tuamu yang dulu memiliki
banyak catatan buruk termasuk pernah terjerat kasus kriminal.” Tanya Renata.
“Dia tidak mengetahuinya karena
aku takut jika dia mengetahuinya maka dia akan mengusirku dan meninggalkanku.”
Kata Abel.
“Sebaiknya kamu tetap berhati-hati
dan waspada ya, tante pamit dulu ya karena ada urusan. Jaga dirimu dengan baik
dan ingat jangan terlalu mempercayainya ya.” Kata Renata.
“Eh tapi kenapa tante buru-buru,
tante tante tunggu dulu.” Teriak Abel.
“Kenapa ya tante Renata kok
tiba-tiba pulang.” Tanya Abel heran.
**
Hari itu Abel pergi ke sekolah
karena ada pertemuan dengan pimpinan. Setelah selesai pertemuan tersebut, dia
pergi ke ruangannya.
“Nyonya ada yang ingin saya
sampaikan.” Kata bu Choi.
“Ada apa?” Tanya Abel.
“Nona Seok Kyung meminta wali
kelasnya untuk meminta soal ujian akhir.” Kata bu Choi.
“Apa? Lalu apakah wali kelasnya
“Sudah nyonya.” Kata bu Choi.
“Baiklah terima kasih infonya.” Kata
Abel.
Kemudian Abel memanggil Seok
Kyung ke ruangannya.
“Ada apa lagi?” Tanya Seok Kyung.
“Bukankah kamu adalah siswa yang
pandai? Tapi kenapa kamu meminta soal ujian akhir? Apakah kamu memang selalu
seperti itu? Apa jangan-jangan sebenarnya kamu tidak cukup pintar?” Tanya Abel.
“Bukankah aku sudah bilang padamu
agar tidak ikut campur masalahku? Bukankah lebih baik kamu diam dan tutup mulut
daripada aku harus mengatakan pada papa tentang keluargamu?” Ancam Seok Kyung.
“Park Seok Kyung. Berapa kali aku
harus mengatakannya padamu kalau semua ucapanmu itu tidaklah benar.” Bentak Abel.
“Bagaimana jika aku memiliki
bukti kejahatan yang dilakukan oleh ayah dan keluargamu?” Kata Seok Kyung
sambil menunjukkan foto di ponsel miliknya.
“Berikan padaku.” Kata Abel
merebut ponsel milik Seok Kyung.
“Ups kamu pikir aku bodoh? Selama
ini aku mencari latar belakangmu dan benar-benar kejutan sekali. Anak pembunuh sepertimu
tidak pantas menjadi bagian dari keluarga JK Group. Jadi bagaimana kamu akan
__ADS_1
tetap melarangku? Jangan pernah ikut campur dengan urusanku maupun sekolahku
wahai anak pembunuh hahahaha.” Kata Seok Kyung, lalu dia pergi.
“Arghhhhhh sial dasar kurang
ajar, aku harus mencari cara untuk mengambil ponsel miliknya dan menghapus foto
itu. Dari mana dia mendapatkan foto itu, sial sekali.” Kata Abel sangat kesal.
Jadi foto yang dimiliki Seok
Kyung adalah foto di surat kabar tentang pembunuhan Viona, selain itu dia
memiliki bukti bahwa Arabella adalah anak hasil selingkuhan Rafa.
**
Abel menemui wali kelas Seok
Kyung.
“Apa benar kamu memberikan soal
ujian kepada Seok Kyung?” Tanya Abel.
“Maafkan saya, tapi saya
melakukan ini atas perintah tuan Park Ji Yong dan Seok Kyung.” Kata wali kelas
tersebut.
“Baiklah, aku memperbolehkannya
tapi ini adalah yang terakhir.” Kata Abel.
“Ternyata suamiku bahkan
mendukung apa yang di inginkan Seok Kyung. Padahal dia sendiri bilang padaku
kalau ingin Seok Kyung berubah. Benar-benar membuatku gila saja keluarga baruku
ini.” Kata Abel dalam hati.
**
Seok Kyung menghampiri wali
kelasnya, dia menampar wali kelasnya.
“Jaga mulutmu dengan baik, apakah
uang yang aku berikan padamu kurang? Oh atau kamu ingin aku mengeluarkanmu dari
sekolah ini? Bukankah papaku sudah sangat baik padamu hah?” Teriak Seok Kyung.
“Maafkan saya, nyonya Abel
menanyai saya dan memaksa saya untuk mengaku.” Kata wali kelas.
“Bawa dia dan beri dia pelajaran.”
Kata Seok Kyung kepada supir pribadinya.
“Baik nona.” Kata supir tersebut.
“Lepaskan dia.” Teriak Abel, dia
tidak sengaja mengikuti wali kelas tersebut.
“Ups ada ibuku disini.” Kata Seok
Kyung.
“Tega sekali kamu memperlakukan
wali kelasmu seperti itu? Apakah kamu tidak bisa bersikap sopan kepadanya hah?”
Bentak Abel.
“Sesekali orang seperti dia harus
diberi pelajaran, minggir atau aku akan memberikan bukti itu kepada papa.” Kata
Seok Kyung.
“Silahkan aku tidak takut padamu,
cepat lepaskan wali kelas itu.” Tantang Abel.
“Benarkah kamu tidak akan takut? Baiklah
aku akan memberikan bukti itu pada papa dan sepertinya ini adalah pertemuan
__ADS_1
terkahir kita sebelum papa membuangmu nantinya.” Kata Seok Kyung.