
Kei menghampiri
Raffa dirumah sakit.
“Loh kok kamu
kesini? Bukannya kamu harus menjaga mami kamu?” Tanya Raffa.
“Mami tidur, ada
yang ingin aku bicarakan dengan papi. Lebih baik kita bicara diluar saja pa.”
Kata Kei.
“Baiklah.” Kata
Raffa.
Kemudian Raffa
dan Kei berbicara di sebuah kafe yang tidak jauh dari rumah sakit.
“Pa tolong pesan
tempat yang vip karena aku takut ada yang mendengar percakapan kita.” Kata Kei.
“Baiklah.” Kata
Raffa.
“Aku minta maaf
sebelum aku mengatakan hal ini pada papi.” Kata Kei.
“Memangnya ada
apa?” Tanya Raffa penasaran.
Tiba-tiba Kei
menelfon Raffa menggunakan nomor yang selama ini ia gunakan untuk meneror
Raffa.
“Angkat saja
pa.” Kata Kei.
“Apakah selama
ini kamu yang mengirim pesan misterius itu?” Tanya Raffa.
“Iya, itu aku.
Apakah papi tidak menyadari akan hal ini?” Tanya Kei, Raffa pun kaget dan syok
berat.
“Jadi kamu
mengetahui semua yang papi lakukan?” Tanya Raffa.
“Tentu saja.
__ADS_1
Kenapa papi tidak menuruti isi pesan itu?” Tanya Kei.
“Sebenarnya hari
ini papi akan mengungkapkan semuanya pada mami kamu namun tiba-tiba dia harus
pergi ke rumah sakit. Tidak semudah itu Kei, banyak hal yang harus papi
pertimbangkan.” Kata Raffa.
“Lalu saat papi
menenggelamkan Viona, apakah papi tidak berpikir sama sekali?” Tanya Kei dengan
sangat kesal.
“Papi khilaf waktu
itu.” Kata Raffa.
“Khilaf?
Bagaimana jika mami mengetahui semua ini? Apakah papi berpikir saat itu?
Meskipun papi tidak menyukai Viona tapi tetap saja papi adalah suaminya saat
itu. Aku juga sangat tidak menyukai kehadirannya tapi aku tidak setega papi.
Jika aku tidak meneror papi lalu apakah bisa hidup bahagia setelah
kepergiannya? Apakaha hidup papi bisa tenang saat ini? Kenapa papi bisa setega
itu? Aku benar-benar tidak menyangka papi bisa sekejam itu? Aku sangat kecewa
dengan papi.” Kata Kei.
itu? Apakah dia masih hidup dan berkeliaran di sekitar sini?” Tanya Raffa.
“Jika dia masih
hidup apakah papi juga akan membunuhnya kembali?” Tanya Kei.
“Papi akan
meminta maaf padanya.” Kata Raffa.
“Apakah papi
pikir dia akan memaafkan papi?” Tanya Kei.
“Apakah kamu
yang membantunya?” Tanya Raffa.
“Itu bukan
urusan papi, kapan papi akan mengakui semuanya kepada mami dan kak Arabella?”
Tanya Kei.
“Apakah itu yang
di inginkan oleh Viona?” Tanya Raffa.
__ADS_1
“Itu
keinginanku, aku tidak ingin papi hidup sebagai lelaki pengecut dan dicap
sebagai pembunuh.” Kata Kei.
“Jika papi
mengakuinya dan mengatakannya kepada mami dan kakakmu, apakah Viona akan
berhenti begitu saja? Aku yakin pasti dia akan melaporkan papi ke pihak
berwajib. Dia bukan orang yang perlu kamu bantu Kei, dia bukanlah orang baik.
Papi yakin dia pasti banyak mau nya.” Kata Raffa.
“Aku bilang itu
keinginanku dan tidak ada hubungannya dengan Viona. Viona sudah papi bunuh kan
dan dia sudah mati.” Kata Kei.
“Papi tidak
percaya, pasti Viona masih hidup kan? Cepat katakanlah dimana Viona?” Tanya
Raffa.
“Bukankah papi
yang sudah membunuhnya? Untuk apa papi mencarinya kembali?” Tanya Kei.
“Ok baiklah papi
akan menuruti kemauanmu, tapi papi tidak ingin dihukum dan masuk penjara.” Kata
Raffa.
“Itu pilihan papi
mau dihukum atau tidak, yang aku inginkan adalah papi mengakuinya didepan mami
dan kak Arabella. Yang jelas aku juga tidak akan melaporkan hal ini ke pihak
berwajib.” Kata Kei.
“Makanya
katakanlah pada papi dimana Viona? Aku harus memastikan bahwa dia juga akan
memaafkan papi dan tidak akan melaporkan papi ke polisi.” Kata Raffa.
“Viona sudah
mati. Aku akan memberi papi waktu sampai besok.” Kata Kei, lalu dia pun pergi
meninggalkan Raffa.
Info :
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Salam sehat semuanya, terima kasih.