Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
part 103


__ADS_3

Kei menghampiri


Raffa dirumah sakit.


“Loh kok kamu


kesini? Bukannya kamu harus menjaga mami kamu?” Tanya Raffa.


“Mami tidur, ada


yang ingin aku bicarakan dengan papi. Lebih baik kita bicara diluar saja pa.”


Kata Kei.


“Baiklah.” Kata


Raffa.


Kemudian Raffa


dan Kei berbicara di sebuah kafe yang tidak jauh dari rumah sakit.


“Pa tolong pesan


tempat yang vip karena aku takut ada yang mendengar percakapan kita.” Kata Kei.


“Baiklah.” Kata


Raffa.


“Aku minta maaf


sebelum aku mengatakan hal ini pada papi.” Kata Kei.


“Memangnya ada


apa?” Tanya Raffa penasaran.


Tiba-tiba Kei


menelfon Raffa menggunakan nomor yang selama ini ia gunakan untuk meneror


Raffa.


“Angkat saja


pa.” Kata Kei.


“Apakah selama


ini kamu yang mengirim pesan misterius itu?” Tanya Raffa.


“Iya, itu aku.


Apakah papi tidak menyadari akan hal ini?” Tanya Kei, Raffa pun kaget dan syok


berat.


“Jadi kamu


mengetahui semua yang papi lakukan?” Tanya Raffa.


“Tentu saja.

__ADS_1


Kenapa papi tidak menuruti isi pesan itu?” Tanya Kei.


“Sebenarnya hari


ini papi akan mengungkapkan semuanya pada mami kamu namun tiba-tiba dia harus


pergi ke rumah sakit. Tidak semudah itu Kei, banyak hal yang harus papi


pertimbangkan.” Kata Raffa.


“Lalu saat papi


menenggelamkan Viona, apakah papi tidak berpikir sama sekali?” Tanya Kei dengan


sangat kesal.


“Papi khilaf waktu


itu.” Kata Raffa.


“Khilaf?


Bagaimana jika mami mengetahui semua ini? Apakah papi berpikir saat itu?


Meskipun papi tidak menyukai Viona tapi tetap saja papi adalah suaminya saat


itu. Aku juga sangat tidak menyukai kehadirannya tapi aku tidak setega papi.


Jika aku tidak meneror papi lalu apakah bisa hidup bahagia setelah


kepergiannya? Apakaha hidup papi bisa tenang saat ini? Kenapa papi bisa setega


itu? Aku benar-benar tidak menyangka papi bisa sekejam itu? Aku sangat kecewa


dengan papi.” Kata Kei.


itu? Apakah dia masih hidup dan berkeliaran di sekitar sini?” Tanya Raffa.


“Jika dia masih


hidup apakah papi juga akan membunuhnya kembali?” Tanya Kei.


“Papi akan


meminta maaf padanya.” Kata Raffa.


“Apakah papi


pikir dia akan memaafkan papi?” Tanya Kei.


“Apakah kamu


yang membantunya?” Tanya Raffa.


“Itu bukan


urusan papi, kapan papi akan mengakui semuanya kepada mami dan kak Arabella?”


Tanya Kei.


“Apakah itu yang


di inginkan oleh Viona?” Tanya Raffa.

__ADS_1


“Itu


keinginanku, aku tidak ingin papi hidup sebagai lelaki pengecut dan dicap


sebagai pembunuh.” Kata Kei.


“Jika papi


mengakuinya dan mengatakannya kepada mami dan kakakmu, apakah Viona akan


berhenti begitu saja? Aku yakin pasti dia akan melaporkan papi ke pihak


berwajib. Dia bukan orang yang perlu kamu bantu Kei, dia bukanlah orang baik.


Papi yakin dia pasti banyak mau nya.” Kata Raffa.


“Aku bilang itu


keinginanku dan tidak ada hubungannya dengan Viona. Viona sudah papi bunuh kan


dan dia sudah mati.” Kata Kei.


“Papi tidak


percaya, pasti Viona masih hidup kan? Cepat katakanlah dimana Viona?” Tanya


Raffa.


“Bukankah papi


yang sudah membunuhnya? Untuk apa papi mencarinya kembali?” Tanya Kei.


“Ok baiklah papi


akan menuruti kemauanmu, tapi papi tidak ingin dihukum dan masuk penjara.” Kata


Raffa.


“Itu pilihan papi


mau dihukum atau tidak, yang aku inginkan adalah papi mengakuinya didepan mami


dan kak Arabella. Yang jelas aku juga tidak akan melaporkan hal ini ke pihak


berwajib.” Kata Kei.


“Makanya


katakanlah pada papi dimana Viona? Aku harus memastikan bahwa dia juga akan


memaafkan papi dan tidak akan melaporkan papi ke polisi.” Kata Raffa.


“Viona sudah


mati. Aku akan memberi papi waktu sampai besok.” Kata Kei, lalu dia pun pergi


meninggalkan Raffa.


 


 


Info :

__ADS_1


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2