
Arabella
mengantarkan pesanan ke meja Ji Yong.
“Permisi, ini
pesanan anda. Selamat menikmati.” Kata Abel.
“Terima kasih
banyak.” Kata Ji Yong.
Jam
menunjukkan pukul 7 sore. Abel dan Jesi menutup kafe tersebut.
“Akhirnya
selesai juga, aku sangat senang bekerja disini.” Kata Abel.
“Syukurlah
kalau kamu senang kerja ditempatku. Setelah ini kamu mau pergi kemana?” Tanya
Jesi.
“Aku mau
jalan-jalan di sekitar sini.” Kata Abel.
Setelah kafe
tutup, Arabella pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapur. Selesai ke
supermarket dia segera pulang ke rumah.
**
Dua bulan
kemudian.
Arabella menikmati
kehidupannya di luar negeri karena dia merasa tenang dan sedikit melupakan semua
kenangan buruknya selama di Indonesia. Hari itu sedang libur, jadi dia
memutuskan untuk pergi berlibur bersama Jesika dan Sang Hyun. Mereka pergi ke
pulau Jeju yang sangat populer. Mereka pergi ke pulau Jeju mengendarai mobil
milik Sang Hyun. Mereka menyewa sebuah vila disana. Setibanya di vila tersebut.
“Wah
pemandangannya benar-benar sangat indah.” Kata Abel.
“Wah aku tidak
ingin kembali, aku ingin berlibur disini dalam waktu yang lama. Makanya cepat
cari pacar agar bisa bermesraan berdua hehe.” Bisik Jesika.
“Astaga, aku
tidak ingin membuka hatiku. Aku masih merasa terluka karena masa laluku dengan
si Daniel.” Kata Abel.
__ADS_1
“Lupakan dia
dan cobalah mencari lelaki, berkencanlah sayang. Aku bisa kok mengatur kencan
buta untukmu dengan beberapa kenalan Sang Hyun.” Kata Jesi.
“Tidak, aku ingin
hidup sendiri saja.” Kata Abel.
“Hmmmm sampai
berapa lama kamu sanggup hidup sendiri.” Kata Jesika.
“Aku juga
tidak tau hehe.” Kata Abel.
“Ayo masuk,
setelah ini kita harus pesta bbq. Aku sudah membawa daging sapi super korea.” Kata
Jesi.
“Wah pasti
sangat lezat.” Kata Abel.
“Aku juga
membawa soju dan wine untuk berpesta nanti malam. Cobalah beberapa minuman
sayang.” Kata Jesi.
**
sibuk membakar daging dan Jesi menyiapkan minuman, sedangkan Arabella
menyiapkan tempat untuk mereka berpesta.
“Daging sudah
siap.” Kata Sang Hyun.
“Minumannya
juga sudah siap.” Kata Jesi.
“Aku mau
mencoba dagingnya.” Kata Abel.
“Cobalah minum
ini.” Kata Jesi memberikan segelas wine kepada Abel.
“Baiklah, aku
akan meminumnya sedikit.” Kata Abel.
“Bersulang.” Teriak
mereka bertiga.
Mereka pun
menikmati pesta bbq dan wine sampai malam hari hingga Jesi dan Sang Hyun tidak
__ADS_1
sadarkan diri.
“Aku masuk
dulu ya.” Kata Sang Hyun sambil menggendong Jesi.
“Baiklah, aku
akan membersihkan mejanya.” Kata Abel.
“Biarkan saja,
besok pagi kita bersihkan bersama.” Kata Sang Hyun.
“Tidak
apa-apa, cepat masuk dan bawa Jesi.” Kata Abel.
Arabella membersihkan
meja tersebut, setelah itu dia berencana untuk tidur namun dia tidak bisa
tidur. Akhirnya dia berjalan-jalan di sekitar vila.
“Wah sepertinya
vila sebelah terlihat sangat mewah, pasti mahal sekali.” Kata Abel.
Tiba-tiba, dia
tertabrak mobil.
“Aduh.” Teriak
Abel.
“Maafkan saya,
saya tidak sengaja. Apakah kamu terluka? Mari saya bantu.” Kata orang tersebut
yang tidak lain adalah Ji Yong.
“Maaf bukannya
kamu pelanggan di kafe Joayo ya?” Tanya Abel.
“Iya, kamu
pegawai baru kan? Mari saya bantu. Masuklah kedalam, ini vila milik saya
pribadi. Setiap akhir pekan saya selalu datang kesini bersama keluarga saya
tapi karena keluarga saya sekarang sedang pergi berlibur jadi saya datang
sendiri.” Kata Ji Yong sambil membantu Abel yang terluka.
“Saya tidak
apa-apa kok. Saya permisi pulang saja.” Kata Abel.
“Saya mau
mengobati lukamu sebagai permintaan maaf saya. Mari masuklah kedalam.” Kata Ji
Yong.
“Baiklah,
terima kasih banyak.” Kata Abel.
__ADS_1