Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Bagian 4


__ADS_3

Arabella


mengantarkan pesanan ke meja Ji Yong.


“Permisi, ini


pesanan anda. Selamat menikmati.” Kata Abel.


“Terima kasih


banyak.” Kata Ji Yong.


Jam


menunjukkan pukul 7 sore. Abel dan Jesi menutup kafe tersebut.


“Akhirnya


selesai juga, aku sangat senang bekerja disini.” Kata Abel.


“Syukurlah


kalau kamu senang kerja ditempatku. Setelah ini kamu mau pergi kemana?” Tanya


Jesi.


“Aku mau


jalan-jalan di sekitar sini.” Kata Abel.


Setelah kafe


tutup, Arabella pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapur. Selesai ke


supermarket dia segera pulang ke rumah.


**


Dua bulan


kemudian.


Arabella menikmati


kehidupannya di luar negeri karena dia merasa tenang dan sedikit melupakan semua


kenangan buruknya selama di Indonesia. Hari itu sedang libur, jadi dia


memutuskan untuk pergi berlibur bersama Jesika dan Sang Hyun. Mereka pergi ke


pulau Jeju yang sangat populer. Mereka pergi ke pulau Jeju mengendarai mobil


milik Sang Hyun. Mereka menyewa sebuah vila disana. Setibanya di vila tersebut.


“Wah


pemandangannya benar-benar sangat indah.” Kata Abel.


“Wah aku tidak


ingin kembali, aku ingin berlibur disini dalam waktu yang lama. Makanya cepat


cari pacar agar bisa bermesraan berdua hehe.” Bisik Jesika.


“Astaga, aku


tidak ingin membuka hatiku. Aku masih merasa terluka karena masa laluku dengan


si Daniel.” Kata Abel.

__ADS_1


“Lupakan dia


dan cobalah mencari lelaki, berkencanlah sayang. Aku bisa kok mengatur kencan


buta untukmu dengan beberapa kenalan Sang Hyun.” Kata Jesi.


“Tidak, aku ingin


hidup sendiri saja.” Kata Abel.


“Hmmmm sampai


berapa lama kamu sanggup hidup sendiri.” Kata Jesika.


“Aku juga


tidak tau hehe.” Kata Abel.


“Ayo masuk,


setelah ini kita harus pesta bbq. Aku sudah membawa daging sapi super korea.” Kata


Jesi.


“Wah pasti


sangat lezat.” Kata Abel.


“Aku juga


membawa soju dan wine untuk berpesta nanti malam. Cobalah beberapa minuman


sayang.” Kata Jesi.


**


sibuk membakar daging dan Jesi menyiapkan minuman, sedangkan Arabella


menyiapkan tempat untuk mereka berpesta.


“Daging sudah


siap.” Kata Sang Hyun.



“Minumannya


juga sudah siap.” Kata Jesi.


“Aku mau


mencoba dagingnya.” Kata Abel.


“Cobalah minum


ini.” Kata Jesi memberikan segelas wine kepada Abel.


“Baiklah, aku


akan meminumnya sedikit.” Kata Abel.


“Bersulang.” Teriak


mereka bertiga.


Mereka pun


menikmati pesta bbq dan wine sampai malam hari hingga Jesi dan Sang Hyun tidak

__ADS_1


sadarkan diri.


“Aku masuk


dulu ya.” Kata Sang Hyun sambil menggendong Jesi.


“Baiklah, aku


akan membersihkan mejanya.” Kata Abel.


“Biarkan saja,


besok pagi kita bersihkan bersama.” Kata Sang Hyun.


“Tidak


apa-apa, cepat masuk dan bawa Jesi.” Kata Abel.


Arabella membersihkan


meja tersebut, setelah itu dia berencana untuk tidur namun dia tidak bisa


tidur. Akhirnya dia berjalan-jalan di sekitar vila.


“Wah sepertinya


vila sebelah terlihat sangat mewah, pasti mahal sekali.” Kata Abel.


Tiba-tiba, dia


tertabrak mobil.


“Aduh.” Teriak


Abel.


“Maafkan saya,


saya tidak sengaja. Apakah kamu terluka? Mari saya bantu.” Kata orang tersebut


yang tidak lain adalah Ji Yong.


“Maaf bukannya


kamu pelanggan di kafe Joayo ya?” Tanya Abel.


“Iya, kamu


pegawai baru kan? Mari saya bantu. Masuklah kedalam, ini vila milik saya


pribadi. Setiap akhir pekan saya selalu datang kesini bersama keluarga saya


tapi karena keluarga saya sekarang sedang pergi berlibur jadi saya datang


sendiri.” Kata Ji Yong sambil membantu Abel yang terluka.


“Saya tidak


apa-apa kok. Saya permisi pulang saja.” Kata Abel.


“Saya mau


mengobati lukamu sebagai permintaan maaf saya. Mari masuklah kedalam.” Kata Ji


Yong.


“Baiklah,


terima kasih banyak.” Kata Abel.

__ADS_1


__ADS_2