
Keesokan paginya, Jerry masih dipelukan Feya.
“Sayang, bangun yuk. Bukankah kamu harus mengantar kak Arabella ke
bandara.” Kata Feya.
“Sebentar, aku masih ingin dipelukanmu.” Kata Jerry, lalu Feya mencium
kening Jerry berulang kali.
“Dikening terus, dibibir juga dong.” Kata Jerry dengan manja.
“Cepat bangun kak, cepat antarkan kak Arabella. Aku ingin kita pergi berdua
lagi.” Kata Feya.
“Hmmm baiklah, tunggu aku ya.” Kata Jerry.
“Aku akan menunggumu di kafe kak, nanti aku akan mengirimkan alamatnya ya.
Aku berangkat sekarang ya.” Kata Feya lalu bersiap-siap untuk mandi.
“Baiklah, kabari aku nanti kita ketemu dimana.” Kata Jerry.
“Iya, cepat pergilah.” Kata Feya.
“Bye, thank u.” Kata Jerry.
Lalu Jerry kembali ke kamarnya sedangkan Feya segera pergi ke kafe untuk
sarapan sambil menunggu Jerry. Saat dia di lobby Arabella memanggilnya, Feya
pun sangat kaget.
“Feya.” Kata Arabella.
“Kakak? Sedang apa kakak disini? Kakak kapan datang kesini? Oh sedang
berlibur dengan kak Jerry ya? Aku pergi dulu ya kak, teman-temanku sedang
menungguku.” Kata Feya.
“Tunggu sebentar. Kenapa kamu menginap di hotel ini? Apa jangan-jangan kamu
menemui Jerry?” Tanya Arabella.
“Aku menemui kak Jerry? Aku saja tidak tau dimana keberadaannya, aku tidak
ingin berdebat denganmu jadi aku mau pergi dulu.” Kata Feya.
Lalu Jerry menghampiri Arabella.
“Ayo berangkat sekarang.” Kata Jerry.
“Tadi aku bertemu dengan Feya, sepertinya dia menginap di hotel ini juga.
Jangan temui dia.” Kata Arabella.
__ADS_1
“Lagipula untuk apa aku menemuinya, dia juga pasti bersama teman-temannya.”
Kata Jerry.
“Iya sih, kamu yakin menyuruhku kembali ke Jakarta sekarang? Aku masih
ingin bersamamu sayang.” Kata Arabella.
“Aku mohon mengertilah kali ini. Sepulang dari Bali aku akan menemuimu.”
Kata Jerry.
“Baiklah, awas kalau kamu bohong padaku.” Kata Arabella.
“Memangnya aku pernah berbohong padamu?” Tanya Jerry.
“Tidak pernah.” Kata Arabella.
Lalu Jerry mengantar Arabella ke bandara.
**
Raffa menemui Kaira di restoran.
“Sayang, maaf aku terlambat.” Kata Raffa sambil mencium kening istrinya.
“Tidak apa-apa, aku sudah memesan makanan untuk kita berdua. Oh ya Feya
belum pulang ya?” Tanya Kaira.
“Belum, dia sangat menikmati liburannya biarkan saja.” Kata Raffa.
Apakah semakin memburuk atau justru semakin membaik?” Tanya Kaira.
“Sama saja keadaannya, semoga dia tetap seperti itu. Dengan begitu aku bisa
bekerja dengan fokus tanpa campur tangannya dan juga tanpa ancaman darinya.”
Kata Raffa.
“Karena dia merasa sangat berkuasa. Tapi lihatlah dia sekarang tidak bisa
berbuat apa-apa.” Kata Kaira.
“Benar juga, aku sampai sekarang juga masih penasaran apa yang sebenarnya
terjadi padanya.” Kata Raffa.
“Sebenarnya aku sedikit curiga dengan Feya mas.” Kata Kaira.
“Curiga kenapa? Dia ada kaitannya dengan Viona?” Tanya Raffa.
“Iya mas, saat aku akan menjenguk Feya, aku melihatnya bersama Viona tapi
Viona menariknya secara paksa.” Kata Kaira.
“Lalu kenapa kamu tidak mencegahnya? Memangnya kamu tidak khawatir dengan
__ADS_1
Feya?” Tanya Raffa.
“Aku memanggilnya waktu itu tapi aku tidak bisa mengejarnya karena Viona
sangat cepat-cepat dan seakan terburu-buru.” Kata Kaira.
“Aku akan coba bertanya kepada Feya.” Kata Raffa.
“Jangan mas, biar aku saja yang bertanya padanya.” Kata Kaira.
“Tapi aku juga berhak bertanya padanya.” Kata Raffa.
“Baiklah kalau begitu, tapi jangan sampai Feya marah dan jangan mencurigai
Feya aku takut dia sakit hati mas.” Kata Kaira.
“Iya tenang saja, ayo kita makan dulu.” Kata Raffa.
Info:
Jangan lupa mampir ke novel terbaruku ya judulnya "Terpaut Usia 15 Tahun".
Ini sinopsisnya
Namaku
Abella Putri, seorang gadis SMA yang baru berusia 18 tahun namun aku sudah
berstatus seorang istri. Kakekku menikahkanku dengan seorang lelaki yang tidak
pernah aku cintai dan belum pernah aku temui selama ini. Namun kakekku berteman
baik dengan ayah lelaki itu, akhirnya menikahkanku dengannya. Aku tinggal
bersama kakek dan nenekku karena kedua orang tuaku bercerai lalu mereka
memutuskan untuk menitipkanku kepada kakek dan nenekku. Lelaki itu adalah
seorang pilot dan berusia 15 tahun lebih tua dariku, oleh karena itu aku tidak
menyukainya namun karena kakek dan nenekku memaksaku akhirnya aku menerimanya.
Setelah aku menikah dengannya aku tinggal bersamanya namun kami membuat
perjanjian bahwa kita akan menjalani hidup masing-masing, dia memang menyukaiku
namun aku tidak menyukainya, akhirnya dia berjanji pada dirinya tidak akan
__ADS_1
menyentuhku apalagi tidur bersamaku.
Dijamin lebih seru, ringan dan tentu saja tidak akan membosankan. Ditunggu like nya ya, setiap hari akan update loh. Thank u