
Keesokan harinya. Raffa masih
memeluk istrinya.
“Sayang aku mau bangun untuk
masak buat sarapan nanti.” Kata Kaira.
“Biar Ayu saja yang memasak, aku
masih ingin bersamamu sayang.” Kata Raffa.
“Sudah siang sayang, aku mau
melihat keadaan Kei dulu.” Kata Kaira, namun Raffa enggan melepas pelukannya.
“Sudahlah, biarkan Ayu saja yang
mengurusnya. Nanti kalau ada apa-apa pasti Ayu akan memanggilmu. Ayolah kita
disini dulu saja menikmati waktu kita berdua.” Kata Raffa.
“Memangnya semalam masih belum
puas mas? Apakah aku tidak memuaskanmu semalam?” Tanya Kaira khawatir.
“Tentu saja kamu benar-benar
memuaskanku semalam, tapi tetap saja aku masih ingin bersamamu seperti ini.”
Kata Raffa manja.
“Astaga, aku mau pakai baju dulu
mas.” Kata Kaira.
“Tidak usah sayang.” Kata Raffa.
“Nanti tiba-tiba Kei masuk kamar
kita lalu melihat kita seperti ini bagaimana?” Tanya Kaira.
“Aku sudah mengunci kamar ini kok
jadi tidak ada yang bisa masuk kamar kita sembarangan.” Kata Raffa.
“Hmmmm nakal sekali kamu mas.” Kata
Kaira.
“Perutmu baik-baik saja kan? Tidak
merasa mual lagi kan?” Tanya Raffa.
“Tidak lagi mas. Ayo kita bangun
sayang.” Kata Kaira.
“Hmmm iya iya ini aku bangun kok.
Kita mandi bareng yuk sayang.” Pinta Raffa.
“Boleh sayang, kalau gitu gendong
aku.” Kata Kaira dengan manja.
__ADS_1
“Astaga kamu ini benar-benar ya
bikin membuatku jadi semakin semangat saja.” Kata Raffa lalu menggendong
istrinya dan menuju kamar mandi.
“Biar aku yang membersihkanmu ya.”
Kata Raffa.
“Terima kasih suamiku tersayang.”
Kata Kaira.
“Harusnya aku yang berterima
kasih padamu karena selalu melayaniku dengan baik dan telah memberiku
keturunan.” Kata Raffa sambil mencium istrinya.
“Kita harus selalu akur seperti
ini ya sayang.” Kata Kaira.
“Pasti sayang.” Kata Raffa.
**
Dirumah Rasya dan Angel.
“Masih sakit badanmu?” Tanya
Rasya.
“Masih lah, cepat belikan aku
“Aku sedang sibuk mengerjakan
pekerjaanku.” Kata Rasya.
“Apa kamu bilang? Kamu tidak
peduli dengan istrimu yang sedang sakit ini ya? Dasar suami tidak tau diri kamu
mas, bisanya menyusahkan istri saja.” Gerutu Angel.
“Kamu bisa tidak pelankan
suaramu, kalau Kenzo dengar bagaimana?” Kata Rasya.
“Biarkan saja, biar dia tau
bagaimana ayahnya yang sebenarnya.” Kata Angel.
“Ok biar Kenzo juga tau kalau
ibunya dulu seorang pelakor suka mencelakai orang lain.” Kata Rasya.
“Brengsek kamu mas.” Kata Angel
sambil melempar bantal ke wajah suaminya.
“Kamu berani sekali dengan
suamimu ya, dasar istri durhaka kamu.” Kata Rasya lalu menghajar istrinya. Rasya
__ADS_1
menampar istrinya sedangkan Angel juga melawannya dengan menjambak suaminya.
Tiba-tiba Kenzo berteriak karena
melihat kedua orang tuanya sedang bertengkar hebat.
“Aaaaaaaa mama papa.” Teriak
Kenzo.
“Kenzo, maafkan papa nak.” Kata
Rasya lalu menghampiri anaknya dan memeluknya.
“Papa jahat, papa mukul mama
huuuuu.” Kata Kenzo sambil menangis.
“Papa tidak bermaksud mukul mama
sayang, tapi mama.” Kata Rasya bingung menjelaskan kepada anaknya.
“Kenzo sini nak sama mama saja. Mama
tidak apa-apa kok, kita keluar yuk kita ke kamar Kenzo saja.” Kata Angel.
“Kenzo maafkan papa ya sayang.” Kata
Rasya, namun Kenzo hanya diam saja.
“Lihatlah Kenzo bahkan sudah tau
seperti apa ayahnya dan bagaimana kelakuan ayahnya, siap-siap saja anakmu akan
membencimu.” Bisik Angel.
“Dasar wanita ular, aku menyesal
menikahimu.” Kata Rasya.
“Jadi kamu juga menyesal dulu menggodaku
dan meniduriku disaat aku masih berstatus istri orang?” Bisik Angel.
“Dasar wanita licik seperti ular,
suatu saat Kenzo akan mengetahuinya sendiri seperti apa ibunya.” Kata Rasya
dengan kesal.
“Makanya kamu jangan berani
mengancamku dan memukulku.” Kata Angel.
Info :
Jangan lupa ya mampir juga ke novelku yang selanjutnya ya, judulnya "Menua Bersamamu".
__ADS_1
Terima kasih.