Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
Raffa semakin manja


__ADS_3

Keesokan harinya. Raffa masih


memeluk istrinya.


“Sayang aku mau bangun untuk


masak buat sarapan nanti.” Kata Kaira.


“Biar Ayu saja yang memasak, aku


masih ingin bersamamu sayang.” Kata Raffa.


“Sudah siang sayang, aku mau


melihat keadaan Kei dulu.” Kata Kaira, namun Raffa enggan melepas pelukannya.


“Sudahlah, biarkan Ayu saja yang


mengurusnya. Nanti kalau ada apa-apa pasti Ayu akan memanggilmu. Ayolah kita


disini dulu saja menikmati waktu kita berdua.” Kata Raffa.


“Memangnya semalam masih belum


puas mas? Apakah aku tidak memuaskanmu semalam?” Tanya Kaira khawatir.


“Tentu saja kamu benar-benar


memuaskanku semalam, tapi tetap saja aku masih ingin bersamamu seperti ini.”


Kata Raffa manja.


“Astaga, aku mau pakai baju dulu


mas.” Kata Kaira.


“Tidak usah sayang.” Kata Raffa.


“Nanti tiba-tiba Kei masuk kamar


kita lalu melihat kita seperti ini bagaimana?” Tanya Kaira.


“Aku sudah mengunci kamar ini kok


jadi tidak ada yang bisa masuk kamar kita sembarangan.” Kata Raffa.


“Hmmmm nakal sekali kamu mas.” Kata


Kaira.


“Perutmu baik-baik saja kan? Tidak


merasa mual lagi kan?” Tanya Raffa.


“Tidak lagi mas. Ayo kita bangun


sayang.” Kata Kaira.


“Hmmm iya iya ini aku bangun kok.


Kita mandi bareng yuk sayang.” Pinta Raffa.


“Boleh sayang, kalau gitu gendong


aku.” Kata Kaira dengan manja.

__ADS_1


“Astaga kamu ini benar-benar ya


bikin membuatku jadi semakin semangat saja.” Kata Raffa lalu menggendong


istrinya dan menuju kamar mandi.


“Biar aku yang membersihkanmu ya.”


Kata Raffa.


“Terima kasih suamiku tersayang.”


Kata Kaira.


“Harusnya aku yang berterima


kasih padamu karena selalu melayaniku dengan baik dan telah memberiku


keturunan.” Kata Raffa sambil mencium istrinya.


“Kita harus selalu akur seperti


ini ya sayang.” Kata Kaira.


“Pasti sayang.” Kata Raffa.


**


Dirumah Rasya dan Angel.


“Masih sakit badanmu?” Tanya


Rasya.


“Masih lah, cepat belikan aku


“Aku sedang sibuk mengerjakan


pekerjaanku.” Kata Rasya.


“Apa kamu bilang? Kamu tidak


peduli dengan istrimu yang sedang sakit ini ya? Dasar suami tidak tau diri kamu


mas, bisanya menyusahkan istri saja.” Gerutu Angel.


“Kamu bisa tidak pelankan


suaramu, kalau Kenzo dengar bagaimana?” Kata Rasya.


“Biarkan saja, biar dia tau


bagaimana ayahnya yang sebenarnya.” Kata Angel.


“Ok biar Kenzo juga tau kalau


ibunya dulu seorang pelakor suka mencelakai orang lain.” Kata Rasya.


“Brengsek kamu mas.” Kata Angel


sambil melempar bantal ke wajah suaminya.


“Kamu berani sekali dengan


suamimu ya, dasar istri durhaka kamu.” Kata Rasya lalu menghajar istrinya. Rasya

__ADS_1


menampar istrinya sedangkan Angel juga melawannya dengan menjambak suaminya.


Tiba-tiba Kenzo berteriak karena


melihat kedua orang tuanya sedang bertengkar hebat.


“Aaaaaaaa mama papa.” Teriak


Kenzo.


“Kenzo, maafkan papa nak.” Kata


Rasya lalu menghampiri anaknya dan memeluknya.


“Papa jahat, papa mukul mama


huuuuu.” Kata Kenzo sambil menangis.


“Papa tidak bermaksud mukul mama


sayang, tapi mama.” Kata Rasya bingung menjelaskan kepada anaknya.


“Kenzo sini nak sama mama saja. Mama


tidak apa-apa kok, kita keluar yuk kita ke kamar Kenzo saja.” Kata Angel.


“Kenzo maafkan papa ya sayang.” Kata


Rasya, namun Kenzo hanya diam saja.


“Lihatlah Kenzo bahkan sudah tau


seperti apa ayahnya dan bagaimana kelakuan ayahnya, siap-siap saja anakmu akan


membencimu.” Bisik Angel.


“Dasar wanita ular, aku menyesal


menikahimu.” Kata Rasya.


“Jadi kamu juga menyesal dulu menggodaku


dan meniduriku disaat aku masih berstatus istri orang?” Bisik Angel.


“Dasar wanita licik seperti ular,


suatu saat Kenzo akan mengetahuinya sendiri seperti apa ibunya.” Kata Rasya


dengan kesal.



“Makanya kamu jangan berani


mengancamku dan memukulku.” Kata Angel.


 


 


 


Info :


Jangan lupa ya mampir juga ke novelku yang selanjutnya ya, judulnya "Menua Bersamamu".

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2