
Keesokan
paginya, Kaira sadar dan bangun terlebih dahulu. Dia melihat Kei tertidur di
sofa.
“Astaga badanku
terasa sakit semua, sepertinya aku terlalu banyak minum.” Kata Kaira.
Kemudian dia
segera membersihkan diri setelah itu dia memesan makanan untuk sarapan.
“Terima kasih
makanannya.” Kata Kaira.
“Sama-sama,
selamat menikmati.” Kata staff hotel.
Kaira memakan
makanannya tanpa membangunkan anaknya. Dia mulai bersikap acuh dengan siapapun
meskipun orang terdekatnya sekalipun.
“Mami, sudah
bangun?” Tanya Kei. Kaira tetap menikmati makanannya tanpa memperdulikan
anaknya.
“Wah sepertinya
makanannya sangat enak, mami memesankan untukku juga kan?” Tanya Kei.
“Kenapa kamu
datang kesini? Mami ingin hidup sendiri tanpa ada orang yang menggangguku.”
Kata Kaira.
“Astaga, mami
mabuk semalam makanya aku datang kesini ma. Kenapa mami tiba-tiba minum
sebanyak itu hingga mami tak sadarkan diri?” Tanya Kei.
“Bukan urusan
kamu, lebih baik setelah ini kamu pergi dan tinggalkan mami sendiri.” Kata
Kaira.
__ADS_1
“Apa yang
terjadi sebenarnya? Ceritakan semuanya padaku, aku pasti akan membantu mami dan
selalu ada untuk mami.” Kata Kei.
“Cepat pergi
dari sini, harus berapa kali mami bicara.” Teriak Kaira sambil melempar
makanannya. Kei pun segera menenangkan dan memeluk ibunya.
“Mami tenanglah,
aku tidak akan bertanya kembali. Mami tenang ya, aku akan selalu ada untuk
mami.” Hibur Kei, Kaira pun menangis.
“Menangislah,
mami boleh menangis sepuasnya. Kei selalu ada untuk mami, Kei akan selalu
melindungi mami apapun yang terjadi.” Kata Kei.
**
Dirumah sakit.
“Kamu harus
“Maafkan aku.”
Kata Daniel.
“Kamu tidak
salah, sudah jangan banyak bicara. Sekarang istirahatlah kembali, aku akan
selalu menjagamu.” Kata Arabella.
“Terima kasih
banyak.” Kata Daniel.
Arabella
menunggu kedatangan ibu dan adiknya namun belum juga datang.
“Mami dan Kei
kenapa belum datang juga? Aku juga tidak melihat papi, papi pergi kemana ya,
kenapa dia tidak datang kesini.” Tanya Arabella.
**
__ADS_1
Raffa masih
berada di villa tersebut, dia sama sekali tidak tau saat ada wanita yang datang
menghampirinya, bahkan dia juga tidak tau saat istrinya datang karena dia
sedang tertidur sangat pulas. Namun dia melihat ada sebuah jepit rambut di
sebelah ranjangnya, dibawahnya juga ada sebuah tulisan yang berisi
“Apakah kamu
ingat dengan jepit rambut ini? Kamu membelikannya untukku.”
Raffa pun
terkejut dan membuang jepit serta tulisan tersebut.
“Aaaaaaaa apa
ini? Itu jepit rambut milik Viona. Jangan-jangan Viona datang kemari saat aku
sedang tertidur. Tidak tidak mungkin, dia tidak tau bahwa aku memiliki villa
ini. Siapa sebenarnya yang menerorku? Aku tidak mau kembali, pasti saat ini
polisi sedang mencariku untuk menangkapku. Aku harus tetap tenang dan bertahan
disini. Haruskah aku kabur ke luar negeri? Sebaiknya aku melarikan diri ke luar
negeri saja, aku bisa memulai hidup disana tanpa ada yang menggangguku. Aku
tidak sanggup hidup disini lagi, tapi bagaimana dengan istri dan anakku? Aku
tidak peduli, pasti mereka juga sudah tau apa yang sudah aku lakukan, aku harus
pergi ke luar negeri. Kamu tidak akan pernah bisa menemukanku lagi dan tidak
akan bisa menggangguku kembali.” Kata Raffa.
Sudah empat hari
Raffa pergi dari rumah, baik Kaira dan juga Kei sering mengirim pesan dan juga
menelfonnya namun Raffa tidak pernah membalasnya, dia juga sudah mengganti
nomornya, namun wanita penyusup yang mirip dengan Viona tersebut berhasil mengetahui
nomor terbaru milik Raffa.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.