Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)

Perjanjian Pernikahan (Kisah Cinta Seorang Janda Cantik)
part 100


__ADS_3

Keesokan


paginya, Kaira sadar dan bangun terlebih dahulu. Dia melihat Kei tertidur di


sofa.


“Astaga badanku


terasa sakit semua, sepertinya aku terlalu banyak minum.” Kata Kaira.


Kemudian dia


segera membersihkan diri setelah itu dia memesan makanan untuk sarapan.


“Terima kasih


makanannya.” Kata Kaira.


“Sama-sama,


selamat menikmati.” Kata staff hotel.


Kaira memakan


makanannya tanpa membangunkan anaknya. Dia mulai bersikap acuh dengan siapapun


meskipun orang terdekatnya sekalipun.


“Mami, sudah


bangun?” Tanya Kei. Kaira tetap menikmati makanannya tanpa memperdulikan


anaknya.


“Wah sepertinya


makanannya sangat enak, mami memesankan untukku juga kan?” Tanya Kei.


“Kenapa kamu


datang kesini? Mami ingin hidup sendiri tanpa ada orang yang menggangguku.”


Kata Kaira.


“Astaga, mami


mabuk semalam makanya aku datang kesini ma. Kenapa mami tiba-tiba minum


sebanyak itu hingga mami tak sadarkan diri?” Tanya Kei.


“Bukan urusan


kamu, lebih baik setelah ini kamu pergi dan tinggalkan mami sendiri.” Kata


Kaira.

__ADS_1


“Apa yang


terjadi sebenarnya? Ceritakan semuanya padaku, aku pasti akan membantu mami dan


selalu ada untuk mami.” Kata Kei.


“Cepat pergi


dari sini, harus berapa kali mami bicara.” Teriak Kaira sambil melempar


makanannya. Kei pun segera menenangkan dan memeluk ibunya.


“Mami tenanglah,


aku tidak akan bertanya kembali. Mami tenang ya, aku akan selalu ada untuk


mami.” Hibur Kei, Kaira pun menangis.


“Menangislah,


mami boleh menangis sepuasnya. Kei selalu ada untuk mami, Kei akan selalu


melindungi mami apapun yang terjadi.” Kata Kei.


**


Dirumah sakit.


“Kamu harus


“Maafkan aku.”


Kata Daniel.


“Kamu tidak


salah, sudah jangan banyak bicara. Sekarang istirahatlah kembali, aku akan


selalu menjagamu.” Kata Arabella.


“Terima kasih


banyak.” Kata Daniel.


Arabella


menunggu kedatangan ibu dan adiknya namun belum juga datang.


“Mami dan Kei


kenapa belum datang juga? Aku juga tidak melihat papi, papi pergi kemana ya,


kenapa dia tidak datang kesini.” Tanya Arabella.


**

__ADS_1


Raffa masih


berada di villa tersebut, dia sama sekali tidak tau saat ada wanita yang datang


menghampirinya, bahkan dia juga tidak tau saat istrinya datang karena dia


sedang tertidur sangat pulas. Namun dia melihat ada sebuah jepit rambut di


sebelah ranjangnya, dibawahnya juga ada sebuah tulisan yang berisi


“Apakah kamu


ingat dengan jepit rambut ini? Kamu membelikannya untukku.”


Raffa pun


terkejut dan membuang jepit serta tulisan tersebut.


“Aaaaaaaa apa


ini? Itu jepit rambut milik Viona. Jangan-jangan Viona datang kemari saat aku


sedang tertidur. Tidak tidak mungkin, dia tidak tau bahwa aku memiliki villa


ini. Siapa sebenarnya yang menerorku? Aku tidak mau kembali, pasti saat ini


polisi sedang mencariku untuk menangkapku. Aku harus tetap tenang dan bertahan


disini. Haruskah aku kabur ke luar negeri? Sebaiknya aku melarikan diri ke luar


negeri saja, aku bisa memulai hidup disana tanpa ada yang menggangguku. Aku


tidak sanggup hidup disini lagi, tapi bagaimana dengan istri dan anakku? Aku


tidak peduli, pasti mereka juga sudah tau apa yang sudah aku lakukan, aku harus


pergi ke luar negeri. Kamu tidak akan pernah bisa menemukanku lagi dan tidak


akan bisa menggangguku kembali.” Kata Raffa.


Sudah empat hari


Raffa pergi dari rumah, baik Kaira dan juga Kei sering mengirim pesan dan juga


menelfonnya namun Raffa tidak pernah membalasnya, dia juga sudah mengganti


nomornya, namun wanita penyusup yang mirip dengan Viona tersebut berhasil mengetahui


nomor terbaru milik Raffa.


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.

__ADS_1


Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2